WHO Naikkan Level Penularan Corona di Indonesia, Ketua MPR: Pemerintah Harus Kerja Keras Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) (Foto: antaranews)

Merahputih.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menetapkan level penularan virus corona di Indonesia dalam tahap transmisi komunitas. Artinya penelusuran sumber penularan sulit dilakukan karena sudah meluas.

Ketua MPR, Bambang Soesatyo meminta Pemerintah dan tim gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 pengechekan rapid test secara menyeluruh.

"Termasuk menekankan isolasi mandiri secara konsekuen," kata Bamsoet dalam keteranganya, Selasa (21/4).

Baca Juga

Menkes Setujui PSBB Provinsi Banten, Jabodetabek Lebih Terintegrasi

Pemerintah pusat perlu bersama pemerintah daerah untuk secara optimal melakukan pengujian sampel secara masif, pelacakan pasien positif secara progresif, dan pelaksanaan isolasi orang-orang yang terpapar dengan ketat, guna mencegah penyebaran virus COVID-19 semakin meluas.

Pemerintah pusat perlu meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) dalam hal strategi pencegahan terjadinya penyebaran virus COVID-19 oleh pemudik jelang lebaran.

"Sehingga pemda dapat memiliki kesiapan, baik mulai dari kebijakan maupun sarana yang disiapkan bagi para pemudik/perantau yang berstatus ODP maupun PDP diisolasi yang disesuaikan dengan protokol kesehatan," jelas Bamsoet yang juga politikus Golkar ini.

Ia juga mendesak Pemerintah untuk segera memenuhi permintaan tenaga medis terkait kebutuhan APD dan alat-alat kesehatan lainnya agar dalam melaksanakan tugasnya, para tenaga medis dapat fokus dan merasa aman.

Dalam hal ini Kementerian Kesehatan, untuk segera mengevaluasi proses pendistribusian APD ke daerah yang dikeluhkan oleh sejumlah tenaga medis bahwa pendistribusian APD tersebut terhambat oleh panjangnya birokrasi dari pemerintah pusat ke daerah.

"MPR berpendapat sebaiknya Pemerintah mempermudah proses pendistribusian APD agar penanganan dapat dilakukan tepat waktu," imbuh Bamsoet.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet). (ANTARA/Aditya Pradana Putra/hp)
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet). (ANTARA/Aditya Pradana Putra/hp)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan model penularan virus Corona di Indonesia telah masuk tahapan penularan komunitas. Klasifikasi ini berarti Indonesia sudah mengalami penyebaran yang lebih besar dari penularan lokal atau community transmission.

Pakar epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, menyampaikan dalam tahap penularan komunitas, pelacakan orang yang menjadi sumber penularan akan lebih rumit. Karena wabah COVID-19 ini meluas dan orang-orang yang sudah terinfeksi di tengah masyarakat sukar diidentifikasi.

Apalagi orang yang terinfeksi Corona sekitar 76 persen terlihat sehat atau tidak bergejala. Lalu sekitar 11 persen hanya mengalami gejala ringan seperti flu atau batuk biasa.

"Orang-orang ini membawa virus dan mampu menularkan. Ini yang berbahaya, karena orang ini tidak sadar bahwa dia membawa virus," ujar Pandu kepada wartawan.

Baca Juga

Pemprov DKI Tegaskan Tidak Ada Uang Tunai di Dalam Paket Sembako

Akibatnya, akan banyak pasien yang positif menderita COVID-19 meski tidak bepergian ke negara yang terjangkit atau melakukan kontak dengan kasus lain yang terkonfirmasi. "Mereka ini tidak tahu terinfeksi di mana dan dari siapa. Penularan virus antar-orang terjadi di tengah masyarakat tanpa klaster yang jelas," tutupnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Meski Tak Disukai Masyarakat, Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Cabut PSBB
Indonesia
Meski Tak Disukai Masyarakat, Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Cabut PSBB

Mereka sudah mengaku kelelahan, bosan, dan membuang biaya besar selama tinggal dirumah.

Djoko Tjandra Diserahkan Ke Kejagung Malam Ini
Indonesia
Djoko Tjandra Diserahkan Ke Kejagung Malam Ini

Bareskrim menyerahkan Kejagung untuk memproses hukum perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

Hiendra Soenjoto, Penyuap Eks Sekretaris MA Nurhadi Dituntut 4 Tahun Penjara
Indonesia
Hiendra Soenjoto, Penyuap Eks Sekretaris MA Nurhadi Dituntut 4 Tahun Penjara

JPU KPK menuntut agar majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 4 tahun pidana penjara dan denda Rp150 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap Hiendra Soenjoto.

Pemprov DKI Manfaatkan Burung Kaki Bayam Rawat Lapangan Latih JIS
Indonesia
Pemprov DKI Manfaatkan Burung Kaki Bayam Rawat Lapangan Latih JIS

Ada kandangnya, ada pawangnya yang jagain

Lima Wilayah Jakarta Zona Merah, Pakar Epidemiologi: Ga Usah Balik ke PSBB
Indonesia
Lima Wilayah Jakarta Zona Merah, Pakar Epidemiologi: Ga Usah Balik ke PSBB

Kasus corona di Jakarta sudah sangat mengkhawatirkan.

[HOAKS atau FAKTA]: Ini Video Detik-detik Enam Anggota FPI Ditembak Mati Aparat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ini Video Detik-detik Enam Anggota FPI Ditembak Mati Aparat

Akun FB Ahmad Tsauri mengunggah sebuah foto yang menyatakan bahwa itu potongan video penembakan anggota FPI oleh aparat kepolisian.

Teknologi Industri 4.0 Diklaim Bikin Industri Makan dan Minum Efisien
Indonesia
Teknologi Industri 4.0 Diklaim Bikin Industri Makan dan Minum Efisien

Implementasi teknologi Industri 4.0 dapat menjadi solusi ketika pabrik belum dapat sepenuhnya beroperasi secara normal.

[HOAKS atau FAKTA]: Menangkan Jokowi, Burhanuddin Muhtadi Dapat Rp450 Miliar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menangkan Jokowi, Burhanuddin Muhtadi Dapat Rp450 Miliar

Informasi itu diposting oleh akun @/Dessyln_2812.

[HOAKS atau FAKTA]: Swab Test COVID-19 Sebabkan Kerusakan Jaringan Otak
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Swab Test COVID-19 Sebabkan Kerusakan Jaringan Otak

Tes COVID juga bisa menyebabkan pendarahan hingga kematian, dan pernah terjadi di Kanada.

 Pandemi COVID-19, Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Tiadakan Salat Tarawih
Indonesia
Pandemi COVID-19, Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Tiadakan Salat Tarawih

"Kami umumkan melalui pengeras suara kalau Salat Tarawih ditiadakan. Jamaah tidak boleh berkumpul di teras masjid," kata KH Muhtarom.