Wihara Dharma Bhakti Disesaki Pengunjung yang Ingin Berdoa dan Ribuan Pengemis Warga Tionghoa berdoa di Wihara Dharma Bakti. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Ribuan warga Tionghoa memenuhi Wihara Dharma Bakti atau Klenteng Kim Tek Le yang terletak di kawasan pecinan Petak Sembilan, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (25/1).

Mereka dengan khusyuk melakukan ritual kepada para dewa dengan membakar dupa. Ini dilakukan bertepatan dengan tahun baru Imlek 2571.

Baca Juga:

Tahun Baru Imlek, Anies Datangi Warga Tionghoa Jakarta di Wihara Dharma Bakti

Mereka membakar dupa seraya merapalkan doa. Peribadatan ini dinilai sangat sakral untuk meraih keberkahan.

Pengurus Wihara Dharma Bakti Lucas Tjang mengatakan, umat Konghucu yang datang ke sini sebanyak 5.000 hingga 6.000 orang. Mereka datang dari berbagai daerah untuk sembahyang di wihara yang bersejarah tersebut.

"Dari H-1 sampai hari ini jumlahnya bisa lebih dari 5.000 atau 6.000 orang," kata Lucas saat ditemui di lokasi.

Lucas menuturkan, banyak juga wisatawan dari mancanegara yang berkunjung ke Wihara Dharma Bakti. Mereka datang untuk mengambil momen perayaan tahun baru Imlek. "Iya ada wisatawan dari mancanegara," imbuhnya.

Mereka membakar dupa, merapalkan doa, di hadapan patung dewa atau rupang yang berada di 25 altar.

Ia mengatakan, umat Konghucu melakukan sembahyang di altar utama untuk kemudian berpindah ke altar selanjutnya. Pada setiap altar, rupang dewa sudah tertata rapi.

"Kita sudah bersihkan patung atau rupang para dewa berikut altar dan ruangannya," kata Lucas.

Umat berdoa di Wihara Dharma Bakti. (Foto: MP/Kanugrahan)
Umat berdoa di Wihara Dharma Bakti. (Foto: MP/Kanugrahan)

Lucas menuturkan, umat yang beribadah di perayaan Imlek ini memanjatkan doa untuk sang dewa agar kehidupannya kian berkah. Apalagi, shio tahun ini tikus logam. Shio tersebut memiliki arti keberkahan yang melimpah.

"Tikus itu binatang pekerja keras, gesit, dan ulet. Jadi tahun ini tanggalan jatuh ke tikus logam. Maknanya membawa kesehatan dan kemakmuran berlimpah bagi kita semua," jelas dia.

Di sisi lain, ribuan pengemis rela mengantre bahkan hingga menginap demi memburu angpao di halaman depan Wihara Dharma Bakti yang terletak di Jalan Kemenangan III, Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat.

Mereka berasal dari berbagai daerah dan beragam usia. Mulai dari lansia, dewasa hingga anak-anak.

Perubahan cuaca yang begitu cepat tak menyurutkan niat mereka untuk berburu angpao. Meskipun hujan atau panas, mereka tetap bertahan di tempat itu untuk menunggu keikhlasan dari umat Konghucu yang selesai beribadah.

Para pengemis tampak duduk berbaris di halaman kiri wihara. Sesekali mereka tampak berteriak untuk meminta angpao kepada umat yang sudah selesai beribadah. "Koh bagi angpaonya koh," teriak salah seorang pengemis.

Banyaknya jumlah pengemis yang berada di lokasi terkadang menyulitkan petugas untuk menertibkan mereka. Para petugas yang terdiri dari keamanan internal, satpol PP dan polisi ini sesekali menertibkan pengemis yang berdiri dan mencegat umat yang sudah selesai beribadah.

"Ayo mundur, mundur, yang tertib dong," teriak salah seorang petugas.

Baca Juga:

Satpol PP Amankan Perayaan Imlek di Jakarta

Suasana sempat sedikit tidak kondusif. Alhasil, umat yang hendak membagikan rezekinya ke pengemis disalurkan lewat petugas. Para petugas itu kemudian yang memberikan uang itu kepada para pengemis.

"Ini Rp10.000 ya seorang. Ayo tertib duduk saja ini kita bagikan," kata petugas.

Para pengemis memenuhi halaman Wihara Dharma Bakti. (Foto: MP/Kanugrahan)
Para pengemis memenuhi halaman Wihara Dharma Bakti. (Foto: MP/Kanugrahan)

Lucas Tjang mengaku tidak masalah dengan kehadiran ribuan pengemis. Menurut dia, momen Imlek adalah sarana untuk berbagi kepada sesama umat manusia.

Namun demikian, ia berpesan agar para pemburu angpao bersikap tertib sehingga tidak mengganggu lajur keluar masuk umat yang hendak beribadah.

"Itu dari keikhlasan hati para umat. Kita persilakan secara sukarela. Ini (pengemisnya) ada dari warga sini, ada dari luar. Mereka datang mengharapkan rezeki," ucap Lucas.

Seorang ibu bernama Sartini (45) turut serta membawa kedua anaknya untuk berburu angpao. Menurutnya, momen Imlek kerap dijadikan oleh dirinya untuk meraih rezeki. Ia dan anak-anaknya mengaku sudah mendapatkan uang sebesar Rp150.000 hingga saat ini.

"Ya bersyukur saja gak apa-apa lumayan ini. Semoga berkah," tutup Sartini. (Knu)

Baca Juga:

4 Hal Ini Wajib Dilakukan Sebelum dan Ketika Merayakan Imlek!


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH