Waspadai Gelombang Tinggi, BMKG Imbau Nelayan Tidak Melaut Ilustrasi nelayan tradisional. (MP/Rizki FItrianto)

MerahPutih.com - Para nelayan tradisional diimbau mewaspadai gelombang tinggi mencapai 2,5 meter di Laut Arafura, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, pada beberapa hari ke depan.

"Gelombang setinggi 2,5 meter berbahaya bagi nelayan yang hendak menangkap ikan dengan armada tradisional," kata Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon George Mahubessy, seperti dikutip dari Antara di Maluku, Senin (13/11).

Laut Arafura merupakan 'surga' penangkapan aneka jenis ikan bernilai ekonomis yang diburu para nelayan. Begitu pula, Laut Arafura secara geografis letaknya berdekatan dengan Australia.

Apalagi, kata Mahubessy, adanya awan gelap (cumulonimbus) di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

Karena itu, para nelayan yang hendak menangkap ikan jangan memaksakan diri melaut hanya dengan mengandalkan armada tradisional.

"Armada tradisional berupa perahu tersebut tidak kuat menahan gempuran ombak empat meter sehingga lebih baik mengantisipasi kemungkinan terjadinya musibah laut," katanya.

Imbauan tersebut telah diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku maupun sembilan kabupaten dan dua kota.

Begitu pun, kepada para Bupati maupun Wali Kota se- Maluku agar mengingatkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) teknis agar memperhatikan peringatan dini dari BMKG.

"Dalam kondisi cuaca ekstrem, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru," tegasnya.

Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan. (*)



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH