Wiranto Ditusuk Simpatisan ISIS, Agum Gumelar 'Sentil' Kerja Intelijen Agum Gumelar saat memberikan sambutan dalam acara deklarasi Bravo Cijantung mendukung capres-cawapres 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin, di Jakarta, Selasa. (ANTARA News/Imam Budilaksono)

Merahputih.com - Anggota Wantimpres Agum Gumelar menilai aparat keamanan harus lebih kuat dalam menelusuri keberadaan kelompok teroris yang saat ini semakin luas.

Menurut Agum, penusukan yang menimpa Menkopolhukam Wiranto membuktikan bahwa pelaku teroris ancamannya semakin nyata.

Baca Juga

Penusukan Wiranto, Ngabalin: Tak Ada Cara Lain kecuali Dicari Setuntasnya

"Teror itu bisa terjadi kapan saja dimana saja dengan cara apa saja terhadap siapa saja," kata Agum di RSPAD, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).

Ia menambahkan, intelijen harus dimaksimalkan kinerjanya untuk menghadapi ancaman seperti ini, kuncinya terletak pada sejauh mana kita mampu memperdayakan intelejen kita. Jadi intelejen yang kita dapat itu sudah bisa dijadikan dasar untuk mengambil langkah tegas mencegah teror itu terjadi, saya rasa ini peringatan bagi kita semua," jelas purnawirawan jenderal ini.

Anggota Wantimpres Agum Gumelar
Anggota Wantimpres Agum Gumelar disorot lantaran testimoninya terkait keterlibatan Prabowo dalam kasus penculikan aktivis tahun 1998 (Foto: Dok Pribadi)

Agum beranggapan, intelijen merupakan benteng utama memberantas terorisme. "Menghadapi ancaman seperti ini kuncinya intelejen, intelejen bisa menjadi dasar bagi kita untuk mencegah teror itu terjadi," ungkap Agum.

Agum berpendapat, teror yang dilakukan Syahril Alamsyah itu tak berdiri sendiri. "Ini satu kejadian yang diluar dugaan kita dan ini bagian dari teror, tidak mungkin ini berdiri sendiri," terang Agum.

Sehingga, Polisi diminta untuk mengusut tuntas siapa jaringan yang merancang penyerangan ini. ''Jangan sampai ada upaya untuk menghilangkan mereka, kalau mereka hilang ya terputus, nah ini yang harus dijaga betul oleh polisi," tutup Agum.

Baca Juga

Ini Pergerakan Abu Rara sebelum Lakukan Penusukan terhadap Wiranto

Penyerangan terhadap Wiranto terjadi sekitar pukul 11.50 WIB di gerbang Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten. Penyerangan terjadi saat Wiranto turun dari mobil. Saat itu, Wiranto yang baru turun dari mobil hendak bersalaman dengan masyarakat setempat. Tiba-tiba Abu Rara menyerang dengan senjata tajam.

Akibat kejadian itu, Wiranto mengalami luka tusuk di perutnya dan harus dioperasi di RSPAD Jakarta. Ada tiga orang lainnya yang juga menjadi korban penusukan tersebut. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH