Wayang Thengul, Bersahaja di Tengah Semarak Pekan Wayang 2017 Wayang Thengul berbeda dengan wayang golek Jawa Barat karenya (Foto: Blog Embunkgs)

Wayang sudah menjadi bagian dari tradisi tanah air kita Indonesia. Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang sudah disahkan sebagai pertunjukan khas Indonesia oleh UNESCO sejak 2003. Wayang berkembang pesat di Jawa dan Bali, juga populer di Sumatera dan Semenanjung Malaya.

Secara harafiah, wayang berarti boneka tiruan yang terbuat dari pahatan kulit atau kayu (juga berkembang pula wayang bambu dan wayang rumput). Kata 'wayang' muncul dari asal kata bahasa Indonesianya 'bayang'. Ada pula yang berpendapat wayang dari kata 'Ma Hyang', yang merujuk kepada roh, Tuhan, atau pun dewa. Tradisi sejak tahun 800-an ini dimainkan dengan cara bercerita. Dalang memainkan boneka-boneka tersebut sebagai sosok tertentu dan bercerita diiringi alunan lagu.

Kesenian wayang pun memiliki acara rutinnya sendiri, Pekan Wayang. Pekan Wayang 2017 diadakan di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, dan merupakan pagelaran ke-20. Acara yang berlangsung tanggal 18-22 April 2017 ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti pameran produk UMKM wayang, Festival Dalang Muda, Festival Dayang Cilik, serta Festival Sinden Remaja.

Seorang perajin membuat tokoh Wayang Thengul di salah satu stan pameran pada Pekan Wayang 2017 di Taman Budaya Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/4). (Foto Antara/Moch Asim)

Salah satu stan yang ada pada pamerannya adalah Wayang Thengul. Apakah Sahabat Merahputih pernah mendengarnya? Wayang Thengul merupakan wayang golek asli Bojonegoro, ditampilkan dengan diiringi sinden dan musik gamelan jawa berlaras slendro yang jadi ciri khas gamelan Jawa Timur.

Wayang golek umumnya lebih banyak mengangkat cerita Carangan atau Wayang Purwa seperti Mahabarata dan Ramayana. Namun, Wayang Thengul mengangkat cerita rakyat seperti cerita Wayang Gedhog (cerita Kerajaan Majapahit) dan Wayang Menak (cerita panji serta cerita para wali). Selain itu, ada juga yang menceritakan cerita Serat Damarwulan.

Wayang Thengul ini diciptakan tahun 1930-an oleh Sumijan, yang pertama kali mempopulerkannya dengan cara mengamen dari satu desa ke desa lain. Kesenian ini kemudian berkembang dan ditampilkan di berbagai acara seperti hajatan, pernikahan, bersih desa, dan lainnya. Namun, itu semua belum cukup. Saat ini Wayang Thengul baru populer di daerah lokalnya, masih butuh dijaga dan dilestarikan agar tetap eksis di Indonesia.

Melalui Pekan Wayang dan berbagai festival kesenian, termasuk acara-acara setempat, diharapkan nama Wayang Thengul kian terdengar. Mari cintai budaya serta kesenian tradisional Indonesia dan bantu melestarikannya hingga ke anak-cucu kita.

Baca juga: Festival Wayang Topeng 2017 Digelar di Yogyakarta dan Zak Sorga, Membangun Mental Korban 'Broken Home' Lewat Wayang Daun.



Irene Gianov

LAINNYA DARI MERAH PUTIH