WhatsApp Kedatangan Bot Pemberantas Hoaks Baru WhatsApp hadirkan 'senjata baru' untuk memberantas hoaks COVID-19 (Foto: pixabay/mih83)

WHATSAPP baru-baru ini kehadiran 'senjata' baru untuk memberantas hoaks tentang virus Corona yang beredar di platformnya.

Seperti yang dilansir dari laman Tech Crunch, layanan messaging itu kedatangan sebuah bot pengecek fakta dari Poynter Institute yang siap memberantas hoaks.

Baca Juga:

Baca Juga: India Wajibkan Semua Pekerja Gunakan Aplikasi Pelacak COVID-19

Bot tersebut memungkinkan pengguna WhatsApp di seluruh dunia, guna mengecek keberanan lebih dari 4.000 hoaks terkait COVID-19 yang telah beredar.

Tampilan bot pemberantas hoak milik poynter (Foto: techcrunch)

Database hoaks yang dimiliki Poynter berisikan tentang rumor yang sudah terbukti salah, seperti halnya klaim 5G mengakibatkan virus Corona. Bot tersebut mengandalkan informasi yang disediakan sekitar 100 pengecek fakta independen yang tersebar di 70 negara.

"Miliaran pengguna mengandalkan WhatsApp untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun teman mereka setia bulan. Sejak aktor jahat menggunakan semua platform dalam menyebar kebohongan untuk menyesatkan orang lain selama masa-masa sulit, Saat ini pekerjaan pengecek fakta menjadi lebih penting dari sebelumnya," tutur Director International Fact-Checking Network, Baybars Orsek.

Kini bot tersebut baru tersedia dalam bahasa Inggris saja. Tapi WhatsApp mengatakan layanan ini akan tersdia dalam bahasa lainnya, seperti spanyol, hindi dan portugis.

Untuk kamu yang ingin berkomunikasi dengan chatbot dan mengecek kebenaran sebuah berita yang diterima, para pengguna dapat menyimpan nomor +1 (727) 2912696 ke dalam kontak, lalu memulai percakapan dengan mengetik hi.

Baca juga:

Militer Amerika Akan Hadirkan Robot Pembunuh Virus Corona

Bila kamu tak ingin repot menyimpan nomor, kamu bisa mengklik https://poy.nu/ifcnbot untuk mengirim pesan. Usai kamu mengirim kata hi pada bot, ketiklah 1 guna memicu bot mengirim pesan baru, yang menanyakan pengguna WhatsApp untuk memasukan kata kunci maupun kalimat pendek yang mau ditelusuri.

Chatbot diharapkan bisa meredam penyebaran hoaks pada WhatsApp (Foto: pixabay/webster2703)

Chatbot pada WhatsApp ini mengidentifikasi para pengguna dari negara asalnya, melalui kode nomor telepon. Selain itu tersedia juga informasi yang sudah dicek faktanya oleh organisasi yang terdekat dengan pengguna. Tak hanya itu, chatbot juga membagikan tips umum guna melawan pandemi virus COVID-19.

Chatbot merupakan upaya terbaru dari WhatsApp, guna mencegah penyebaran hoaks pada platformnya. Dalam beberapa bulan terakhir, WhatsApp juga telah berkolaborasi dengan WHO dalam meluncurkan layanan informasi yang menjangkau lebih dari 10 juta pengguna dalam hitungan hari. (Ryn)

Baca Juga:

India Wajibkan Semua Pekerja Gunakan Aplikasi Pelacak COVID-19

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH