Whistleblower: Penanganan Konten Pelecehan Anak di Facebook Tidak Memadai Sebelumnya, Facebook juga dilaporkan karena merugikan anak-anak, memicu perpecahan, dan merusak demokrasi. (Foto: Pixabay/Firmbee)

SEORANG mantan karyawan Facebook mengatakan kepada pihak berwenang AS bahwa upaya Facebook untuk menghapus materi pelecehan anak dari platform "tidak memadai" dan "kurang sumber daya".

Tuduhan tersebut tertuang dalam dokumen yang dilihat oleh BBC News dan diserahkan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) dua minggu lalu. Pelapor anonim mengatakan moderator "tidak cukup terlatih dan tidak siap".

Baca Juga:

Facebook Siap Tingkatkan Keamanan di 2021

Facebook mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Kami tidak menoleransi pelecehan anak-anak yang menjijikkan ini dan menggunakan teknologi canggih untuk memeranginya."

"Kami telah mendanai dan membantu membangun alat yang digunakan oleh industri untuk menyelidiki kejahatan mengerikan ini, menyelamatkan anak-anak dan membawa keadilan bagi para korban."

Ditambahkan bahwa, mereka telah berbagi teknologi anti-penyalahgunaan dengan perusahaan lain. Pengungkapan itu muncul setelah mantan orang dalam Frances Haugen mengatakan kepada kongres AS awal Oktober bahwa platform Facebook merugikan anak-anak, memicu perpecahan, dan merusak demokrasi.

Minggu ini dia juga memberikan bukti kepada komite parlemen Inggris yang memeriksa RUU Keamanan Online yang diusulkan. Eksekutif senior dari Facebook, Twitter, Google, YouTube dan Tiktok juga akan memberikan bukti.

Tidak ada solusi

Facebook tidak mengetahui skala penuh masalah materi pelecehan anak karena tidak melacaknya. (Foto: Pixabay/Simon)

Pengungkapan terbaru datang dari pelapor yang tidak disebutkan namanya, dengan pengetahuan orang dalam tentang tim di Facebook yang dibentuk untuk mencegat materi berbahaya.

Dalam pernyataan tersumpah kepada SEC, yang mengatur pasar sekuritas dan melindungi investor, individu tersebut mengatakan tidak ada solusi untuk materi ilegal di Facebook. Sebab belum ada aset memadai yang ditujukan untuk masalah tersebut.

Mereka mengklaim bahwa tim kecil yang dibentuk untuk mengembangkan perangkat lunak yang dapat mendeteksi video anak-anak yang tidak senonoh telah dipecah dan digunakan kembali, karena dianggap terlalu rumit.

Facebook mengatakan menggunakan teknologi yang dikenal sebagai PhotoDNA dan VideoDNA, yang secara otomatis memindai gambar pelecehan anak yang diketahui. Setiap gambar yang ditemukan oleh penegak hukum di seluruh dunia dan dirujuk ke American National Center for Missing and Exploited Children, diberi kode pengenal unik.

Tuduhan lain dari pelapor termasuk:

1) Facebook tidak mengetahui skala penuh masalah materi pelecehan anak karena tidak melacaknya

2) Sebuah pertanyaan konstan yang diduga diajukan oleh manajer senior adalah, "Berapa laba atas investasi?"

3) Pelapor mengatakan kepada SEC bahwa ini adalah pertanyaan bisnis yang sah, tetapi tidak ketika menyangkut masalah keamanan publik yang kritis seperti pelecehan seks anak.

Baca Juga:

Fungsi Instagram dan Facebook Messenger Terbatas di Eropa, Ada Apa?

Bahaya grup Facebook

Juga ada peringatan tentang "Grup" Facebook, yang digambarkan sebagai "memfasilitasi bahaya". (Foto: Pixabay/ElisaRiva)

Dalam dokumen hukum lima halaman itu juga ada peringatan tentang "Grup" Facebook, yang digambarkan sebagai "memfasilitasi bahaya".

Grup-grup tersebut, yang banyak di antaranya hanya dapat dilihat oleh anggota, adalah tempat "banyak perilaku mengerikan dan menjijikkan terjadi".

