Waspadai Ledakan Saat Menghisap Vape Bahaya vape bisa sampai meledak saat dihisap. (Foto: Pexels/ Isabella Mendes)

Saat ini, untuk menyudahi kebiasaan merokok banyak orang memilih beralih ke vape (rokok elektrik). Vaping diperkaya dengan berbagai varian rasa yang diyakini bisa mengalihkan orang dari tembakau.

Berbeda dengan rokok tembakau, vape bisa digunakan berulangkali dengan cara di-charger. Anda bisa merasakan sensasi merokok seharian sesuai dengan daya tahan baterai. Namun apakah rokok elektrik lebih aman dari tembakau?

Segala sesuatu yang elektrik pasti mengandung listrik dan berisiko dapat meledak atau terbakar. Dr. Anne Magner dari University of Colorado Hospital Burn Center, dikutip dari NBC mengungkapkan berdasarkan beberapa kasus luka bakar yang ia tangani akibat ledakan rokok elektronik. Ledakan dari vape tersebut cukup fatal, dan beberapa orang bahkan membutuhkan transplansi kulit.

Banyak faktor yang menyebabkan vape bisa meledak, pemakaian yang sembarangan, charger, dan arus listrik berlebih. Jika temperatur meningkat hingga 46 derajat celcius ledakan bisa terjadi tanpa peringatan.

Baterai yang digunakan vape sama dengan baterai pada handphone yaitu Lithium-ion. Berbeda dengan handphone, baterai vape berbentuk silinder, jika tekanan vape silinder meningkat akibat kegagalan baterai dan kontainer, maka ledakan juga dapat terjadi.

Pada dasarnya, baik rokok tembakau ataupun elektrik tetap harus Anda jauhkan, karena keduanya mengandung nikotin, zat adiktif yang membuat kecanduan. Jika Anda ingin berhenti merokok, Anda tidak harus beralih ke elektrik, akan lebih baik jika Anda menghindari nikotin.

Baca juga berita terkait: Cara Membuat Parfum Dari Bunga



Kapten

LAINNYA DARI MERAH PUTIH