Wartawan Ditangkap saat Liput Demo Omnibus Law Jadi Bentuk Ancaman Kebebasan Pers Ilustrasi tolak kekerasan terhadap jurnalis. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Ketua Umum Poros Wartawan Jakarta (PWJ) Tri Wibowo Santoso menyesalkan sikap arogan yang dilakukan oleh oknum Polisi yang melakukan pengamanan aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di Jakarta pada hari Kamis (8/10) kemarin.

Di mana beberapa wartawan mendapatkan aksi intimidatif mulai dari perampasan perlengkapan kerja hingga pemukulan dan penahanan.

“Atas berbagai kekerasan yang terjadi terhadap jurnalis, Poros Wartawan Jakarta (PWJ) mengecam keras aksi penganiayaan terhadap jurnalis saat meliput aksi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja,” kata pria yang karib disapa Bowo itu, Jumat (9/10).

Baca Juga

Jurnalis MerahPutih.com Ditangkap saat Liput Demo UU Ciptaker, DPR bakal Tegur Kapolri

Menurutnya, sikap oknum polisi tersebut sangat menciderai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 yang melindungi kerja-kerja jurnalis.

“Hal ini merupakan ancaman atas kebebasan berekspresi dan kemerdekaan pers yang dilindungi undang-undang, dalam hal ini Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” tegasnya.

Dipaparkan Bowo, bahwa berdasarkan Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menyebutkan, bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan kemerdekaan pers, dipidana paling lama dua tahun penjara atau denda paling banyak Rp500 juta rupiah.

“Setiap orang di dalam pasal itu termasuk polisi atau aparat negara lainnya,” jelas Bowo.

Adian
Anggota Komisi VII DPR Adian Napitupulu bertemu wartawan MerahPutih.com, Ponco Sulaksono di Polda Metro Jaya, Jumat (9/10). Foto: Dodo/Ist

Melalui pernyataan sikapnya itu, Bowo menyatakan bahwa PWJ mendesak kepada Kapolri untuk menindak tegas anggotanya yang melakukan pelanggaran hukum tersebut.

“Mendesak kepada Kapolri Jenderal Idham Aziz mengusut tuntas hal ini. Memproses hukum pelaku kekerasan dari unsur Polri tidak hanya di tingkat kepolisian tetapi juga di pidana umum,” tuntutnya.

Bowo juga menilai bahwa kasus kekerasan wartawan oleh Polisi seperti menjadi rutinitas dan tak pernah ada penyelesaian yang tegas dan pasti. Maka dari itu, ia pun meminta kepada Kapolri agar mengeluarkan instruksi agar para jajaran Polri di seluruh tingkatan paham bagaimana menghormati profesi wartawan.

“Mendesak Kapolri mengeluarkan Keputusan Kapolri yang khusus mengatur seputar instruksi kepada seluruh jajajran Polri agar menghormati profesi kerja jurnalis,” ujarnya.

Tidak hanya kepada Polri saja, Bowo pun meminta kepada semua pihak agar menghormati profesi wartawan ketika sedang melakukan tugasnya.“Meminta kepada semua kalangan semua pihak baik institusi negara maupun kelompok masyarakat agar juga menghormati profesi jurnalis dalam melakukan peliputan,” tutupnya.

Perlu diketahui, bahwa dalam penanganan aksi unjuk rasa berbagai elemen di Jakarta untuk menolak UU Cipta Kerja, beberapa oknum polisi melakukan aksi intimidatif terhadap para awak media yang sedang bertugas.

Baca Juga

Adian Napitupulu: Ponco Ini Kawan Lama Saya

Salah satunya adalah jurnalis MerahPutih.com atas nama Ponco Sulaksono yang bertugas meliput aksi Demonstrasi Penolakan UU Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat hingga Kamis (8/10) malam pukul 23.30 WIB masih belum diketahui keberadaannya.

Terakhir Ponco Sulaksono mengirim berita melaporkan situasi demo di kawasan Gambir ke redaksi 15.14 WIB. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jadi Tujuan Wisata, Gibran Ingatkan Pedagang Kuliner Tidak Mainkan Harga
Indonesia
Jadi Tujuan Wisata, Gibran Ingatkan Pedagang Kuliner Tidak Mainkan Harga

Pemkot Solo akan lebih berhati-hati terkait penentuan harga makanan dan tempat hiburan. Hal ini dilakukan karena Solo menjadi tempat tujuan wisata.

Kecelakaan Kapal Waduk Kedung Ombo, Nahkoda dan Pemilik Warung Jadi Tersangka
Indonesia
Kecelakaan Kapal Waduk Kedung Ombo, Nahkoda dan Pemilik Warung Jadi Tersangka

Polres Boyolali, Jawa Tengah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tergulingnya perahu wisata air di Waduk Kedung Ombo (WKO), Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Boyolali.

 Pemkot Bandung Optimistis Pembelajaran Tatap Muka Tercapai
Indonesia
Pemkot Bandung Optimistis Pembelajaran Tatap Muka Tercapai

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung optimistis dapat menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli 2021.

KPK Segera Periksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin
Indonesia
KPK Segera Periksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin

Azis yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu diduga memperkenalkan penyidik KPK Steppanus Robin Pattuju dengan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial.

Waspadai Angin Kencang Disertai Petir di Jakarta
Indonesia
Waspadai Angin Kencang Disertai Petir di Jakarta

Warga DKI Jakarta diminta waspadai dengan cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai petir di tiga wilayah pada Selasa (26/1).

Pemprov DKI Wajibkan Anak Ikut PAUD Satu Tahun
Indonesia
Pemprov DKI Wajibkan Anak Ikut PAUD Satu Tahun

Disdik akan mewajibkan anak menempuh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) selama satu tahun.

Bentrokan Dua Ormas di Ciledug Dipicu Serempetan Mobil dengan Tukang Parkir
Indonesia
Bentrokan Dua Ormas di Ciledug Dipicu Serempetan Mobil dengan Tukang Parkir

Diduga penyebab bentrokan pecah adalah buntut provokasi di media sosial atau medsos.

Tak Ada Perayaan Meriah Saat Natal hingga Tahun Baru di Jakarta
Indonesia
Tak Ada Perayaan Meriah Saat Natal hingga Tahun Baru di Jakarta

Pemprov DKI Jakarta tak akan menggelar kegiatan besar perayaan malam pergantian tahun yang menimbulkan kerumunan.

DPR Didesak Segera Lakukan Legislatif Review UU Cipta Kerja
Indonesia
DPR Didesak Segera Lakukan Legislatif Review UU Cipta Kerja

Khusus PKS dan Demokrat kami terima kasih sikapnya tolak UU Cipta Kerja. Mari PKS dan Demokrat bersama-sama kaum pekerja.

Perayaan Imlek, Nyaris Seluruh Jakarta Bakal Diguyur Hujan
Indonesia
Perayaan Imlek, Nyaris Seluruh Jakarta Bakal Diguyur Hujan

Kota Tangerang, Banten juga diperkirakan turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada pagi hingga malam nanti.