Musik
Wima J-Rocks Garap Proyek Sarat Nasionalisme TRAH digawangi beberapa personel berbakat di dalamnya. (Foto: Istimewa)

KREATIVITAS tidak terlindas oleh ganasnya terpaan pandemi. Bagi para musisi, menanti kondisi kembali normal hanyalah hal yang sia-sia. Pandemi tidak mampu menghalau ide kreatif para seniman panggung ini. Salah satu musisi yang tak ingin duduk diam berpangku tangan adalah Swara Wimayoga.

Bassist grup J-Rocks ini membuat proyek kolaboratif bernama TRAH. Pria yang akrab disapa Wima tersebut mengajak beberapa rekannya yang sevisi untuk bersama-sama mewujudkan ide dan gagasan berkarya.

Bagi Wima serta rekan-rekan bandnya di J-Rocks, personel TRAH bukan sosok yang asing. Bisa dibilang mereka adalah sekumpulan produser dan penulis lagu yang sudah berteman lama.

Mahardhika Soekarno khususnya, cucu dari tokoh proklamator sekaligus Presiden RI pertama Ir. Soekarno tersebut sejak dulu memang seorang musisi di balik layar untuk beberapa musisi Indonesia, termasuk J-Rocks. Sejak awal J-Rocks berkarir, Didi pernah tinggal di satu atap yang sama dengan personel J-Rocks.

Baca juga:

Cinta Laura Hadirkan Nuansa Khas Indonesia di Lagu 'Markisa'

Wima J-Rocks Garap Proyek Sarat Nasionalisme
Cuplikan lagu Untuk Indonesia Raya. (Foto: YouTube/1945 MF Records)

Nama TRAH sendiri bermakna ‘keturunan’ atau ‘anak bangsa’. "Kami mencari nama dalam Bahasa Indonesia yang punya makna bagus tetapi jarang dipakai," ungkap Wima menjelaskan asal-usul nama proyek barunya.

Pada Agustus 2021, hasil brainstorming TRAH telah menghasilkan sebuah single debut berjudul Untuk Indonesia Raya. Sebuah karya lawas yang diciptakan oleh Dimas Pandu dengan tema berbeda, digubah notasi dan liriknya bersama TRAH pada 3 November 2020 lalu menjadi tema nasionalisme. Video musik dari lagu ini juga sudah bisa dinikmati di YouTube, tepatnya di kanal 1945MF Record selaku label rekaman yang menaungi.

“Kami sepakat untuk tidak me-monetize video ini sebagai bentuk sumbangsih kami kepada negara," ujarnya. Di video yang disutradarai Anggi Andriyana tersebut, beberapa lokasi bersejarah dan ikonik di Jakarta menjadi sentral pengambilan gambarnya.

Beberapa bangunan ikonik yang bisa kita temui di video klip mereka adalah Bunderan HI, Gedung DPR, Museum Satria Mandala, Gelora Bung Karno dan Monumen Nasional.

Proses syuting video dikerjakan hanya dalam waktu dua hari, yaitu pada 15 dan16 Agustus 2021, atau tepatnya sehari menjelang HUT RI. Pada saat itu semua lokasi sudah clear area. Uniknya, konsep video baru diputuskan pada 15 Agustus dini hari.

"Anggie jenius banget sih. Dengan segala keterbatasan waktu, perizinan dan lain-lain dia bisa mencapture banyak pesan dari lagu denga baik. Konsepnya keren padahal digarap tanpa asisten," pujinya pada sang sutradara.

Salah satu momen penting adalah scene di Museum Satria Mandala yang dulu dikenal dengan nama Wisma Yaso, yaitu adalah tempat dimana bapak pendiri bangsa Bung Karno menjalani masa-masa tersulit hingga wafat mengenaskan di sana. “Makanya ada satu scene di Wisma Yaso si Nanda menunjuk sebuah tulisan ‘Kenali Sejarahmu’. Deep banget sih.”

Baca juga:

Andmesh Raih Penghargaan Bergengsi dari JOOX

Wima J-Rocks Garap Proyek Sarat Nasionalisme
Cuplikan video di Patung Selamat Datang Bundaran Hotel Indonesia. (Foto: YouTube/1945MF Records)

Selain itu, TRAH juga melibatkan teman-teman musisi yang sering tampil di konten kanal YouTube 1945 Studio. Rekan-rekan artis lain ambil bagian untuk mengisi suara dan tampil di video klip tersebut sebagai bentuk dukungan.

Di antaranya ada Guruh Soekarno Putra, para personel J-Rocks, Ipang Lazuardi, Buluk ‘Superglad’, Bagus ‘NTRL’. Tidak hanya musisi dan seniman, tampil pula sejumlah publik figur di luar dunia musik seperti Deny Sumargo, Astrid Tiar, Sarah Azhari, Deny Cagur dan masih banyak lagi. Lewat video tersebut, TRAH ingin menunjukkan bahwa pesan yang disampaikan di lagu Untuk Indonesia Raya berlaku untuk seluruh kalangan.

