Wiranto Sebut Penyebar Hoaks Dijerat UU Terorisme, Fadli: Itu Wujud Kepanikan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon

MerahPutih.com - Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon kembali mengkritik pernyataan Menkopolhukam Wiranto yang menyebut bahwa penyebar hoaks bisa dijerat dengan UU Terorisme.

Menurut Fadli, pernyataan yang dilontarkan Wiranto merupakan wujud dari kepanikan paslon nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin melawan Prabowo-Sandiaga Uno

"Saya kira itu wujud dari kepanikan," kata Fadli di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (28/3).

Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon. (MP/Asropih)

Wakil Ketua DPR RI itu juga menegaskan bahwan pelaku penyebaran berita bohong atau hoaks tidak bisa dijerat dengan UU Terorisme.

Padahal, kata Fadli, orang yang paling sering menciptakan hoaks ialah Presiden Jokowi.

"Ya kalau kata Rocky Gerung ya Jokowi yang paling banyak menciptakan hoaks termasuk mulain dari SMK dan lain-lain kan jelas itu," jelas Fadli.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan penyebaran berita bohong atau hoaks Pemilu merupakan tindakan teror. Pasalnya menimbulkan ketakutan di masyarakat.

"Saya kira (hoaks) ini teror, meneror psikologi masyarakat. Oleh karena itu, ya kita hadapi sebagai ancaman teror. Segera kita atasi dengan cara-cara tegas, tapi bertumpu kepada hukum," ujar Wiranto usai Rakor Kesiapan Pengamanan Pemilu 2019, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (20/3).

Hoaks yang meneror masyarakat dan menimbulkan ketakutan di masyarakat, kata dia, sama saja seperti terorisme. "Kalau masyarakat diancam dengan hoaks agar mereka takut datang ke TPS, itu sudah ancaman dan merupakan tindakan terorisme. Oleh karena itu kita gunakan UU terorisme," kata Wiranto.

a pun meminta aparat keamanan untuk mewaspadai penyebaran hoaks dan menangkap pelaku hoaks yang menimbulkan ketakutan di masyarakat karena meneror masyakat.

"Aparat keamanan juga harus bisa mengajak masyarakat bahwa pelaksanaan pemilu berlangsung aman," ujarnya.

Wiranto pun mengutuk orang yang ingin mengacaukan proses demokrasi yang menjadi kebanggaan bangsa ini.

Mantan Panglima TNI ini menegaskan, hoaks sendiri terbilang ancaman yang baru muncul di sejumlah pemilu terakhir. Ancaman itu dinilai berbahaya juga karena bisa lebih mudah mengubah sikap masyarakat semata-mata untuk kepentingan politik.

"Kita tahu bahwa saat ini cukup marak hoaks. Kita menghadapi ancaman baru yang pada pemilu-pemilu lalu tidak ada," ujar Wiranto.

Wiranto sebut hoaks bagian dari teror
Menko Polhukam Wiranto di Jakarta (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Wiranto sebagaimana dilansir Antara menyatakan sekarang ini, ada isu seakan-akan pemilu tidak aman, pemilu akan menimbulkan kerusuhan, baik sebelum maupun sesudah. Tujuannya agar masyarakat ketakutan dan kabur ke luar negeri pada pemilu.

"Saya tegaskan jangan. Pemilu akan berjalan aman. Aparat keamanan akan memastikan pemilu akan berjalan aman. Tugas saudara di daerah itu menjelaskan bahwa pemilu aman, mengajak masyarakat agar tidak golput, dan dijamin para pemilih ini bisa ke TPS dengan aman tanpa ada gangguan fisik atau lainnya. Pemilu adalah pesta demokrasi, bukan menciptakan konflik," tegas Wiranto. (Asp)

Kredit : asropih


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH