Waspada, Persentase Angka Kematian COVID-19 Alami Kenaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito berbicara dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Selasa (04/05/2021). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak

MerahPutih.com - Penanganan COVID-19 belum menemui titik terang. Meskipun kasus positif menurun, namun angka kematian naik sampai 3,7 persen.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebutkan, berdasarkan data sepekan sampai dengan 2 Mei 2021, meskipun kasus positif baru kembali mengalami penurunan sebesar 2,1 persen, perkembangan yang kurang baik terjadi pada kasus kematian dan kesembuhan.

Angka kematian mengalami kenaikan 3,7 persen dari minggu sebelumnya, sedangkan angka kesembuhan mengalami penurunan yang cukup besar yaitu 17,1 persen.

Baca Juga:

Puluhan Kontak Erat Mutasi COVID-19 Kini Dalam Pelacakan

Provinsi yang mengalami kenaikan kasus tertinggi di minggu ini yaitu Riau naik 718, Jawa Barat naik 621, Kepulauan Riau naik 228, Aceh naik 183, dan NTB naik 180.

"Provinsi itu untuk segera dapat mengantisipasi adanya kenaikan kasus ini jangan sampai keadaan ini bertahan lama dan diharapkan dapat segera mengalami perbaikan di minggu berikutnya,” kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa (4/5).

Selanjutnya, untuk kasus kematian, Wiku menyebut terdapat 5 provinsi dengan kenaikan angka kematian tertinggi pada pekan ini yaitu Jawa Tengah naik 35 kematian, Riau naik 24 kematian, NTB naik 15 kematian, dan NTT naik sejumlah 9 kematian.

“Angka kematian yang meningkat serta angka kesembuhan yang menurun harus menjadi alarm bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaannya,” tegas Wiku.

Selanjutnya terkait perkembangan kasus aktif, Wiku memperingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya.

Pasalnya, angka kasus aktif yang sebelumnya sempat mengalami penurunan secara signifikan, saat ini justru bergerak stagnan.

Ilustrasi. (ANTARA/HO)
Ilustrasi. (ANTARA/HO)

Dia menuturkan, perkembangan pada pekan terakhir, periode 23 April sampai dengan 1 Mei 2021 perlu diwaspadai.

Pada periode tersebut jumlah kesembuhan tidak lebih tinggi dari jumlah kasus positif baru.

Jumlah kesembuhan cenderung mengalami penurunan di tengah penambahan kasus positif.

Hal ini menyebabkan angka kasus aktif cukup stagnan dan tidak lagi mengalami penurunan yang signifikan.

Wiku berharap seluruh masyarakat waspada dan memahami data yang telah menunjukkan bahwa kenaikan bisa terjadi kapan saja setelah stagnasi.

Karena apabila paparan di tengah masyarakat kembali tinggi, bukan tidak mungkin penambahan kasus positif dapat semakin tinggi dan kasus aktif pun juga kembali meningkat.

“Maka dari itu saya mohon dengan sangat kepada seluruh masyarakat agar dapat kembali disiplin protokol kesehatan dan menghindari bepergian untuk menekan penularan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Wiku juga meminta masyarakat untuk mewaspasdai varian virus corona B.1617 dari India yang telah masuk ke Indonesia.

Kendati begitu, dia mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan tetap mematuhi protokol kesehatan agar tak terpapar virus corona.

"Hal yang paling penting dan harus dilakukan oleh masyarakat adalah mematuhi protokol Kesehatan sebagai bentuk perlindungan diri dari penularan COVID-19," jelas Wiku.

Baca Juga:

Varian Baru COVID-19 Kini Mencapai 13 Kasus

Dia mengatakan, pemerintah telah mengetatkan pengawasan di pintu-pintu kedatangan terhadap warga negara asing (WNA) yang berdomisili di India dan memiliki riwayat perjalanan dari India dalam kurun 14 hari.

Pemerintah juga mewajibkan WNA yang masuk ke Indonesia untuk melakukan karantina.

"Pemerintah saat ini sudah mengetatkan pengawasan di pintu masuk wilayah Indonesia sebagai upaya mencegah adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam meloloskan WNA tanpa karantina," katanya.

Selain itu, pemerintah telah mengantisipasi kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) ke tanah air dari luar negeri.

Wiku menyampaikan Presiden Joko Widodo telah memerintahkan pangdam dan kapolda di daerah untuk mengawal kepulangan para pekerja migran.

"Hal ini dilakukan untuk memudahkan kontrol terhadap oknum yang melakukan pelanggaran terkait prosedur kepulangan ke tanah air," ujar Wiku. (Knu)

Baca Juga:

PSI Pertanyakan Kesiapan Anies atas Lonjakan Kasus Varian COVID-19 India

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Warga Jakarta Ogah Pakai Masker di Masa Transisi
Indonesia
Warga Jakarta Ogah Pakai Masker di Masa Transisi

Dalam satu minggu ini saja pelanggaran itu 27 ribu lebih.

KPK Dalami Penerimaan Uang Pengurusan Pajak Lewat Angin Prayitno
Indonesia
KPK Dalami Penerimaan Uang Pengurusan Pajak Lewat Angin Prayitno

Angin Prayitno sendiri diperiksa penyidik dalam kapasitasnya sebagai saksi

Dihukum Seumur Hidup, Heru Hidayat Akan Ajukan Banding
Indonesia
Dihukum Seumur Hidup, Heru Hidayat Akan Ajukan Banding

Hukuman Heru Hidayat menyusul putusan terhadap Direktur Utama PT Hanson International Benny Tjokrosaputro

Secara Moral dan Etika, Jhoni Allen Tidak Pantas Hadiri Rapat DPR
Indonesia
Secara Moral dan Etika, Jhoni Allen Tidak Pantas Hadiri Rapat DPR

Demokrat sendiri saat ini sedang memproses pengganti dari Jhoni Allen di parlemen

Jalani Rekontruksi, Pelaku Tega Bunuh Kedua Anak Korban Karena Menangis
Indonesia
Jalani Rekontruksi, Pelaku Tega Bunuh Kedua Anak Korban Karena Menangis

Rekontruksi pembunuhan dengan korban Suranto (42) dan istrinya bernama Sri Handayani (36), dan kedua anaknya berinisial Rafel (10) dan Dinar (6), berlangsung selama 1 jam.

Eijkman Kembangkan Vaksin COVID-19 Tercepat di Tanah Air
Indonesia
Eijkman Kembangkan Vaksin COVID-19 Tercepat di Tanah Air

Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman merupakan pengembang vaksin Merah Putih dengan perkembangan paling cepat.

Hakim Vonis Bupati Solok Selatan 4 Tahun Penjara
Indonesia
Hakim Vonis Bupati Solok Selatan 4 Tahun Penjara

Jaksa juga menuntut Muzni dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak politik

Polisi Perpanjang Penahanan Tersangka Penyebaran Konten Rasis Ambroncius
Indonesia
Polisi Perpanjang Penahanan Tersangka Penyebaran Konten Rasis Ambroncius

Ambroncius dijerat pasal berlapis yakni Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Harapan Ketum PBNU di Hari Natal
Indonesia
Harapan Ketum PBNU di Hari Natal

Di hari kelahiran Yesus Kristus, Said mengharapkan bangsa Indonesia dapat hidup secara damai ke depannya.

Prioritaskan KBN Ketimbang APBD, Pengamat Duga DPRD DKI Lagi Kejar Proyek
Indonesia
Prioritaskan KBN Ketimbang APBD, Pengamat Duga DPRD DKI Lagi Kejar Proyek

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai, Panitia Khusus (Pansus) KBN DPRD DKI lagi mengejar proyek dari persoalan itu di tengah pandemi