Waspada, Kasus Positif Klaster Perkantoran Serang Pekerja Sudah Divaksin Petuga medis mendata peserta tes usap (swab test) di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (12/8/2020). (ANTARA/RENO ESNIR)

MerahPutih.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta saat ini masih menyelidiki faktor pemicu melonjaknya klaster perkantoran dari data epidemiologi.

Kepala Dinkes DKI Jakarta Widyastuti mengungkapkan, dari beberapa kasus yang ada, melonjaknya klaster perkantoran ini juga berhubungan dengan klaster keluarga.

Dia mengatakan, lonjakan itu terjadi pada periode 12-18 April 2021.

Baca Juga:

Peningkatan COVID-19 Diakibatkan Masyarakat Abai Prokes Setelah Vaksinasi

Menurut Widyastuti, adanya akumulasi data rapelan kasus positif di minggu sebelumnya dari salah satu RS di Jakarta dan libur panjang juga diduga menjadi pemicu lonjakan itu.

"Sebagian kasus konfirmasi COVID-19 itu terjadi pada perkantoran yang sudah menerima vaksinasi COVID-19," kata Widyastuti kepada wartawan, Kamis (29/4).

Ia menegaskan, meski sudah divaksinasi, tidak berarti bebas 100 persen dari COVID-19 dan melakukan kegiatan seenaknya.

"Implementasi protokol kesehatan harus diperketat secara konsisten oleh perkantoran," ujar dia.

Ia mengungkapkan, pada kasus positif COVID-19 sesudah divaksinasi, sebanyak 21 persen merupakan orang tanpa gejala, 73 persen bergejala ringan, dan 6 persen membutuhkan perawatan rumah sakit hingga sembuh.

Karena itu, vaksinasi berkontribusi dalam mencegah peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19.

Akan tetapi, penularan masih bisa terjadi walaupun sudah divaksin lengkap. Oleh karena itu, menerapkan prokes penting dilakukan.

Ilustrasi virus Corona (ANTARA/HO)
Ilustrasi virus Corona (ANTARA/HO)

Sejauh ini, tercatat ada 425 kasus konfirmasi COVID-19 yang berasal dari 177 perkantoran di DKI Jakarta dalam periode tanggal 12-18 April 2021.

Sedangkan pada minggu sebelumnya yakni 5-11 April 2021, tercatat ada 157 kasus konfirmasi COVID-19 dari 78 perkantoran di DKI Jakarta.

Adanya kenaikan jumlah kasus konfirmasi COVID-19 pada klaster perkantoran ini menjadi bukti bahwa pandemi belum juga usai.

Adanya kenaikan jumlah kasus konfirmasi COVID-19 pada klaster perkantoran ini menjadi bukti bahwa pandemi belum juga usai.

Baca Juga:

Vaksinasi COVID-19 di Bandung Masuk Gelombang Kedua

Widyastuti melanjutkan, saat ini angka kasus COVID-19 dari klaster perkantoran sendiri cenderung fluktuatif. Pada periode 19-25 April 2021 hanya ditemukan 68 kasus dari 27 kantor.

Namun meskipun menampakkan penurunan, Widyastuti mengingatkan adanya potensi peningkatan kembali.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta pun mewanti-wanti kapasitas ruangan di perkantoran hanya diisi 50 persen dan tetap menerapkan sistem bekerja dari rumah maupun dari kantor.

Jika ada yang mendapati kelebihan kapasitas, Pemprov meminta warga melapor melalui fitur JakLapor pada aplikasi JAKI (Jakarta Kini) untuk kemudian ditindaklanjuti. (Knu)

Baca Juga:

Pemerintah Kembali Kedatangan Vaksin AstraZeneca Sebanyak 3,8 Juta Dosis

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Korban Tewas Gempa Majene Capai 90 Orang
Indonesia
Korban Tewas Gempa Majene Capai 90 Orang

Hingga hari kelima pascagempa bumi magnitudo 6,2 yang menguncang Majene, Sulawesi Barat, total 90 orang dilaporkan meninggal dunia.

Ibadah Haji 2021 Batal, Pemerintah Diminta Tetap Layani Calon Jemaah
Indonesia
Ibadah Haji 2021 Batal, Pemerintah Diminta Tetap Layani Calon Jemaah

Keputusan pemerintah membatalkan keberangkatan calon jemaah Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji tahun 2021 menuai sorotan.

Menaker Soroti Pertambahan Pengangguran Jateng Gegara Pandemi
Indonesia
Menaker Soroti Pertambahan Pengangguran Jateng Gegara Pandemi

Sebanyak 3,9 juta orang di Jawa Tengah menjadi pengangguran akibat pandemi COVID-19 yang terjadi selama setahun.

Lelang Aset Kapal Kasus Asabri, Kejagung Dinilai Tidak Cukup Berpegang Pada KUHAP
Indonesia
Lelang Aset Kapal Kasus Asabri, Kejagung Dinilai Tidak Cukup Berpegang Pada KUHAP

"Terlalu minim jika berpegangan pada KUHAP saja, sementara korupsi ini kan sudah di luar KUHAP. Mestinya sudah punya perangkat sendiri, KUHAP itu kan untuk mencuri biasa, pidana biasa," kata Yenti.

Bus AKAP Masih Beroperasi di Terminal Pulogebang Jakarta
Indonesia
Bus AKAP Masih Beroperasi di Terminal Pulogebang Jakarta

Selama periode larangan mudik hanya bus yang telah mendapatkan stiker khusus yang diperbolehkan mengangkut penumpang yang telah melengkapi sejumlah persyaratan perjalanan.

GeNose Mulai Digunakan di Rumah Sakit
Indonesia
GeNose Mulai Digunakan di Rumah Sakit

Dian berharap dukungan dari instansi berwenang serta masyarakat agar proses tersebut berjalan lancar. Karena, tes menggunakan GeNose itu sifatnya murah, tidak invasif, dan mudah.

Bareskrim Bongkar Sindikat Ilegal Akses yang Masuki Situs Pemerintah
Indonesia
Bareskrim Bongkar Sindikat Ilegal Akses yang Masuki Situs Pemerintah

Kalau naik, maka rating website judinya akan tinggi

Hasil Swab Test Keluarga Rizieq Shihab Diklaim Negatif COVID-19
Indonesia
Hasil Swab Test Keluarga Rizieq Shihab Diklaim Negatif COVID-19

Rizieq menggunakan tim medis sendiri saat tes swab yang berasal dari Mer-C dan Hilmi. Keduanya diketahui memiliki alat yang lengkap.

Pemerintah Diminta Konsisten Lakukan Tes COVID-19 Saat Libur Panjang
Indonesia
Pemerintah Diminta Konsisten Lakukan Tes COVID-19 Saat Libur Panjang

Pemerintah juga diharap tidak lengah dalam melakukan testing, tracing, maupun treatment

Pemerintah Hapus Indikator Kasus Kematian COVID-19, PKS: Sangat Berbahaya
Indonesia
Pemerintah Hapus Indikator Kasus Kematian COVID-19, PKS: Sangat Berbahaya

"Jika ini terjadi, tidak hanya berbahaya bagi keselamatan jiwa manusia, Indonesia juga akan semakin terpuruk ekonominya," ujarnya.