Wilayah Indonesia yang Diprediksi Bakal Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir Ilustrasi. (pixabay.com)

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan sepekan ke depan seluruh wilayah Indonesia masih terjadi potensi hujan dengan intensitas lebat disertai kilat petir dan angin kencang.

Wilayah Indonesia tersebut mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, hampir smeua wilayah di Pulau Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dan berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan gelombang tinggi,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Minggu (21/2).

Baca Juga:

75 RW di Jakarta Tergenang Banjir akibat Hujan Deras Sejak Jumat Malam

Sepekan ke depan (19-24 Februari) juga perlu diwaspadai peningkatan gelombang tinggi disejumlah perairan di wilayah Indonesia.

Yaitu gelombang dengan ketinggian 2,5 – 4 meter (kategori tinggi) yang berpeluang terjadi di Perairan utara Sabang-Selat Malaka bagian utara, Perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Pulau Enggano, Perairan selatan Pulau Jawa hingga NTB, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Pulau Jawa hingga NTB.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Prasetyo juga menyebutkan gelombang laut dengan ketinggian yang sama berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Natuna, Perairan Kepulauan Anambas, Laut Natuna, Perairan Kepulauan Bintan, Selat Makassar bagian selatan, Laut Maluku bagian Utara dan Perairan Kepulauan Sangihe.

Lalu di Perairan Halmahera Barat, Laut Halmahera, Perairan Raja Ampat bagian utara, Perairan Manokwari, Perairan barat Biak, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Kai-Kepualaun Aru, Laut Arafuru bagian timur dan selatan Merauke.

Kemudian adanya potensi gelombang sangat tinggi antara 4-6 meter yang berpeluang terjadi di Laut Natuna utara, Perairan Kepulauan Talaud, Perairan utara Halmahera, Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat.

Sedangkan ketinggian Laut Jawa meski hanya 1,25-2,5 meter (kategori sedang) tetap perlu diwaspadai terutama bagi aktivitas nelayan.

Selain itu juga perlu diwaspadai adanya potensi pasang surut harian air laut yang berbarengan dengan curah hujan tinggi yang dapat menghambat air hujan ke laut utamanya di Jakarta Utara, pesisir utara Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pangdam dan Kapolda Metro Jaya tinjau banjir di Cipinang Melayu. (Foto: Antara)
Pangdam dan Kapolda Metro Jaya tinjau banjir di Cipinang Melayu. (Foto: Antara)

Di samping itu, Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan Edison Kurniawan mengatakan adanya potensi pertumbuhan awan Cumulunimbus dengan cakupan spasial maksimum.

Yakni antara 50-75 persen selama sepekan ke depan diprediksikan di sebagian Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan bagian barat dan Maluku, sebagian Papua.

Kemudian di Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Sawu, Selat Makassar, Laut Sulawesi,, Laut Maluku, Laut Halmahera, Perairan barat Papua Barat, Samudra Hindia barat daya Bengkulu hingga NTT, Samudra Pasifik utara Papua dan Laut Arafuru.

Deputi Bidang Klimatologi Herizal menjelaskan, musim hujan 2020-2021 dipengaruhi dengan fenomena iklim global La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan hingga 40 persen, La Nina diperkirakan masih akan berlangsung setidaknya hingga Mei 2021.

Saat ini hampir sebagian besar wilayah Indonesia yaitu 96 persen dari Zona Musim telah memasuki musim hujan.Diprakirakan pada Maret-April 2021 curah hujan di sebagian besar Wilayah Indonesia masih berpotensi menengah hingga tinggi (200-500 mm/bulan).

Sedangkan sebagian besar Papua dan sebagian Sulawesi berpotensi mendapatkan curah hujan bulanan kategori tinggi-sangat tinggi atau lebih dari 500 mm/bulan.

Sementara Mei memasuki masa transisi dari musim hujan ke kemarau dan pada Juni-Agustus sebagian besar wilayah seperti Riau, Jambi, Sumsel, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan dan Papua diprakirakan mendapatkan curah hujan kategori menengah-rendah (20-150 mm/bulan).

Bulab September diprediksi juga masih kemarau, sementara Oktober memasuki transisi musim kemarau ke musim hujan dan diprakirakan November kembali memasuki musim hujan.

Baca Juga:

Ini Jalan-Jalan Tergenang Banjir di Jakarta, Arus Lalu Lintas Terganggu

Herizal menambahkan, musim kemarau diperkirakan lebih basah dibandingkan normalnya karena itu tetap perlu diwaspadai potensi bencana hidrometeorologi hingga April 2021. “Musim kemarau tahun ini tidak sekering musim kemarau pada biasanya atau juga dibandingkan musim kemarau 2019,” kata dia.

Karena itu masih perlu diwaspadai potensi banjir yang berpeluang terjadi pada Maret-April 2021. Namun juga perlu dimanfaatkan potensi curah hujan kategori menengah dan tinggi pada Maret dan April untuk mengisi waduk, bendungan dan embung sebagai cadangan air untuk mengantisipasi musim kemarau. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wasekjen Demokrat Pertanyakan Kapan Rakyat Divaksin COVID-19
Indonesia
Wasekjen Demokrat Pertanyakan Kapan Rakyat Divaksin COVID-19

"Persoalan sesungguhnya kapan vaksin itu bisa diberikan pada rakyat, berapa lama lagi harus menunggu," cuit Andi Arief

Puan Janji Pembahasan RUU Ciptaker Transparan
Indonesia
Puan Janji Pembahasan RUU Ciptaker Transparan

Puan Maharani berjanji, pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) dilakukan transparan

Bawaslu Sebut Pandemi COVID-19 Berpotensi Ganggu Pilkada 2020
Indonesia
Bawaslu Sebut Pandemi COVID-19 Berpotensi Ganggu Pilkada 2020

Hasil penelitian Bawaslu menyebutkan, pandemi berpotensi mengganggu pelaksanaan tahapan Pilkada 2020.

Pulang Ziarah, Korban Kecelakaan Bus di Sumedang Diyakini Mati Syahid dan Syahidah
Indonesia
Dua Cara Pemerintah Bereskan Gejolak Partai Demokrat
Indonesia
Dua Cara Pemerintah Bereskan Gejolak Partai Demokrat

Pemerintah tidak bisa membubarkan KLB lantaran ada UU yang mengatur

 Update COVID-19 Solo Bertambah 3 Pasien, Mahasiswa UNS dan Peserta Ijtima Ulama Gowa
Indonesia
Update COVID-19 Solo Bertambah 3 Pasien, Mahasiswa UNS dan Peserta Ijtima Ulama Gowa

Tiga tambahan pasien positif Covid-19 tersebut dua diantaranya adalah peserta Ijtima Ulama Gowa dan satu dari mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah asal Jakarta yang indekos di Solo.

Klinik Aborsi Ilegal Cari Pelanggan Lewat Medsos, Polri Gandeng Kemenkominfo
Indonesia
Klinik Aborsi Ilegal Cari Pelanggan Lewat Medsos, Polri Gandeng Kemenkominfo

Penawaran jasa aborsi ilegal di klinik aborsi Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat dikakukan lewat internet.

Baru 19 Bocah Teridentifikasi Jadi Korban WN Prancis, Polisi Bongkar Kendalanya
Indonesia
Baru 19 Bocah Teridentifikasi Jadi Korban WN Prancis, Polisi Bongkar Kendalanya

Kendala utama pihak kepolisian dalam mengidentifikasi korbannya adalah hampir semua korbannya tidak mempunyai KTP

PKS Nilai Kebijakan New Normal Sangat Berbahaya Jika Dipaksakan
Indonesia
PKS Nilai Kebijakan New Normal Sangat Berbahaya Jika Dipaksakan

Menurut Mardani, pemerintah jangan mengikuti negara lain.

Puluhan Tombak dan Senjata Tajam Disita, John Kei Masih Diperiksa Polisi
Indonesia
Puluhan Tombak dan Senjata Tajam Disita, John Kei Masih Diperiksa Polisi

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, perekam video mengatakan banyak orang memakai topeng berkumpul dan memecahkan kaca mobil di kawasan Green Lake City.