“Lagu Untuk Indonesia Raya itu lebih kepada menguatkan sesama untuk jangan menyerah dengan keadaan, dengan tetap bersatu tidak terpecah belah. Untuk selanjutnya kami menyiapkan lagu baru buat (tema) Sumpah Pemuda. Temanya lebih kepada menguatkan janji kita lagi di masa sekarang. Untuk generasi sekarang. Jadi kami tak ada tema cinta-cintaan. Hanya (tentang) cinta kepada negara,” urai Wima dengan semangat.

Sesuai pesan di lirik single pertamanya, TRAH memang seterusnya memproyeksikan memusatkan orientasi konsep musiknya terhadap hal-hal yang bertema perjuangan kebangsaan.

Untuk menguatkan visi dan misi itu, selaku penulis lagu dan produser, Wima bersama Didi, Rizki, Dimas dan Nanda tak ingin menghadirkan olahan musik yang biasa-biasa saja. Konsep musiknya kali ini jauh berbeda dibanding yang biasa ia kerjakan bersama J-Rocks.

“Kami gabungin referensi musik kami yang bisa dibilang beda-beda, dengan tetap menampilkan sound yang mengikuti zaman dengan aransemen lagu yang menyesuaikan tema di lirik-lirik lagu TRAH. Poin penting sih di message-nya," terangnya.

Wima J-Rocks Garap Proyek Sarat Nasionalisme
Cuplikan video di Gedung DPR. (Foto: YouTube/1945MF Records)

Untuk pengisi suara utama di lagu Untuk Indonesia Raya diisi oleh Nanda Persada yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum IMARINDO (Ikatan Manager Artis Indonesia) serta menjadi host di program podcast YouTube Nanda Tanya.

“Kenapa Nanda yang kami tunjuk mengisi vokal utama di lagu itu, karena dia yang paling bisa menjiwai lirik lagunya. Nasionalis banget dia. Sekali-kalilah manajer artis kita ‘ceburin’ jadi artis sekalian. hahaha," candanya.

Eksekusi rekaman, termasuk proses pemolesan mixing Untuk Indonesia Raya sendiri dikerjakan TRAH di 1945MF Studio. Sementara untuk tahapan mastering dipercayakan kepada Romy Soekarno di Marlinspike Hall Studio.

TRAH berharap, lagu Untuk Indonesia Raya bisa menjadi sebuah karya musik yang dapat dinikmati secara audio serta visual, dan pesannya bisa tersampaikan ke seluruh masyarakat Indonesia.

TRAH sendiri tak akan berhenti sampai di sini saja. Seperti yang sudah disinggung, TRAH akan terus melahirkan karya baru, dan fokus pada momen-momen bersejarah. (avia)

Baca juga:

Single ‘Morning Light’ Jadi Pembuka Album Terbaru Rendy Pandugo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Provokasi Antivaksin, Sejumlah Akun Terkenal Dihapus Facebook
Fun
Provokasi Antivaksin, Sejumlah Akun Terkenal Dihapus Facebook

Akun tersebut kabarnya memiliki hubungan dengan perusahaan yang ingin mendorong konten anti-vaksin COVID-19.

Perang KRS Jadi Kawan Mental
Fun
Perang KRS Jadi Kawan Mental

Anak kampus negeri aing wajib mengisi KRS.

Amanda Gorman, Sosok Penyair Muda di Upacara Pelantikan Joe Biden
ShowBiz
Amanda Gorman, Sosok Penyair Muda di Upacara Pelantikan Joe Biden

Amanda Gorman disebut-sebut sebagai pembaca puisi inaugurasi paling muda dalam sejarah AS.

Unik, Lipstik Setipis Kartu
Fashion
Unik, Lipstik Setipis Kartu

Terinspirasi dari cara perempuan Tiongkok mengaplikasikan riasan bibir ratusan tahun lalu.

Meningkatnya Penggunaan Data Internet di Masa Pandemi
Fun
Meningkatnya Penggunaan Data Internet di Masa Pandemi

Banyaknya aktivitas daring selama pandemi membuat kebutuhan data internet meningkat.

Cara Tingkatkan Imun Anjing Peliharaanmu
Fun
Cara Tingkatkan Imun Anjing Peliharaanmu

Imun perlu dijaga agar anabul tetap sehat.

KFC Sediakan Es Krim Vegan di China
Fun
KFC Sediakan Es Krim Vegan di China

KFC berkolaborasi dengan Oatly dan mengeluarkan es krim vegan berbasis susu gandum Oatly dalam dua rasa klasik, stroberi dan cokelat.

Murah dan Mudah Didapat, Ikan Lokal Ini Cocok untuk MPASI Si Kecil
Fun
Gandeng Fathia Izzati dan Joe Taslim, Diskoria Rilis Single 'Simfoni Rindu'
ShowBiz
Gandeng Fathia Izzati dan Joe Taslim, Diskoria Rilis Single 'Simfoni Rindu'

Diskoria Rilis Single 'Simfoni Rindu' yang merupakan buah kolaborasi bersama aktor Joe Taslim dan Penyanyi Fathia Izzati.

'Tamvan' Bermodalkan Busana Made in Negeri Aing
Fun
'Tamvan' Bermodalkan Busana Made in Negeri Aing

Brand busana negeri aing gak kalah keren dengan luar negeri.