Waspadai Angin Kencang Disertai Petir di Jakarta Kilatan petir menjalar di langit Jakarta, Sabtu (1/4/2017). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pd/aa. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

MerahPutih.com - Warga DKI Jakarta diminta waspadai dengan cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai petir di tiga wilayah pada Selasa (26/1).

"Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat antara siang dan sore hari," demikian pernyataan peringatan dini BMKG.

Baca Juga

BMKG Prediksi Bakal Terjadi Cuaca Ekstrem

Cuaca pada siang hingga sore hari di Jakarta sebagian akan diguyur hujan berskala ringan di antaranya di Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, sementara wilayah lainnya diperkirakan berawan.

Beranjak pada malam hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan. Sedangkan, hujan ringan berlangsung pada dini hari di Kepulauan Seribu serta Jakarta Utara.

bogitw
Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: Pixabay/bogitw

BMKG melaporkan rata-rata suhu udara di di wilayah Jakarta berkisar antara 23 hingga 31 derajat celsius dengan tingkat kelembapan 80 hingga 100 persen.

BMKG juga memperkirakan cuaca di wilayah Kota Bogor dan Kota Depok, Jawa Barat, akan terjadi hujan pada siang hari berskala sedang.

Situasi hujan di wilayah Bogor dapat mempengaruhi debit Bendung Katulampa yang melintas melalui Kali Ciliwung menuju Jakarta, sementara hujan di Depok berkontribusi pada peningkatan debit di hulu Kali Sunter. (*)

Baca Juga

BMKG Jelaskan Penyebab Terjadinya Cuaca Ekstrem di Indonesia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
WHO Sebut Peningkatan COVID-19 Mengkhawatirkan di Eropa
Indonesia
WHO Sebut Peningkatan COVID-19 Mengkhawatirkan di Eropa

Tingkat infeksi COVID-19 dan hunian tempat tidur rumah sakit meningkat di Eropa.

 Kewenangan Pidana Ujaran Kebencian Terhadap Presiden, Polisi Tak Boleh Asal Tindak
Indonesia
Kewenangan Pidana Ujaran Kebencian Terhadap Presiden, Polisi Tak Boleh Asal Tindak

Ia melihat, kritik sebagai bukti bahwa masyarakat terlibat dan berpartisipasi dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Dan hal itu sangat lumrah dengan negara demokratis seperti Indonesia.

Sambut Imlek, PINTI Ajak Masyarakat Rayakan Imlek Secara Sederhana di Rumah
Indonesia
Sambut Imlek, PINTI Ajak Masyarakat Rayakan Imlek Secara Sederhana di Rumah

Perhimpunan INTI mengajak para perempuan baik tua maupun muda dan segenap elemen masyarakat untuk dapat menjadi pilar pertahanan keluarga

Resmi Jadi Tersangka, Mulai Hari Ini JRX Tidur di Penjara
Indonesia
Resmi Jadi Tersangka, Mulai Hari Ini JRX Tidur di Penjara

Jerinx sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Namun, ia menegaskan ucapan maafnya itu sebagai bentuk rasa empati kepada IDI.

Pemerintah Bisa Gunakan Peta Mobilitas Warga dan Persebaran COVID-19 Bikinan Akademisi UI
Indonesia
Kerusuhan di Madina, Enam Personel Kepolisian Luka-luka
Indonesia
Kerusuhan di Madina, Enam Personel Kepolisian Luka-luka

Kerusuhan ini disebabkan adanya masyarakat yang tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu.

Skandal Djoko Tjandra, PPATK Telusuri Aliran Transaksi Mencurigakan Jaksa Pinangki
Indonesia
Skandal Djoko Tjandra, PPATK Telusuri Aliran Transaksi Mencurigakan Jaksa Pinangki

PPATK juga tak menutup kemungkinan bakal menelusuri aliran duit ke Jaksa Pinangki.

Atasi Masalah Sampah, Pemkot Jaksel Minta Warga Gabung Komunitas Peduli Lingkungan JakOne
Indonesia
Atasi Masalah Sampah, Pemkot Jaksel Minta Warga Gabung Komunitas Peduli Lingkungan JakOne

Isnawa mengaku, bila sampah menjadi salah satu permasalahan Jakarta. Volume sampah ibu kota yang mencapai 8.700 ton setiap harinya mau tidak mau dibutuhkan inovasi dan terobosan untuk menanganinya.

Jerat 2 Anak Buah Jokowi, KPK Dinilai Masih Punya Gigi
Indonesia
Jerat 2 Anak Buah Jokowi, KPK Dinilai Masih Punya Gigi

"Ya kami mendukung penuh langkah KPK, itu menunjukkan bahwa KPK masih memiliki gigi," kata Benny

Penderita COVID-19 di Jawa Timur Tembus 13 Ribu
Indonesia
Penderita COVID-19 di Jawa Timur Tembus 13 Ribu

Kasus sembuh total secara akumulatif sebanyak 27.568 orang