Wiranto Ditusuk, Paspampres Diingatkan Cegah Jokowi Sembarang Swafoto Presiden Jokowi berswafoto dengan warga di Pasar Beringharjo. ANTARA FOTO/Koko

MerahPutih.com - Kasus penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto saat kunjungan ke Pandeglang, Banten, kemarin, menjadi peringatan bagi Paspampres dalam protap pengamanan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke depannya.

"Saya sarankan agar pengamanan lebih diperketat. Sebelum presiden berkunjung ke daerah maka lapangan harus steril, kalau perlu tak perlu harus berjabat tangan dengan semua warga," kata Pengamat dari Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie , di Jakarta, Jumat (11/10).

Baca Juga:

Danpaspampres Tegaskan Pengamanan Presiden Jokowi Sesuai Standar VVIP

"Target kelompok ini memang para petinggi di negeri ini tak terkecuali Presiden RI. Selama ini untuk SOP Security pengamanan baik pejabat tinggi kita paling lemah," imbuh dia, dikutip Antara.

Jerry mengingatkan Paspampres akan kebiasaan Jokowi yang kerap berswafoto dengan sembarang rakyat saat kunjungan kerja bisa berpontensi memicu masalah keamanan. Menurut dia, negara seperti Amerika Serikat (AS), Prancis dan Jerman saja tetap memberlakukan pengamanan super ketat saat presidennya turun ke negara bagian dan provinsi.

Presiden Jokowi bersama pasukan Paspampres. Sumber: @red5pertama

"Mana ada presiden AS berfoto selfie dengan publik AS, paling bisa berfoto di White House atau acara khusus di ruangan in door. Baru di Indonesia presiden bisa menyalami siapa saja orang yang tak di kenal," kritik dia.

Baca Juga:

Menkopolhukam Wiranto Ditusuk di Pandeglang

Jerry menambahkan merakyat bukan hanya pada tataran berjabat tangan, tapi peduli terhadap rakyat kecil dan membantu warga miskin dengan program pemerintah, itu lebih afdol dari berswafoto ria. Untuk itu, dia mengingatkan pengamanan presiden harus diperketat dan jangan asal swafoto dan berjabat tangan dengan sembarang orang.

"Saya pernah usul terkait pengamanan presiden ini kepada Paspampres pada 2014 lalu. Kalau memang ada yang mau mau berjabat tangan di sortir siapa-siapa mereka, kartu identitas mereka perlu diketahui," tutur dia, sambil menambahkan intelijen harus sudah cek lapangan dua minggu sebelumnya dan mensterilkan senjata apapun di lokasi kunjungan Presiden. (*)

Baca Juga:

Wiranto Ditusuk, PKS: Ini Jadi Preseden Buruk


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH