Waspada Eksibisionis di Sekitar Kita

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Selasa, 31 Oktober 2023
Waspada Eksibisionis di Sekitar Kita
Perilaku menyimpang seksual berisiko memakan korban. (Foto: Pixabay/Pexels)

SELAMA ini, kamu pasti banyak mendengar kasus mengenai orang dengan perilaku seksual menyimpang yang meresahkan karena seringkali memakan korban. Orang itu disebut eksibisionis.

Mereka punya perilaku seksual menyimpang yang membuatnya baru merasakan rangsangan dan kepuasan seksual ketika menunjukkan alat kelaminnya ke orang lain, terutama kepada orang asing di ruang publik. Ih, ngeri banget!

Menurut Thriveworks, eksibisionis jarang tertangkap basah. Setelah membuat para korbannya terkaget-kaget melihat alat kelamin pelaku di ruang publik, ia akan segera kabur begitu saja dengan rasa puas tanpa perasaan bersalah.

Namun, sebagian kasus eksibisionis ini sudah mendapatkan perhatian khusus dan mampu diringkus oleh pihak berwajib hingga ke rumah pelaku. Kamera CCTV di ruang publik sangat berandil memudahkan proses identifikasi. Lalu apa sebenarnya ciri-ciri eksibisionis?

Baca juga:

Dampak Besar Kekerasan Seksual terhadap Kesehatan Fisik

Perilaku eksibisionis kebanyakan dilakukan di ruang publik. (Foto: Pixabay/PublicDomainArchive)
Perilaku eksibisionis kebanyakan dilakukan di ruang publik. (Foto: Pixabay/PublicDomainArchive)

1. Termasuk Perilaku Seksual Menyimpang

Terdapat berbagai macam perilaku seksual menyimpang di dunia ini. Sebagian ada yang masih bisa diterima oleh pasangan, sebagian yang lain cukup bikin geger dan geleng-geleng kepala.

Lalu, sebenarnya bagaimana sih perilaku seksual yang normal? Pertama, kegiatan intim tersebut disetujui oleh kedua belah pihak. Kedua, tidak ada keinginan, khayalan, atau permintaan khusus yang 'aneh-aneh' dan berbeda dari kegiatan intim secara umum. Ketiga, tidak menyebabkan luka fisik dan trauma.

Memperlihatkan alat kelamin terutama kepada orang asing di ruang publik untuk mendapatkan kepuasan seksual tentu saja dinilai sebagai perilaku seksual menyimpang.

Apalagi hal tersebut dilakukan tanpa persetujuan orang yang secara kebetulan sedang berada di dekat pelaku. Tanpa aba-aba para korban “dipaksa” melihat alat kelamin si pelaku.

2. Berisiko Memakan Korban

Pada pelaku yang tidak bisa mengontrol emosi dan keinginan seksualnya yang menyimpang berisiko mengarah kepada kekerasan seksual, yaitu menculik dan menyekap korban serta memperlihatkan alat kelaminnya kepada korban.

Tak jarang juga, perilaku eksibisionis ini mengacu pada kasus pedofilia karena memakan korban di bawah umur. Pelaku sering berdiam di lorong-lorong sekolah atau ke tempat publik yang memang sering dihadiri anak sekolah untuk melancarkan aksinya. Hati-hati, Parents!

Baca juga:

Seks Berisiko jadi Pemicu Kasus Cacar Monyet di Indonesia Naik

Eksibisionis membutuhkan terapi khusus. (Foto: Pixabay/leninscape)
Eksibisionis membutuhkan terapi khusus. (Foto: Pixabay/leninscape)

3. Tidak Berbahaya Jika…

Sebenarnya perilaku eksibisionis ini masih bisa masuk kategori aman jika tidak memakan korban orang asing dan anak-anak serta tidak dilakukan di ruang publik.

Memperlihatkan kelamin kepada pasangan sah sesuai dengan persetujuan yang bersangkutan tidak dianggap sebagai penyimpangan seksual melainkan salah satu jenis foreplay yang bisa meningkatkan keintiman.

4. Terapi Seks

Tetapi ada juga pasangan sah yang tetap merasa terganggu dengan perilaku eksibisionis sehingga diperlukan diskusi lebih lanjut agar hubungan antara suami dan istri tetap aman.

Perilaku eksibisionis bisa sembuh melalui terapi seks yang dibimbing oleh profesional seperti psikolog seks. (Mar)

Baca juga:

Langkah APROFI Cegah Kekerasan Seksual di Perfilman

#Seks #Perilaku Seksual
Bagikan
Ditulis Oleh

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Bagikan