Wartawan Tempo Diduga Jadi Korban Kekerasan Oknum Aparat Ilustrasi stop kekerasan terhadap jurnalis. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Wartawan Tempo, Nurhadi, menjadi korban kekerasan oknum aparat saat menjalankan tugas jurnalistiknya di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/3).

Saat itu, Nurhadi mendapatkan tugas dari kantornya untuk mengonfirmasi kasus suap pajak Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga

PWI Peringatkan Intimidasi dan Kekerasan Terhadap Pers adalah Perbuatan Pidana

Kekerasan itu didapat Nurhadi ketika datang ke Gedung Samudra Bumimoro di Jalan Moro Krembangan, Morokrembangan, Kec. Krembangan, Surabaya, lokasi berlangsungnya resepsi pernikahan antara anak Angin Prayitno Aji dan Kombes Pol Achmad Yani, mantan Karo Perencanaan Polda Jatim.

Pada pukul 18.40, Nurhadi memasuki Gedung Samudra Bumimoro tengah memotret Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji yang sedang berada di atas pelaminan bersama mempelai berdua.

Saat korban berada di dalam gedung tersebut, didatangi seorang panitia pernikahan sembari memotret korban. Sekitar pukul 20.00, Nurhadi yang akan keluar dari gedung tiba-tiba dihentikan beberapa orang panitia dan ditanya identitas dan undangan mengikuti acara.

Ilustrasi stop kekerasan terhadap jurnalis. Foto: Istimewa

Kemudian, pihak keluarga mempelai didatangkan untuk memastikan apakah mengangenali Nurhadi. Saat korban dgiring ke belakang gedung dengan cara didorong oleh sesorang ajudan Angin Prayitno Aji. Selama proses tersebut, HP korban (dipegang keluarga mempelai perempuan) dirampas dengan kekerasan verbal, fisik dan ancaman pembunuhan.

Sekitar pukul 20.30, Nurhadi digiring keluar seseorang yang diduga oknum anggota TNI yang berjaga di gedung dan kemudian Nurhadi dimasukkan ke dalam mobil patroli dan dibawa ke pos TNI.

Di sana korban dimintai keterangan mengenai identitas. Usai dimintai keterangan terkait identitas, korban lalu dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Belum sampai ke Polres, korban dibawa kembali menuju Gedung Samudra Bumimoro dan kembali diinterogasi beberapa orang yang mengaku polisi dan sejumlah orang lain yang diduga sebagai oknum anggota TNI, serta ajudan Angin Prayitno Aji.

Selama proses introgasi tersebut, korban kembali mengalami tindakan kekerasan (pemukulan, tendang, tampar) hingga ancaman pembunuhan. Bahkan, korban dipaksa menerima uang Rp. 600.000,- sebagai kompensasi perampasan dan pengrusakan alat liputan milik korban.

Uang tersebut ditolak namun pelaku bersikeras memaksa korban menerima, bahkan memotret saat korban menerima uang tersebut. Bahkan, Nurhadi menyembunyikan uang tersebut di salah satu bagian mobil.

Usai diinterogasi penuh kekerasan tersebut, korban diajak ke Hotel Arcadia di Jl. Rajawali No.9-11, Surabaya. Di hotel tersebut korban kembali diintrogasi dua orang yang mengaku sebagai anggota kepolisian Polrestabes dan anak asuh Kombes Pol. Achmad Yani yang bernama Purwanto dan Firman.

Pada Minggu (28/3) dini hari WIB, Nurhadi meninggalkan Acardia dan diantarkan pulang hingga ke rumah sekitar pukul 02.00. (Andika Eldon/Surabaya)

Baca Juga

Sering Alami Kekerasan Saat Liput Demo, Polisi Siapkan Rompi Khusus Wartawan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KTT G20 Digelar Virtual Bulan Depan
Indonesia
KTT G20 Digelar Virtual Bulan Depan

G20 juga telah menyuntikkan dana sebesar 11 triliun dolar AS

Anak Buah Anies Akui Banyak Warga Palsukan Dokumen Ajukan SIKM
Indonesia
Anak Buah Anies Akui Banyak Warga Palsukan Dokumen Ajukan SIKM

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta mengakui, masih banyak ditemukan warga yang melakukan pemalsuan dokumen dalam pengajuan surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta.

1.700 Orang Ikuti Uji Coba KRL Solo-Yogyakarta, Tarif Rp1
Indonesia
1.700 Orang Ikuti Uji Coba KRL Solo-Yogyakarta, Tarif Rp1

Sebanyak 1.700 orang mengikuti uji coba KRL Solo-Yogyakarta untuk masyarakat umum yang berlangsung 1-7 Februari 2021. Untuk uji coba KRL ini masyarakat cukup membayar Rp1.

Relawan Vaksin COVID-19 Harus Berdomisili Bandung, Tak Boleh Keluar Wilayah Penelitian
Indonesia
Relawan Vaksin COVID-19 Harus Berdomisili Bandung, Tak Boleh Keluar Wilayah Penelitian

uji klinis itu tidak bisa diberlakukan bagi warga di luar Bandung Raya

Kunjungan Wisatawan ke Kaliurang dan Tebing Breksi Meningkat Selama Libur Imlek
Indonesia
Kunjungan Wisatawan ke Kaliurang dan Tebing Breksi Meningkat Selama Libur Imlek

Sejumlah destinasi wisata favorit seperti tebing breksi dan kawasan Kaliurang terlihat ramai pengunjung.

Simpatisan Persija yang Diciduk Mengaku Turun ke Jalan Secara Spontan
Indonesia
Simpatisan Persija yang Diciduk Mengaku Turun ke Jalan Secara Spontan

65 orang yang sempat diamankan dan dimintai keterangan itu, kemudian dipulangkan secara bertahap

KKB Tembak Mati  Warga Diduga Mata-Mata TNI Polri di Intan Jaya
Indonesia
KKB Tembak Mati Warga Diduga Mata-Mata TNI Polri di Intan Jaya

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) menembak mati seorang warga sipil bernama Boni Bagau di sekitar perbatasan Distrik Sugapa-Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua, karena diduga sebagai mata-mata TNI-Polri.

Pekik Takbir Menggema Saat Perwakilan FPI Minta Jokowi Mundur dan Cabut UU Ciptaker
Indonesia
Lahan Makam Penuh, DKI Pakai Sistem Tumpang
Indonesia
Lahan Makam Penuh, DKI Pakai Sistem Tumpang

Setiap harinya ada tiga sampai lima jenazah COVID-19 yang harus dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.

Polres Metro Jakarta Pusat Bentuk Relawan RT Awasi Pelanggar Protokol Kesehatan
Indonesia
Polres Metro Jakarta Pusat Bentuk Relawan RT Awasi Pelanggar Protokol Kesehatan

Polisi, Satpol PP dan TNI yang sudah ada bakal diperkuat