Waspadai Penumpang Gelap Aksi Massa UU Cipta Kerja Ratusan buruh melakukan long march menuntut dicabutnya pengesahan omnibus law undang-undang Cipta Kerja di jalan Gatot Subroto, Kota Tangerang, Banten, (6/10). Foto: Merahputih.com/Rizki Fitrianto

MerahPutih.com - Situasi pasca disahkannya UU Cipta Kerja dinilai memanaskan situasi politik di masyarakat. Hal ini bisa berimbas kepada terganggunya keamanan dan ketertiban.

Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta berharap, aparat keamanan mampu mewaspadai gerakan-gerakan yang berpotensi membuat kegaduhan. Menurutnya, tak menutup kemungkinan akan ada penumpang gelap muncul untuk memprovokasi masyarakat yang hendak melakukan demonstrasi.

"Secara khusus aparat keamanan harus mewaspadai adanya pihak-pihak tertentu yang dapat disebut sebagai penumpang gelap, yang memprovokasi massa untuk tujuan lain seperti mengganggu pemerintah," ucap Stanislaus kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/10).

Baca Juga

Pengamat Nilai Kegaduhan UU Cipta Kerja Terjadi Karena Minim Sosialisasi dan Komunikasi

Dia berpendapat, melakukan pendekatan hukum untuk menenangkan masyarakat yang menolak Cipta Kerja, tak akan bisa diselesaikan begitu saja.

"Pemerintah harus membuka pintu dialog, masalah seperti ini tidak akan selesai jika hanya berdasarkan pendekatan hukum. Dengan dialog maka akan mengurangi aksi jalanan," kata dia.

Stanislaus meminta agar pemerintah dapat mengendalikan para penolak Cipta Kerja ini, mengingat banyaknya pihak-pihak yang hendak memanfaatkan situasi untuk melakukan perlawanan.

"Situasi ini harus cepat dikendalikan pemerintah, supaya tidak didominasi oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan tertentu yang sifatnya kontraproduktif dengan situasi saat ini," ujarnya.

Ia menambahkan, tingkat kerawanan atas penolakan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja, sangat tinggi. Para demonstrasi dipandang mudah untuk di provokasi.

Stanislaus berpandangan, emosional yang dimiliki para penolak Omnibus Law membuat mereka mudah dimanfaatkan pihak-pihak tertentu. Situasi ini harus cepat dikendalikan pemerintah, supaya tidak didominasi oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan tertentu yang sifatnya kontraproduktif

Situasi saat ini tingkat kerawanannya sangat tinggi, terutama terkait fokus pemerintah pada penanganan pandemi COVID-19.

"Selain itu isu yang terkait dengan RUU Cipta Kerja sangat populis dan mudah untuk menarik massa, sangat riskan jika dimanfaatkan oleh kelompok tertentu," kata Stanislaus.

Lantas, ia juga menilai pemerintah kurang merespons provokasi media sosial terkait banyaknya penolakan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Stanislaus berpandangan, jika narasi terhadap isu ini dibiarkan beredar begitu saja di media sosial, maka efek negatif di kalangan masyarakat akan semakin meluas. Ini yang cukup berkontribusi memanaskan situasi

"Iya pemerintah nampak kurang respon terhadap narasi-narasi di sosial media. Ketika dibiarkan oleh pemerintah maka publik akan menganggap itu benar. Ini yang cukup berkontribusi memanaskan situasi," kata dia.

Menurutnya, peran buzzer tidak akan ada dalam menghalau gerakan narasi yang mendiskreditkan pemerintah. Lantas, dia meminta agar pemerintah muncul di tengah-tengah masyarakat.

"Saya kira ini bukan tugas buzzer, tetapi tugas pemerintah selaku penyelenggara untuk hadir di tengah masyarakat. Buzzer, siapapun yang mengendalikan, tidak dan bukan mewakili pemerintah," ujarnya.

Tidak hanya itu, peran aparat keamanan dalam melakukan patroli siber perlu dilakukan, namun tidak dengan cara-cara represif.

"Ya perlu tapi bukan ditanggapi dengan represif, kecuali yang sudah melakukan fitnah atau ujaran kebencian, yang perlu dilakukan adalah kontra narasi," kata dia.

Baca Juga

Omnibus Law Dinilai Ancam Pekerja di Sektor Kelistrikan

Stanislaus menambahkan, semua pihak harus membangun negosiasi atau dialog mengenai UU Cipta Kerja. Pasalnya, jika itu tidak dilakukan maka akan merugikan banyak orang.

"Sebaiknya semua pihak calm down dan melakukan dialog. Tidak perlu saling konfrontasi karena masyarakat banyak yang akan dirugikan," tutup dia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Istiqlal Digelar Besok
Indonesia
Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Istiqlal Digelar Besok

"Pemotongan besok, dimulai pukul 8 pagi," kata Wakil Kepala Bidang Penyelenggara Peribadatan Masjid Istiqlal, Abu Hurairah

Pria 78 Tahun Jadi Korban Meninggal Pertama Akibat Corona di Australia
Indonesia
Pria 78 Tahun Jadi Korban Meninggal Pertama Akibat Corona di Australia

Jumlah kasus terinfeksi COVID-19 di Australia mencapai 25 kasus

Jokowi Sidak Kesiapan Banyuwangi Jadi Prototipe Wisata New Normal di Indonesia
Indonesia
Jokowi Sidak Kesiapan Banyuwangi Jadi Prototipe Wisata New Normal di Indonesia

Banyuwangi bersama Bali telah ditunjuk Pemerintah sebagai role model untuk re-opening pariwisata di Tanah Air New Normal COVID-19.

Buka Kembali Sekolah, Kemendikbud Pastikan tidak Korbankan Keselamatan Guru dan Murid
Indonesia
Buka Kembali Sekolah, Kemendikbud Pastikan tidak Korbankan Keselamatan Guru dan Murid

"Kalau itu menyangkut pendidikan tinggi, tentu ini menyangkut Tri Dharma perguruan tinggi," kata dia

Perbaiki Citra Bayar Influencer Rp90,4 M, Pemerintah Dicap Memanipulasi Rakyat
Indonesia
Perbaiki Citra Bayar Influencer Rp90,4 M, Pemerintah Dicap Memanipulasi Rakyat

"Dan ini bahaya, karena rakyat akan termanipulasi," tutup Ujang.

Jumlah Kader PDIP yang Maju di Pilkada Serentak Plus Gambaran Koalisinya
Indonesia
Jumlah Kader PDIP yang Maju di Pilkada Serentak Plus Gambaran Koalisinya

PDIP berkomitmen terhadap keterwakilan perempuan

Korban Tewas Virus Corona di Tiongkok 170 Orang, 102 WNI di Wuhan Masih Aman
Indonesia
Korban Tewas Virus Corona di Tiongkok 170 Orang, 102 WNI di Wuhan Masih Aman

Di Wuhan terdapat 102 warga negara Indonesia (WNI) yang sudah tidak bisa keluar sejak 23 Januari

Panglima TNI Mutasi 14 Perwira Tinggi TNI AD dan TNI AL
Indonesia
Panglima TNI Mutasi 14 Perwira Tinggi TNI AD dan TNI AL

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, kembali melakukan mutasi jabatan di lingkungan TNI.

Kepala Staf Presiden Brazil Positif COVID-19
Dunia
Kepala Staf Presiden Brazil Positif COVID-19

Dia masih akan menjalani isolasi sampai pemeriksaan lanjutan dan evaluasi medis dilakukan, dan masih bertugas secara virtual.

Anies-Rizieq Shihab Cuma Minum Teh, Tak Bahas Politik
Indonesia
Anies-Rizieq Shihab Cuma Minum Teh, Tak Bahas Politik

Tengku mengaku dalam pertemuan tersebut mereka hanya melepas rindu sambil minum teh dan tidak ada pembicaraan yang mengarah ke unsur politik.