Waspada Pembobolan ATM dengan Teknik Skimming, 3 Pelaku Asal Turki Dibekuk di Bali Ilustrasi (Pixalbay)

MerahPutih.com - Tim Ditreskrimum Polda Bali meringkus tiga WNA asal Turki yang diduga melakukan kejahatan pembobolan ATM. Ya, tiga orang tersebut menggunakan teknik skimming dengan menggandakan informasi yang terdapat dalam pita magnetik kartu ATM secara ilegal dan kemudian menguras uang nasabah.

Ketiga tersangka itu adalah Dogan Kimis (43), Mehmet Ali Mentes (31), Tayfun Koc (36). Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali Kombes Pol Sang Made Mahendra Jaya mengatakan, penangkapan ketiga WN Turki bermula dari informasi yang dilaporkan Bank Mandiri.

Pihak Bank Mandiri melaporkan bahwa pada Rabu (7/3) lalu mesin ATM yang berlokasi di Minimarket Canggu Mart Jalan Batu Mejan Canggu, Kecamantan Kuta Utara Kabupaten Badung Bali, terpasang alat skimmer. Mendapatkan informasi, polisi langsung bergerak menyelidiki dan mendalami siapa yang memasang alat skimmer tersebut.

Hingga pada akhirnya korps baju cokelat itu membekuk tiga tersangka yang merupakan warga Turki pada Jumat (9/3) dini hari di TKP.

Kata Mahendra, modus para pelaku ini cukup rapi. Mereka menggunakan alat Router (alat perekam data) yang dipasang pada mesin ATM. Kemudian, melakukan perekaman nomor PIN nasabah mengunakan panel yang berisi kamera kecil di atas keypad mesin ATM. Jadi, setiap orang nasabah yang bertransaksi di ATM itu, data-datanya akan terekam.

Data tersebut lantas dikirim ke seseorang bernama Tuga Kemir yang masih (DPO) di Isntanbul Turki mengunakan link 'sendspace. com'.

Di Turki, data-data nasabah korban diolah oleh Tuga Kemir. Setelah selesai, data dikirim kembali ke Dogan Kimis untuk dimasukkan ke laptop guna dicocokan dengan nomor pin. Kemudian, data nasabah bank dimasukan kedalam kartu ATM duplikat menggunakan alat Writercorder. Setelah data masuk, maka kartu ATM "baru" sudah bisa digunakan untuk menarik uang nasabah di mesin ATM manapun.

"Mereka membeli alat-alat di Cina. Dan untuk kartu ATM dupilkat mereka menggunakan kartu kamar hotel, dengan beralasan kartu kamarnya hilang," ujar Mahendra.

Polisi pun mencurigai bahwa tiga WN Turki ini merupakan jaringan Internasional. Apalagi dari hasil pemeriksaan, para pelaku ini mengirimkan data-data nasabah yang menjadi korban ke Turki untuk diolah. "Masih kami telusuri lewat pemeriksaan forensik komputer," jelas Mahendra.

Dari pengakuan tersangka, untuk di Bali baru dua kali melakukan aksi kejahatan skimming di mesin ATM. Namun, menurut Mahendra,jika dilihat dari puluhan kartunya dugaan mereka sudah sering melakukan aksinya. Kemudian, untuk saat ini sudah ada 12 orang yang melaporkan rekeningnya dibobol.

"Untuk korban, nanti kami akan bekerjasama dengan Bank untuk menghitung berapa banyak korban yang sudah dibobol. Selain itu, mereka ini melakukan aksinya tidak hanya di Bali. Mereka keliling ke Malaysia, Thailand. Kita duga juga melakukan hal yang sama, karena mereka juga seringa keluar masuk Bali, dan mereka ini komplotan dengan berbeda keahlian," ungkapnya. (MKF)


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH