Inspirasi
William Tanuwijaya, Berani Baru Membangun Tokopedia William Tanuwijaya. (Foto: Instagram/@liamtanu)

JARAK dari Pematang Siantar menuju Medan memakan waktu tiga jam. Founder Tokopedia, William Tanuwijaya harus menempuh jarak tersebut demi tiba di toko buku Gramedia. Kala itu, di tahun 90-an, sulit untuk menemukan toko buku di Pematang Siantar, kota kecil di Sumatera Utara tempat William lahir.

William, di konten Channel Youtube Startup Studio Indonesia berjudul SSI Ep1 William Tanuwijaya: Membangun Tim dan Culture Tokopedia dari Ruko Hingga Menjadi Unicorn (29/8/2020) mengaku seorang kutu buku. Ia senang ketika pergi ke Medan. Di Ibu Kota Sumatera Utara itu, tujuannya hanya satu, membaca buku sepuasnya.

Baca juga:

Usai Luncurkan Gerai Dogbar, Lawless Beranikan Diri Rambah Agroindustri

Kesulitan mencari toko buku ini menjadi awal kegelisahan William untuk membangun Tokopedia. Salah satu misi William membangun Tokopedia ialah membuka peluang agar semua orang Indonesia dapat berbisnis.

"Visi misi kami untuk memecahkan itu. Bagaimana semua orang Indonesia memiliki kesempatan dan peluang yang sama," ujar William. Akhirnya, pada 17 Agustus 2009, Willam bersama temannya, Leontinus Alpha Edison berhasil membangun Tokopedia.

Sebagaimana dilansir dari Antara, Sabtu (31/8/2019), Leon, sapaan akrabnya, sama resahnya dengan William melihat infrastruktur teknologi Indonesia yang tidak merata karena akses terbatas.

Menurut Leon, masyarakat di kota kecil harus pindah ke kota besar untuk mendapatkan peluang bisnis lebih besar. Misalnya saja seperti di Pematang Siantar. Belasan tahun lalu harga barang bisa lebih mahal dibandingkan di Medan karena sulit mendapatkannya.

"Demikian juga akses terhadap produk dan layanan, tidak jarang masyarakat di kota kecil justru harus membayar lebih dibandingkan masyarakat di kota besar," kata Leontinus dalam surat elektronik kepada Antara.

Namun, meski Tokopedia kini sudah menyandang gelar Unicorn, tentu perjalanan William dan Leon tidak mudah untuk mendapatkan pencapaian itu. Apalagi di era 2000-an bisnis e-commerce belum hype seperti sekarang ini.

1. Terinspirasi dari komik One Piece

Seperti Luffy, William berani memulai. (Foto: Instagram/@liamtanu)

One Piece menceritakan karakter bernama Monkey D. Luffy. Sosok Luffy hanyalah anak biasa dari sebuah pulau yang memiliki mimpi menjadi bajak laut. Luffy tapi tidak bisa berenang. Tentu mimpi Luffy ini ditertawakan banyak orang.

Luffy tidak peduli akan hal itu. Tanpa banyak berpikir Luffy menaiki sampan untuk memulai perjalanannya menuju Pulau Harta Karun. Di perjalanan, Luffy bertemu dengan orang satu visi dengannya yang disebut Nakama (kolega atau persaudaraan). Luffy bersama para Nakama akhirnya bersatu menuju Pulau Harta Karun.

Kisah Luffy menginspirasi William. Ia meninggalkan Pematang Siantar menuju Jakarta untuk berkuliah di Universitas Bina Nusantara. Sembari berkuliah, William juga menyambi sebagai operator warnet yang jam kerjanya dari pukul 9 pagi sampai 9 malam.

Di 'perjalanan' William bertemu dengan 'Nakama' seperti Leon, dan beberapa orang lainnya yang sama-sama ingin membangun perusahaan. "Dengan analogi One Piece, semua kapal harus memiliki kompas yang sama," papar William.

Pelajaran penting yang William ambil dari One Piece ialah 'mulai saja dulu'. Jangan takut untuk memulai. Karena jika belum mencoba, tentu ia tidak akan pernah tahu apakah mimpinya dapat terwujud.

2. Tersihir quote Steve Jobs untuk merekrut karyawan terbaik

Tidak mudah bagi Tokopedia untuk merekrut karyawan terbaik. (Foto: Instagram/@liamtanu)

William percaya, perusahaannya akan sukses jika memiliki karyawan terbaik. Ia menanamkan prinsip ini yang terlahir dari quote Pendiri Apple, Steve Jobs. Quote Steve Jobs mengajarkan William untuk membangun perusahaan terbaik maka ia harus merekrut karyawan kelas A.

Namun, tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk merekrut karyawan berkualitas. Setelah mendapatkan ide membangun Tokopedia, William mengikuti job fair di kampusnya untuk merekrut karyawan terbaik.

Selama dua hari Job Fair, tidak ada satupun mahasiswa yang mampir ke booth Tokopedia untuk melamar pekerjaan. Padahal, Tokopedia saat itu memiliki dua booth, satu dijaga William dan satunya lagi dijaga Leon.

"Kelas B dan C saja tidak ada yang apply, bagaimana saya mau hire kelas A," papar William tertawa, dalam sebuah seminar yang didokumentasikan Channel YouTube Kabari TV (5/11/2015) dengan judul William Tanuwijaya-CEO Tokopedia berbagi cerita sukses.

Mirisnya, booth perbankan di depan booth Tokopedia malah ramai didatangi calon pelamar kerja. Ini membuat William berpikir, masih banyak fresh graduate kala itu yang enggan bergabung dengan perusahaan start-up lantaran masa depannya tidak menjanjikan.

Baca juga:

Bisnis Tetap Berkembang di Tengah Wabah COVID-19, Begini Kiatnya

3. Serba salah mencari investor dan rekan

Tokopedia mendapatkan investor besar pada 2010. (Foto: Instagram/@liamtanu)

Calon investor yang ditemui William yakin Tokopedia akan sulit berkembang karena harus bersaing dengan e-commerce dunia seperti Alibaba ataupun eBay. Mereka juga tidak percaya dengan potensi Tokopedia karena sosok William bukan pebisnis maupun lulusan luar negeri. "Mereka bilang kepada saya jangan bermimpi terlalu tinggi," kenang William.

Tokopedia mendapatkan modal pertama dari bosnya di perusahaan ia bekerja. Mantan atasannya itu juga memberikan satu lantai di ruko sebagai kantor pertama Tokopedia. "Kami di lantai empat, di lantai satu sampai tiga untuk perusahaan lain," papar William. Saat itu, tahun 2009, Tokopedia baru memiliki empat karyawan, William, Leon, satu orang customer care dan, seorang IT Engineer.

Dalam mencari rekan bisnis seperti pihak perbankan dan logistik juga sulit. Namun, William mencoba kreatif dengan membuat akun bank pribadi sebagai sarana pembayaran pelanggan. "Saya shift malam untuk memantau transaksi pembayaran," paparnya.

Pihak logistik juga enggan bekerjasama dengan William. Lucunya, mereka merasa William ialah seorang konglemerat yang ingin membangun perusahaan logistik. Mereka takut akan tersaingi oleh William.

Akhirnya, pada 2010 Tokopedia mendapatkan modal dari SoftBank Group dan Square Capital senilai US$100 juta. Dua perusahaan konglomerat itu juga investor Alibaba dan Google.

Setelah mendapatkan investor, karyawan Tokopedia semakin bertambah. Pada 2011 karyawan Tokopedia mencapai 30 orang, 2012 mencapai 80 orang, 2013 bertambah menjadi 300 orang, dan 2014 ada 1000 orang. Menurut William, saat ini karyawan Tokopedia ada di kisaran 4000-5000 orang.

4. Tokopedia harapan UMKM

Banyak UMKM sukses di Tokopedia. (Foto: Instagram/@liamtanu)

e-Bay mungkin menjadi sarana terbaik di AS untuk menjual barang bekas. Namun, prinsip Tokopedia tidak hanya sebatas itu. e-commerce ini berhasil menjadi harapan para UMKM. Penjual di Tokopedia terdiri dari ibu rumah tangga, pekerja kantoran, hingga mahasiswa yang mencoba peruntungan di dunia wirausaha.

William mengatakan para penjual ini memiliki tujuan untuk membangun bisnis, bukan sekadar iseng-iseng berjualan. Contohnya ada seorang ibu rumah tangga yang kini berhasil memiliki 40 orang karyawan setelah memulai bisnis di Tokopedia.

Kemudian ada pula seorang pria berprofesi sebagai cleaning service yang sukses berbisnis lewat Tokopedia. Penghasilan cleaning service ini dari Tokopedia membantunya mendapatkan tambahan untuk membayar tagihan. Bahkan ia juga sudah memiliki karyawan.

"Karena purpose mereka ini ingin berbisnis, bukan sekadar menjual barang bekas. Semua orang (di Tokopedia) menemukan purpose mereka," tukasnya. (ikh)

Baca juga:

Bisnis Kecil Bertahan Saat Pandemi COVID-19, Apakah bisa?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ingin Mandiri Secara Finansial, tapi Kamu Kaum Rebahan?
Fun
Ingin Mandiri Secara Finansial, tapi Kamu Kaum Rebahan?

Kaum rebahan harus berpikir seribu kali kalau mau mandiri finansial.

Masa Pandemi, Fashion Desainer Manfaatkan Teknologi untuk Promosi Produk
Fashion
Masa Pandemi, Fashion Desainer Manfaatkan Teknologi untuk Promosi Produk

Beruntung zaman sekarang sosial media dan platform daring begitu berkembang.

Swiss Terapkan Standar Pembersihan Baru Jelang Pembukaan Perbatasan
Fun
Swiss Terapkan Standar Pembersihan Baru Jelang Pembukaan Perbatasan

Standar tersebut mencakup penerapan aturan jarak sosial dan disinfektan.

Tunggangan Dwayne Johnson dalam Layar Lebar
ShowBiz
Tunggangan Dwayne Johnson dalam Layar Lebar

Mobil-mobil memberikan pencitaraan pada Dwayne Johnson.

Drive-In Senja Hadirkan Pengalaman Nonton Film Luar Biasa di Tengah Pandemi
Fun
Drive-In Senja Hadirkan Pengalaman Nonton Film Luar Biasa di Tengah Pandemi

Drive In Senja siap mengobati rindu nonton bioskop.

Mengenal 5 Mobil Tercepat Jalan Raya Saat Ini
Fun
Mengenal 5 Mobil Tercepat Jalan Raya Saat Ini

Kemewahan diciptakan bertemu dengan sensasi kecepatan lebih dari 482 km/jam

Markle Umumkan Kehamilan Kedua pada Hari Valentine
ShowBiz
Markle Umumkan Kehamilan Kedua pada Hari Valentine

Tampaknya pengumuman tersebut sengaja dilakukan pada Hari Valentine untuk mengenang mendiang ibu Harry, Putri Diana.

Apakah Aman Mencuci Sayur dan Buah dengan Sabun?
Fun
Apakah Aman Mencuci Sayur dan Buah dengan Sabun?

Masih banyak orang mencuci sayur dan buah dengan sabun biar bersih.

Bantu Keluarga di Amerika, CEO Twitter Jack Dorsey Sumbang Rp211 Miliar
Fun
Bantu Keluarga di Amerika, CEO Twitter Jack Dorsey Sumbang Rp211 Miliar

Donasi tersebut dipicu oleh melonjaknya tingkat kemiskinan di AS akibat keruntuhan ekonomi

Bikin Heboh, Pria Pakai Masker dari Emas Padat
Fun
Bikin Heboh, Pria Pakai Masker dari Emas Padat

Gunakan Masker Wajah dari Emas Padat Asli, Pria Ini Jadi Sorotan di Internet