Media Sosial
WhatsApp Dituntut Soal Privasi Data Pengguna di India WhatsApp dituntut karena Privasi data di India. (Foto: Antara)

APLIKASI chatting milik Facebook, WhatsApp, menghadapi tantangan hukum setelah diajukannya sebuah petisi di pengadilan India, Kamis (14/1). dalam petisi tersebut dinyatakan bahwa kebijakan WhatsApp yang baru saja diperbarui mengancam privasi pengguna.

Dilansir dari Antara Jumat (15/1), WhatsApp yang berbasis di California, mengumumkan sebuah pembaruan privasi pada 4 Januari 2020. Pembaruan tersebut digunakan untuk berbagi beberapa data pengguna, seperti lokasi dan nomor telepon, dengan Facebook dan beberapa platform milik Facebook lainnya, seperti Instagram dan Messenger.

Menurut laporan dari Reuters, hal itu lalu memicu kemarahan pengguna di berbagai negara. Termasuk di salah satu negara pasar terbesarnya, yakni India yang memiliki sekitar 400 juta pengguna.

Baca juga:

Aturan Baru WhatsApp, Pengguna Dipaksa Setuju atau Akun Hilang?

WhatsApp Dituntut Soal Privasi Data Pengguna di India
Pembaruan kebijakan WhatsApp juga mengalami kendala di Turki. (Foto: gsmarena)

Pembaruan tersebut juga menghadapi permasalahan di Turki. Dewan persaingan usaha di negara tersebut pada pekan ini memulai penyelidikan terhadap layanan olah pesan itu serta induk layanan tersebut.

Di India sendiri, dilaporkan banyak pengguna yang mulai memasang aplikasi saingan WhatsApp seperti Signal atau Telegram. "Ini secara virtual memberikan profil 360 derajat ke dalam aktivitas online seseorang," ujar pengacara Chaitanya Rohilla terkait petisi tentang kebijakan baru WhatsApp.

Petisi yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Delhi tersebut mengatakan bahwa, WhatsApp dapat membahayakan keamanan nasional dengan membagikan, mentransmisikan, dan menyimpan data pengguna di negara lain, dengan informasi yang diatur oleh undang-undang asing.

"WhatsApp telah mengolok-olok hak dasar kami atas privasi," bunyi petisi tersebut.

Baca juga:

Percakapan dalam Whatsapp Tetap Terlindung Enkripsi

WhatsApp Dituntut Soal Privasi Data Pengguna di India
WhatsApp memberi batas waktu hingga 8 Februari untuk pengguna menyetujui pembaruan ini. (Foto: Unsplash/christian wiediger)

WhatsApp memberi batas waktu hingga 8 Februari 2020 untuk pengguna menyetujui persyaratan barunya.

"Jenis perilaku sewenang-wenang dan keributan ini tidak dapat diterima dalam demokrasi dan sepenuhnya 'ultra vires' (di luar kekuasaannya) dan bertentangan dengan hak-hak fundamental sebagaimana tercantum dalam Konstitusi India," tulis petisi tersebut.

Kasus ini akan disidangkan oleh Pengadilan Tinggi Delhi pada hari Jumat (15/1). Hingga kini, WhatsApp tidak menanggapi permintaan komentar yang diajukan oleh Reuters.

Sebelumnya WhatsApp sempat mengatakan pembaruan kebijakan tersebut tidak akan mempengaruhi privasi pesan pengguna dengan teman dan keluarga, karena obrolan grup dienkripsi, dan perubahan hanya terkait dengan interaksi dengan akun bisnis. (Kna)

Baca juga:

Pilih WhatsApp Beriklan atau WhatsApp Berbayar Rp14 Ribu Setahun?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mulia, Museum di Polandia Ini Didedikasikan untuk Kucing
Fun
Mulia, Museum di Polandia Ini Didedikasikan untuk Kucing

Museum ini benar-benar menghargai kucing.

Pemuda, Ayo Pulih dari Pandemi
Fun
Pemuda, Ayo Pulih dari Pandemi

Pandemi jangan menjadi alasan untuk menyerah dengan perjuangan.

Sisi Gelap Industri Kpop yang Dikuak Trainee
ShowBiz
Sisi Gelap Industri Kpop yang Dikuak Trainee

Dunia gemerlapan Kpop, menyimpan sisi gelapnya dengan rapat.

Hacker Rusia Dilaporkan Mencuri Data Pemerintah AS, Apa Motifnya?
Fun
Hacker Rusia Dilaporkan Mencuri Data Pemerintah AS, Apa Motifnya?

Para peretas yang diduga berasal dari Rusia dilaporkan telah mencuri data dua jaringan Pemerintahan Amerika Serikat.

The Last of Us Versi HBO Berencana Perluas Cerita dari Game
Hiburan & Gaya Hidup
The Last of Us Versi HBO Berencana Perluas Cerita dari Game

Serial tersebut justru akan memperluas cerita untuk membuat penonton mengerti hubungan Joel dan Ellie di serial TV HBO.

'Hutan Vertikal' Unik di Tengah Kota Jadi Sorotan Internasional
Fun
'Hutan Vertikal' Unik di Tengah Kota Jadi Sorotan Internasional

Bosco Vertical 'Hutan Vertikal 'di Tengah Kota yang memiliki keunikan dan berbagai keunggulan

Dalami Karakter Pemimpin Korea Utara, Yoo Yeon Seok Berguru pada Seorang Pembelot
ShowBiz
Dalami Karakter Pemimpin Korea Utara, Yoo Yeon Seok Berguru pada Seorang Pembelot

Yoo Yeon Seok berperan sebagai pemimpin Korea Utara di film Steel Rain 2: Summit.

Panggung Kpop Penuh Tragedi
ShowBiz
Panggung Kpop Penuh Tragedi

Idola Kpop tidak bebas dari bencana besar.

‘M to the B’ Bella Poarch Jadi Video Paling Viral di TikTok 2020
Fun
‘M to the B’ Bella Poarch Jadi Video Paling Viral di TikTok 2020

Video lipsync lagu M to the B-nya berhasil ditonton 530 juta kali.

3 Rumor Kecantikan yang Tidak Seharusnya Dipercaya
Fun
3 Rumor Kecantikan yang Tidak Seharusnya Dipercaya

Diklarifikasi oleh ahli kecantikan dan dokter kulit