Pedofil menggunakan kata-kata kode untuk menggambarkan jenis anak, jenis aktivitas seksual. Mereka menggunakan layanan Messenger terenkripsi Facebook atau Whatsapp untuk membagikan kode-kode ini, dan berubah secara rutin.

Facebook mengatakan kepada BBC bahwa mereka memindai grup pribadi untuk konten yang melanggar kebijakannya dan memiliki 40 ribu orang yang bekerja pada keselamatan dan keamanan, dengan investasi lebih dari USD 13 miliar atau sekitar Rp 185,2 kuadriliun sejak 2016. Mereka menyatakan telah menindak 25,7 juta keping konten untuk eksploitasi seksual anak pada Q2 tahun 2021.

Sir Peter Wanless, kepala eksekutif NSPCC, mengatakan: "Pengungkapan ini menimbulkan pertanyaan mendalam dan mengganggu tentang komitmen Facebook untuk memerangi pelecehan anak ilegal di layanannya".

"Untuk pertama kalinya, bukti dari dalam Facebook menunjukkan bahwa mereka telah melepaskan tanggung jawab mereka untuk menangani materi pelecehan seksual anak secara komprehensif," dia menambahkan.

Mantan karyawan tersebut mengakhiri pernyataan mereka dengan menulis, "Kecuali ada ancaman yang kredibel dari tindakan legislatif dan/atau hukum. Facebook tidak akan berubah." (aru)

Baca Juga:

Facebook, Google, dan Twitter Siap Tindak Tegas Hoaks Vaksin Virus Corona

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rockstar Games Bentuk Label Rekaman Dance Music
Fun
Rockstar Games Bentuk Label Rekaman Dance Music

Pengembang skaligus publisher game GTA segera bentuk label rekaman dance music.

Biak Ditawarkan sebagai Lokasi Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Space X
Fun
Biak Ditawarkan sebagai Lokasi Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Space X

Pemerintah tetap memiliki ambisi menjadikan Biak sebagai lokasi peluncuran pesawat luar angkasa.

Mengenal 'Lokapala', Satu-Satunya Game Lokal di PON Papua 2020
Fun
Mengenal 'Lokapala', Satu-Satunya Game Lokal di PON Papua 2020

Game MOBA lokal yang siap bersaing di pasar dunia.

Rumah Mode Barli Asmara Gelar Peragaan Busana Virtual
Fashion
Rumah Mode Barli Asmara Gelar Peragaan Busana Virtual

Dalam rangka merayakan hari ulang tahun mendiang Barli Asmara, rumah mode dari Barli Asmara menggelar sebuah acara peragaan busana virtual

Cari Gebetan di Liburan, Susah?
Fun
Cari Gebetan di Liburan, Susah?

Pernahkah kamu melakukan hubungan romantis sesaat?

Prediksi Oscar 2021: Siapa Aktris yang Raih Penghargaan?
ShowBiz
Prediksi Oscar 2021: Siapa Aktris yang Raih Penghargaan?

Prediksi siapa yang akan membawa pulang piala Oscar pun mulai bermunculan.

Bedakan Sakit Kepala dan Migren
Hiburan & Gaya Hidup
Bedakan Sakit Kepala dan Migren

Migren secara teknis berbeda dan jauh lebih dari sekadar sakit kepala yang parah.

Lapis Serawak, Kue Paling Rumit di Dunia
Fun
Lapis Serawak, Kue Paling Rumit di Dunia

Keterampilan dan waktu yang dibutuhkan dalam membuatnya, membuat lapis Serawak salah satu kue paling rumit di dunia.

Suzuki Jimny Direcall, Ada Apa?
Fun
Suzuki Jimny Direcall, Ada Apa?

Belum lama ini ada sebuah kabar yang cukup mengejutkan. Suzuki Indomobil Sales (SIS) Jum'at kemarin (17/09) mengumumkan recall atau penarikan kembali Jimny di Indonesia.

Jangan Asal Isi Profil Aplikasi Kencan Supaya Gampang 'Match'
Fun
Jangan Asal Isi Profil Aplikasi Kencan Supaya Gampang 'Match'

Buat isi profil aplikasi kencan kamu dengan menarik.