WHO Belum Temukan Vaksin Corona, Pemerintah Hanya Ingatkan Warga Waspada Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Pemerintah mengingatkan untuk menjaga kesehatan di masa pandemi virus corona. Pasalnya sampai saat ini obat atau vaksin corona belum ditemukan.

Juru bicara pemerintah terkait penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, menyebut hingga kini obat atau vaksin dari virus itu belum ditemukan.

Baca Juga:

Polisi Terpaksa Tambah Pos Penyekatan Mudik, Ini Alasannya

Organisasi WHO pun tidak bisa memastikan sampai kapan pandemi ini berlangsung.

"Kita belum mampu melawan secara langsung karena belum ada vaksin yang bisa diproduksi dan memunculkan kekebalan pada orang yang belum sakit," kata Yuri dalam kepada wartawan dalam konfrensi persnya secara virtual di BNPB, Rabu (20/5).

Jubir Corona Achmad Yurianto sebut sampai saat ini obat corona belum ditemukan
Jubir Pemerintah Achmad Yurianto (Foto: antaranews)

Perlindungan diri yang dimaksud Yuri adalah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Mulai dari rajin mencuci tangan, memakai masker, hingga menjaga jarak satu dengan lainnya. Hal itu dianggap efektif dalam mencegah penularan virus corona.

"Jaga jarak fisik saat ketemu orang, gunakan masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan secara sadar membatasi kegiatan di luar rumah adalah upaya agar kita tetap dalam posisi sehat dan tidak tertular," tambahnya.

Yuri mengingatkan kondisi penularan virus corona di Indonesia sudah masuk pada tahap transmisi lokal yang berarti penularan bisa terjadi di mana saja.

Menurutnya, butuh kerja sama semua pihak dalam mengatasi penyebaran ini.

"Mari kita pahami kembali hal mendasar dari pandemi ini. Bahwa virus ini ada di mana-mana, ada di sekitar kita, tidak lagi harus tergantung pada imported case, tapi sekarang ini sudah akan banyak didominasi transmisi lokal," pungkasnya.

Hingga Rabu (20/5), jumlah ODP yang masih dipantau ada sebanyak 44.703 orang. Sedangkan jumlah PDP ada sebanyak 11.705 orang.

Jika dibandingkan dengan data hari sebelumnya, jumlah ODP berkurang sebesar 597 orang. Pada Selasa (19/5), tercatat jumlah ODP di Indonesia ada 45.300 orang.

Sementara jumlah PDP berkurang 186 orang dari yang sebelumnya sebanyak 11.891 orang.

“Ini memberikan gambaran bahwa upaya melindungi diri masih belum berjalan dengan baik. Banyak yang abaikan protokol kesehatan, tidak gunakan masker, tidak jaga jarak, tidak kemudian menghindari kerumunan," imbuh Yuri.

Baca Juga:

Hewan Solo Zoo Terancam Kelaparan, Komunitas Pengusaha Mebel Sumbang Puluhan Juta

Orang yang status PDP menjadi prioritas pemeriksaan virus corona menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) atau swab test di laboratorium.

Sudah ada 211.883 spesimen yang diperiksa dengan metode tersebut, 19.189 orang di antaranya dinyatakan positif virus corona. Dari total jumlah pasien positif virus corona itu, 1.242 pasien meninggal dunia dan 4.575 pasien telah dinyatakan sembuh.(Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Tes Corona di Bandara Soetta Dimintai Duit Rp550 Ribu



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH