Waspada Penyakit Menular Ini Ketika Banjir Banjir sarang penyakit (Foto Pexels/hitesh choudhary)

BANJIR adalah bencana alam paling umum di seluruh dunia. Indonesia termasuk di dalamnya. Belakangan, beberapa titik di Jakarta terkena banjir. Itulah mengapa menjadi sangat penting untuk melindungi kesehatan kamu selama dan setelah banjir.

Dilansir dari laman indiatvnews.com, daerah yang terkena banjir adalah rumah bagi banyak penyakit yang dibawa oleh air seperti tipus, kolera, dan konjungtivitis. Atau penyakit yang ditularkan melalui vektor termasuk malaria dan demam berdarah.

Baca juga:

Menghindari Asupan Karbohidrat Ternyata Berbahaya bagi Tubuh

Nah, saat banjir mungkin beberapa orang malah bermain di area yang tergenang air. Sebenarnya hal itu sangat berbahaya, karena penyakit-penyakit ini bisa mengintai, antara lain:

1. Demam tifoid

Main banjir dapat menyebabkan tifus (Foto:Unsplash/olga_kononenko)

Demam tifoid atau tifus disebabkan oleh bakteri bernama Salmonella Typhi yang hadir dalam air minum dan makanan yang terkontaminasi. Penyakit ini menular melalui kontak langsung dengan perairan yang tercemar. Gejala penyakit ini adalah sakit kepala, kehilangan nafsu makan, demam tinggi, dan diare.

Pencegahan: Makan-makanan segar dan sehat. Hindari mengonsumsi makanan dari tempat mana pun yang kamu anggap tidak bersih atau tidak sehat.

2. Kolera

Main banjir bisa menimbulkan penyakit kolera (Foto: Pixabay/Clker-Free-Vector-Images).

Mirip dengan demam tifoid, kolera disebabkan oleh bakteri yang dikenal sebagai Vibrio. Bakteri tersebut tersebar dalam air minum dan makanan. Lalat yang terinfeksi adalah pembawa penyakit ini. Muntah dan nyeri panggul adalah gejala umum dari penyakit ini.

Pencegahan: Konsumsi makanan yang bersih dan baru dimasak, jangan minum air putih tanpa merebusnya, dan cuci tangan sebelum dan setelah makan.

3. Leptospirosis

Sakit kepala memungkinkan kamu mengidap Leptospirosis (Foto:Pixabay/StockSnap).

Tidak seperti tifus dan kolera, satu infeksi rawan epidemi yang dapat ditularkan langsung dari air yang terkontaminasi adalah leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang ada dalam urine hewan seperti tikus, sapi, dan kerbau.

Penularan terjadi melalui luka terbuka, atau melalui kulit yang telah berada di dalam air untuk waktu yang lama, atau selaput lendir mata dan mulut. Gejalanya adalah sakit kepala, demam, nyeri otot, infeksi mata merah dan mata berair. Jika penyakit tidak terdeteksi tepat waktu, pasien mungkin akan koma.

Baca juga:

Bukan untuk Dihindari, Kenali Jenis Karbohidrat yang Tepat Untukmu

Pencegahan: Hindari berjalan terlalu banyak di perairan banjir. Kenakan sepatu bot karet setiap kali kamu berjalan di air. Disarankan jangan mencoba untuk berenang di lokasi banjir.

4. Hepatitis A

Main banjir bisa menyebabkan hepatitis A (Foto: Pixabay RachelBostwick).

Peradangan sel-sel hati menyebabkan hati berfungsi secara tidak normal. Virus yang menyebabkan peradangan ini adalah hepatitis A. Penyakit ini dapat disebabkan saat mengonsumsi makanan yang tidak higienis atau tidak dimasak.

Demam ringan, kehilangan nafsu makan, sakit perut, dan mata kuning adalah gejala umum penyakit ini.

Pencegahan: Konsumsi makanan yang bersih dan dimasak, serta jangan berbagi gelas minum yang sama dengan orang lain.

5. Demam berdarah

Bahaya demam berdarah ketika main banjir (Foto: Pixabay/sasint)

Demam berdarah disebabkan oleh infeksi virus dengan aedes aegypti, dikenal juga sebagai yellow fever mosquitoesa. Ini adalah penyakit umum di musim hujan karena nyamuk.

Beberapa gejala umum dari penyakit ini adalah kurangnya nafsu makan, muntah, nyeri otot, kulit kemerahan, dan bercak darah pada kulit.

Pencegahan: Gunakan krim dan semprotan anti nyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk.

Tetap jaga kesehatanmu saat banjir melanda ya! (arb)

Baca juga:

Segudang Manfaat dari Minyak Zaitun



Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH