WHO Tengah Kembangkan Aplikasi Pelacak COVID-19 WHO akan hadirkan aplikasi pelacak COVID-19 (Foto: puertoricolatingrill)

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) tengah menyiapkan aplikasi COVID-19 untuk orang-orang di negara yang kekurangan sumber daya, guna meninjau tanda-tanda virus corona dari rumah.

Menurut Reuters, agensi tersebut juga mempertimbangkan fungsi pelacakan kontak berbasis Bluetooth, mirip dengan yang diluncurkan di seluruh dunia pada aplikasi sejenis.

Baca Juga:

Mengintip Bocoran 'Calon' Fitur-fitur Baru yang Akan Hadir di Instagram

Applikasi pelacak COVID-19 dari WHO diharapkan dapat membantu pencegahan penyebaran virus Corona (Foto: pixabay/geralt)

Aplikasi besutan WHO itu memungkinkan para penggunanya untuk memasukan gejala (suhu badan tinggi atau batuk terus menerus), lalu memberi saran tentang kemungkinan mereka tertular virus.

Nantinya, informasi itu akan dipersonalisasi berdasarkan lokasi. Hal itu diungkapkan oleh Bernardo Mariano, kepala informasi WHO pada Reuters.

Aplikasi dari program yang tak disebutkan namanya itu, diharapkan akan diluncurkan secara global pada bulan ini. Pemerintah pun didorong untuk mengakses aplikasi dan merilis versi yang lebih personal untuk konstituen lokal.

Australia, Prancis, Inggris dan AS pun telah memperkenalkan aplikasi pelacak COVID-19, yang menggunakan Bluetooth untuk melakukan 'jabat tangan digital' antara pemilik smartphone.

Baca Juga:

Facebook Lebih Fresh dengan Tampilan Baru

WHO kabarnya akan merilis aplikasi tersebut terlebih dahulu di Amerika dan Afrika (Foto: pixabay/geralt)

Seperti yang dilansir dari laman PCMag, rencananya WHO akan merilis aplikasi tersebut di Afrika dan Amerika Selatan.

"Mungkin di beberapa wilayah Amerika selatan dan Afrika kekuarangan teknologi dan insinyur untuk mengembangkan aplikasi semacam itu. Manfaat aplikasi itu benar-benar untuk negara yang tidak memiliki apa-apa. Kami akan memberikan aplikasi tersebut ke negara yang tidak mampu, di mana negaranya memiliki sistem kesehatan yang rapuh," ucap Mariano.

Adapun tim insinyur dan desainer yang mengerjakan proyek tersebut yakni termasuk mantan karyawan Google dan Microsoft, yang secara sukarela meluangkan waktu mereka untuk membangun platform sumber terbuka, yang akan tersedia melalui GitHub.

Namun WHO masih mempertimbangkan penambahkan fungsi proximity tracing yang saat ini dilarang lantaran masalah hukum dan privasi. (Ryn)

Baca Juga:

Mengenal Fitur Baru Microsite Listening Together dari Spotify

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
New Normal: Restoran Igloos Pribadi untuk Setiap Tamu
Fun
New Normal: Restoran Igloos Pribadi untuk Setiap Tamu

Restoran dengan ukuran panjang yang luar biasa akan melindungi tamu dari virus.

Pangeran Harry dan Meghan Markle Bantah Bintangi Reality Show Netflix
Fun
Pangeran Harry dan Meghan Markle Bantah Bintangi Reality Show Netflix

Keduanya tidak mengikuti serial televisi mana pun, termasuk Netflix.

Ilmuwan Korea Selatan Kembangkan Robot untuk Tes Swab Corona
Fun
Ilmuwan Korea Selatan Kembangkan Robot untuk Tes Swab Corona

Sistem robot itu dikendalikan oleh joystick

BTS Ungkap Pahitnya Kehidupan Mereka
ShowBiz
BTS Ungkap Pahitnya Kehidupan Mereka

Menghadapi sasaeng, kebencian di daring dan merasa dikutuk.

Menikah di Atas Flying Fox, Berani?
Travel
Menikah di Atas Flying Fox, Berani?

Perusahaan asal California meluncurkan paket pernikahan zip line edisi terbatas.

Zara Akan Menutup 1.200 Gerainya di Seluruh Dunia
Fashion
Zara Akan Menutup 1.200 Gerainya di Seluruh Dunia

Penutupan gerai Zara fokus di Asia dan Eropa.

Kemenpora Dorong E-Sports Masuk Pembahasan UU Sistem Keolahragaan Nasional
Fun
Kemenpora Dorong E-Sports Masuk Pembahasan UU Sistem Keolahragaan Nasional

E-sports di Indonesia telah menunjukkan grafik peningkatan yang cukup signifikan

‘Brigderton’ Musim Kedua Mulai Tahap Produksi
ShowBiz
‘Brigderton’ Musim Kedua Mulai Tahap Produksi

Sayangnya Rege-Jean Page tak lagi berperan sebagai Duke of Hastings.

Kejutkan Penggemar, Fiersa Besari Comback lewat Album '20:20'
ShowBiz
Kejutkan Penggemar, Fiersa Besari Comback lewat Album '20:20'

Setelah rehat selama satu tahun dari industri musik, ia mengejutkan para penggemar dengan merilis album baru bertajuk 20:20.

Takashi Murakami Ceritakan Kebangkrutannya di IGTV
ShowBiz
Takashi Murakami Ceritakan Kebangkrutannya di IGTV

Padahal kolaborasi para artis ternama bersama Murakami terus terdengar beberapa tahun belakangan.