Dinamika Bisnis Saat Pandemi, Kisah Kuli Tinta Merangkap Peracik Herbal Komaruddin Bagja Arjawinangun. Foto: MP/Kanu

PANDEMI COVID-19 memicu ide kreatif di bidang wirausaha. Tak terkecuali bagi mereka yang bergelut di bidang usaha pengobatan. Salah satunya adalah Komaruddin Bagja Arjawinangun, yang menjajal bisnis usaha penjualan minuman kesehatan yang kini tengah dicari masyarakat saat masa pagebluk.

Pria yang juga berprofesi sebagai wartawan itu memilih nama Mponix untuk brand usaha yang dirintisnya. Mponix sendiri menurutnya memiiki arti empon-empon mix. Produknya dalam bentuk bubuk ditaruh toples kecil. Kemasan botol yang disegel. Bagja menjelaskan, Mponix merupakan jamu tradisional yang terdiri dari rempah rempah seperti jahe temulawak kunyit dan lainnya.

Baca Juga

Sering Kritisi Pemerintah, 'Duo Nyinyir' Ini Malah Diganjar Bintang Mahaputra Naraya

"Berkhaisat untuk meningkatkan daya tahan tubuh," jelas Bagja, saat ditemui MerahPutih.com di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (10/8)

Cara mengonsumsi ramuan herbal racikan Bagja tergolong cukup mudah, yakni dengan cara diseduh 10 sampai 20 cc. Ada juga dengan disaring dulu baru diseduh. Mirip seperti menyeduh kopi instan. Dia mengaku menekuni penjualan ini sejak Februari 2020 lalu, tepatnya saat awal-awal pandemi global COVID-19. "Manfaat bisa meningkatkan daya tangan tubuh, mengusir masuk angin, mengobati batu pilek," ungkapnya.

Komaruddin Bagja Arjawinangun
Komaruddin Bagja Arjawinangun

Bagja mengaku selain berbisnis ada keinginan untuk ikut membantu orang agar hidup sehat saat memilih mulai berjualan Mponix, sekaligus mengingatkan Indonesia sebagai surganya rempah-rempah dunia.

"Karena bangsa kita punya segala macam sumber daya alam untuk dijadikan obat. Minuman ini bukan untuk menyembuhkan COVID tapi untuk menyehatkan orang," tutur Ketua Jurnalis Jakarta Pusat ini.

Metode penjualannya yaitu melalui Instagram @Griya_Alamia lalu di Tokopedia dan Whatsaap. Peminatnya cukup tinggi rata-rata 10 pesanan sehari. Bagja mengaku bekerja memproduksi ini berdua sama sang istri, Rina Yuliana. Adapun racikan herbal itu baru dibuatnya ketika ada orang yang memesan demi menjamin kualitas tetap segar.

"Kami melihat pandemi COVID, konsultasi sama temen lain bikin resep sederhana. Belum banyak orang yang menggunakan barang serupa. Barang mudah dicari dan saya tertarik membuat barang seperti itu," papar dia.

Menurut Bagja, barang-barang bahannya meracik herbal didapat dari Purbalingga dan Solo untuk rempah-rempah. Saat ditanya soal penghasilan, dia mengakui pendapatannya berjualan Mponix cukup besar, bahkan lebih tinggi daripada gajinya sebagai kuli tinta saat ini.

"Omzet rata rata Rp5 juta per bulan dan keuntungan bersih," ungkap warga Bekasi yang juga memiliki usaha bekam dan terus membuka new order untuk usaha herbal Mponix-nya itu. (Knu)

Baca Juga

Jejak Inspiratif Serda Mugiyanto, dari Kehilangan Kaki Hingga Jadi 'Lilin Borobudur'


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH