Waspada Munculnya Jerawat Maskne Akibat Pemakaian Masker Jerawat Maskne muncul karena keringat dan kotoran berada di tempat yang sama selama penggunaan masker. (Foto: Pixabay/3dman_eu)

DI masa kenormalan baru, masker adalah salah satu aksesori wajib yang harus dikenakan semua orang baik tua, muda, laki-laki atau perempuan. Nyaris sepanjang waktu wajah kita harus ditutupi oleh masker. Kulit wajah yang kurang 'bernapas' membuat minyak dan keringat yang diproduksi mengendap di area yang sama. Dalam jangka waktu tertentu, jerawat pun akan terbentuk. Jenis jerawat ini disebut maskne.

Maskne adalah jenis jerawat yang paling umum dimiliki atlet hockey, football dan lain-lain. Namun di masa pandemi, orang-orang yang mengenakan masker juga berpotensi mengalami maskne.

Baca juga:

5 Makanan dan Minuman Sehari-hari yang Menjadi Penyebab Jerawat

wajah
Penggunaan masker selama masa pandemi mengakibatkan munculnya jerawat maskne. (Foto: Pexels/Thiago Matos)

"Tenaga kesehatan paling berisiko karena mereka mengenakan maskernya lebih lama," ujar Mona Gohara, seorang profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine seperti dilansir New York Post.

Senada dengan hal itu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Academy of Dermatology melaporkan bahwa setidaknya 83 persen petugas kesehatan di Hubei, China, mengalami masalah kulit di wajah. Para dokter juga melaporkan peningkatan kambuhnya jerawat pada orang-orang.

“Topik tentang jerawat telah mencapai rekor tertinggi dalam praktik saya beberapa waktu belakangan ini,” tulis Dr. Whitney Bowe, seorang dokter kulit di Manhattan. Itu karena masker bisa memperburuk masalah kulit yang sudah ada atau menimbulkan masalah baru.

Baca Juga:

Jerawat Cinta itu Benaran Ada enggak Sih?

Bagaimana Menghindari Maskne? Berikut cara mengendalikannya:

1. Masker katun pilihan terbaik

wajah
Pakailah masker berbahan katun yang membuat kulit bisa bernapas. (Foto: Pexels/Anna Shvets)

Hanya kamu yang dapat memutuskan jenis masker apa yang sesuai dengan kondisi kulitmu. Namun ahli kulit menyarankan bahan katun sebagai solusi terbaik karena memungkinkan kulit untuk sedikit bernapas. Saat suhu naik dan kamu lebih banyak berkeringat, kamu harus menjaga kebersihan masker.

“Perlakukan masker seperti pakaian dan sering dicuci,” saran Dr. Candrice Heath, asisten profesor dermatologi di Sekolah Kedokteran Lewis Katz di Temple University. "Kamu tidak ingin semua minyak, keringat, dan kotoran itu tinggal di sana dan kemudian Anda menerapkannya kembali ke wajah Anda terus-menerus."

2. Sederhanakan rutinitas perawatan kulit

wajah
Tinggalkan untuk sementara perawatn wajah yang rumit. (Foto: Pexels/Chill Jane)

Banyak dari kita yang menggunakan terlalu banyak produk kecantikan, jadi pertimbangkan penggunaan masker sebagai alasan yang baik untuk menerapkan rutinitas perawatan kulit seminim mungkin. Beberapa perawatan kulit yang masih bisa diaplikasikan ke wajah misalnya pembersih non-sabun yang lembut dan pelembab bebas pewangi yang lembut.

“Lebih sedikit bahan lebih baik daripada lebih banyak,” kata Dr. S. Tyler Hollmig, direktur bedah kulit di Sekolah Medis Dell di Universitas Texas. Alasan lain untuk menggunakan lebih sedikit produk yakni masker akan membuat produk bereaksi di kulit .

Dr. Carrie Kovarik, seorang profesor dermatologi di Universitas Pennsylvania dan anggota gugus tugas Covid-19 A.A.D., menyarankan untuk menggunakan produk dengan bahan aktif hanya di malam hari.

3. Untuk sementara jangan berdandan

wajah
Berdandan tipis saja selama masa kenormalan baru. (Foto: Pexels/Noelle Otto)

Jika kamu merias wajah untuk video call, pertimbangkan untuk menghapuskan saat ingin pergi keluar.

"Ini adalah waktu yang tepat untuk meredamnya," kata Kovarik. Bagi mereka yang benar-benar tidak bisa menghentikan kebiasaan itu, dia menyarankan pelembab berwarna dengan tabir surya. (avia)

Baca Juga:

5 Cara Sederhana Menangani Masalah Jerawat Menggunakan Minyak Jarak

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH