Waspada Capim KPK Titipan Ketua Tim Pansel Capim KPK Yenti Ganarsih (kedua dari kanan) (Foto: antaranews)

MerahPutih.com - Banyak kalangan yang menyoroti kinerja Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) dengan memberikan masukan dan kritik.

Wasekjen ProDEM bidang Polhukam Agus Rihat P. Manalu menilai, Pansel Capim KPK harus waspada guna mencegah jangan sampai Pimpinan KPK hasil seleksi nanti terkontaminasi virus koruptor yang akan tebang pilih dalam pemberantasan korupsi. Sesuai dengan pesanan dan kepentingan politik para koruptor.

Baca Juga: Asrul Sani: Mari Beri Kesempatan Pansel Capim KPK

Agus berujar, Pansel Capim KPK harus terbuka kepada publik khususnya tentang Laporan Harta Penyelenggara Negara ( LHKPN) dan menyampaikan kepada masyarakat secara terbuka tentang penilaian terhadap para kandidat Capim KPK.

"Sehingga publik akan tahu kenapa yang bersangkutan lolos atau tidak lolos dalam setiap tahapan proses seleksi,” jelas Agus kepada wartawan, Minggu (11/8).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: kpk.go.id)

Ia mengatakan bahwa persoalan penegakan hukum terkait komitmen pemberantasan korupsi kedepan nantinya sangat tergantung dari seleksi Capim KPK yang sedang dilaksanakan oleh Pansel Capim KPK saat ini.

Baca Juga: ICW Menilai 40 Capim KPK yang Lolos Tes Psikologi Tak Memuaskan Ekspektasi Publik

"Rakyat saat ini sedang menggantungkan harapannya kepada Pansel Capim KPK dalam melaksanakan tugas untuk menghasilkan Pimpinan KPK yang berintegritas dan berkomitmen dalam hal pemberantasan korupsi kedepan," kata Agus.

Ia berharap, alasan tersebut mestinya Pansel Capim KPK pun harus memiliki komitmen dan frekwensi yang sama dalam hal penegakan hukum pemberantasan korupsi.

"Harusnya jangan ada motif lain dalam Pansel Capim KPK," kata Agus.

Pansel Capim KPK akan menyerahkan 10 nama capim KPK kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dipilih sebagai komisioner KPK.

Baca Juga: 13 Peserta Capim KPK Belum Serahkan LHKPN, Siapa Saja Mereka?

Seleksi capim KPK kini memasuki tahap profile assessment. Tahapan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni 8-9 Agustus 2019. Pada hari terakhir profile assessment ini, para kandidat yang berjumlah 40 orang dibagi ke dalam enam kelompok.

Di setiap kelompok, kandidat capim KPK mendiskusikan berbagai topik yang telah mereka tulis dalam laporan pada hari pertama. Selain diskusi kelompok, mereka akan dihadapkan dengan tes wawancara. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH