Wartawan Surabaya Tuntut Kapolda Jatim Usut Tuntas Penganiayaan Jurnalis Tempo Adegan teatrikal jurnalis se-Surabaya bentuk protes kekerasan terhadap wartawan Tempo, Nurhadi oleh oknum aparat keamanan di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Senin (29/3). Foto: MP/Budi Lentera

MerahPutih.com - Sekitar 50 jurnalis dari berbagai organisasi wartawan di Surabaya, melakukan unjuk rasa di depan gedung Negara Grahadi, jalan Gubernur Suryo Surabaya.

Dalam aksinya, mereka menuntut pelaku penganiayaan terhadap pewarta Tempo, Nurhadi segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Baca Juga

Wartawan Tempo Diduga Jadi Korban Kekerasan Oknum Aparat

Kordinator aksi, Rahardi Soekarno Junianto mengatakan, kasus penganiayaan terhadap wartawan Tempo ini memprihatinkan dan harus diusut tuntas oleh Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta. Sebab, jika terdapat masalah dengan pemberitaan, maka tak sepantasnya diselesaikan dengan kekerasan.

"Jika ada masalah terhadap pers menggunakan UU Pers dan bisa melakukan hak jawab jika memang ada kekeliruan dalam pemberitaan. Tapi kasus yang terjadi pada jurnalis Nurhadi Tempo ini sangat kita prihatin sangat tragis karena dia sampai disekap di hotel dan dipulangkan jam 1 dini hari," ujar Rahardi Soekarno Junianto, Senin (29/3).

Adegan teatrikal jurnalis se-Surabaya bentuk protes kekerasan terhadap wartawan Tempo, Nurhadi oleh oknum aparat keamanan di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Senin (29/3). Foto: MP/Budi Lentera
Adegan teatrikal jurnalis se-Surabaya bentuk protes kekerasan terhadap wartawan Tempo, Nurhadi oleh oknum aparat keamanan di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Senin (29/3). Foto: MP/Budi Lentera

Rahardi menambahkan, penganiayaan kepada Nurhadi ini merupakan catatan hitam bagi oknum aparat di Surabaya, dan Polda Jatim akan diuji untuk menyelesaikan kasus ini.

"Jadi Polda Jatim harus segera menyeret kasus ini ke meja pengadilan," tegas Pria bertubuh tambun tersebut.

Unjuk rasa yang digelar puluhan jurnalis Surabaya ini juga diwarnai dengan aksi teatrikal, yang menggambarkan penganiayaan terhadap Nurhadi.

Diberitakan sebelumnya, penganiayaan yang menimpa Nurhadi terjadi ketika dia menjalankan penugasan dari redaksi Majalah Tempo untuk meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji

Sebagai informasi, Komisi Pemberantasan Korupsi sudah menyatakan Angin sebagai tersangka dalam kasus suap pajak.

Penganiayaan terjadi ketika sejumlah pengawal Angin Prayitno Aji menuduh Nurhadi masuk tanpa izin ke acara resepsi pernikahan anak Angin di Gedung Graha Samudera Bumimoro (GSB) di kompleks Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan laut (Kodiklatal) Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (27/3)

Meski sudah menjelaskan statusnya sebagai wartawan Tempo yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, mereka tetap merampas telepon genggam Nurhadi dan memaksa untuk memeriksa isinya dan melakukan penganiayaan.(Budi Lentera/Surabaya)

Baca Juga

AJI Surabaya Kecam Perampasan Telepon Genggam Milik Jurnalis Tempo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tahun Baru, Polresta Surakarta Tidak Berikan Izin Acara Berpotensi Timbulkan Kerumunan
Indonesia
Tahun Baru, Polresta Surakarta Tidak Berikan Izin Acara Berpotensi Timbulkan Kerumunan

Polresta Surakarta memastikan tidak mengeluarkan izin kegiatan acara yang dapat berpotensi menimbulkan kerumunan saat malam pergantian tahun.

Hitung Hasil Pilkada, Hanya 20 Persen PPK Gunakan Teknologi Sirekap KPU
Indonesia
Hitung Hasil Pilkada, Hanya 20 Persen PPK Gunakan Teknologi Sirekap KPU

Selain tingkat kecamatan, dalam rekapitulasi tingkat KPU kabupaten kota sebagian besar masih menggunakan sistem manual.

Anies Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem
Indonesia
Anies Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

"Pulau Jawa khususnya di kawasan pesisir utara masih memiliki risiko curah hujan ekstrem," ucap Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (22/2).

Satgas BLBI Somasi Kaharudin Ongko dan Agus Anwar
Indonesia
Satgas BLBI Somasi Kaharudin Ongko dan Agus Anwar

Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) terus mengingatkan para obligor dan debitur untuk memenuhi kewajibannya dengan melunasi utang kepada negara

Enggano Bengkulu Diguncang Gempa Magnitudo 6,5
Indonesia
Enggano Bengkulu Diguncang Gempa Magnitudo 6,5

Gempa berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Bengkulu tepatnya berpusat di laut 80 km barat daya Enggano, Bengkulu, Rabu pukul 19.52 WIB.

Sanksi Pidana Warga Langgar Prokes, Anies: Kita Harap Tak Timbulkan Kepanikan
Indonesia
Sanksi Pidana Warga Langgar Prokes, Anies: Kita Harap Tak Timbulkan Kepanikan

Pemprov DKI Jakarta mengajukan revisi draf Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19.

Diberi Potongan Pajak, Harga Kendaraan Diharapkan Turun
Indonesia
Diberi Potongan Pajak, Harga Kendaraan Diharapkan Turun

Relaksasi PPnBM tersebut negara berpotensi kehilangan sekitar Rp1,6 triliun sampai Rp2 triliun.

Jam Operasi Mal Dibatasi, Luhut: Bukan PSBB
Indonesia
Jam Operasi Mal Dibatasi, Luhut: Bukan PSBB

"Tempat hiburan sampai pukul 19.00 untuk Jabodetabek. Pukul 20.00 untuk zona merah di Jabar, Jateng, dan Jatim," ujar Luhut.

Perjuangan Bhabinkamtibmas, Rela Jemput Lansia di Rumah Demi Percepat Vaksinasi
Indonesia
Perjuangan Bhabinkamtibmas, Rela Jemput Lansia di Rumah Demi Percepat Vaksinasi

Berita Terkini, Indonesia Banget, Berita Terbaru, Berita Hari ini, Berita Terkini hari ini, Berita Online, Kabar Terkini, Info Terkini, Berita Hangat, Berita Hari ini Terbaru, Berita Nasional, Berita Internasional

Kemenkumham Indikasikan 5 Sipir Penyiksa Napi DIY Terapkan Kedisplinan Berlebihan
Indonesia
Kemenkumham Indikasikan 5 Sipir Penyiksa Napi DIY Terapkan Kedisplinan Berlebihan

Yogyakarta. Kelima sipir ini terindikasi menerapkan kedisiplinan berlebihan terhadap para warga binaan pemasyarakatan (WBP).