Warner Bros Tolak Tawaran Paramount meski telah Direvisi, Tetap Pilih Netflix

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Warner Bros Tolak Tawaran Paramount meski telah Direvisi, Tetap Pilih Netflix

Netflix akuisisi Warner Bros senilai $72 miliar, atau setara sekitar Rp 1.152 triliun. Foto doc. MerahPutih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — DEWAN direksi Warner Bros Discovery secara bulat menolak upaya terbaru Paramount Skydance untuk mengakuisisi studio tersebut. Warner Bros menyatakan tawaran agresif senilai USD 108,4 miliar atau sekira Rp 1.818 triliun yang direvisi itu merupakan pembelian dengan leverage tinggi yang berisiko. Menurut mereka, tawaran itu seharusnya ditolak para investor.

Dalam surat kepada para pemegang saham pada Rabu (7/1), dewan Warner Bros mengatakan tawaran Paramount bergantung pada jumlah pembiayaan utang yang luar biasa besar sehingga meningkatkan risiko kegagalan penyelesaian transaksi. Dewan juga menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kesepakatan senilai USD 82,7 miliar (atau sekitar Rp1.386,9 triliun) dengan raksasa streaming Netflix untuk studio film dan televisi serta aset-aset lainnya.

Paramount dan Netflix terlibat persaingan sengit untuk memperebutkan Warner Bros, termasuk studio film dan televisinya yang bernilai tinggi serta perpustakaan kontennya yang luas. Waralaba hiburan menguntungkan Warner Bros mencakup Harry Potter, Game of Thrones, Friends, dan semesta DC Comics, serta film-film klasik ikonis seperti Casablanca dan Citizen Kane.

Dewan Warner Bros pada Selasa (6/1) menolak tawaran tunai USD 30 per saham. Mereka memberi tahu para pemegang saham bahwa rencana pembiayaan Paramount akan membebani studio Hollywood yang lebih kecil itu dengan utang sebesar USD 87 miliar setelah akuisisi rampung, menjadikannya pembelian dengan leverage terbesar dalam sejarah. Surat tersebut disertakan dalam dokumen pengajuan merger yang telah direvisi setebal 67 halaman, yang merinci alasan penolakan terhadap tawaran Paramount.

Baca juga:

Warner Bros Disebut-Sebut akan Tolak Tawaran Paramount, Khawatirkan Pendanaan Akuisisi



Kesepakatan dengan Netflix Tetap Jalan




Namun, tawaran revisi Paramount tetap tidak memadai. Warner Bros menyoroti nilai akuisisi yang tidak cukup, kurangnya kepastian kemampuan Paramount untuk menyelesaikan penawaran, serta risiko dan biaya yang harus ditanggung pemegang saham Warner Bros jika Paramount gagal menuntaskan transaksi. Penilaian itu disampaikan meskipun Paramount, yang memiliki nilai pasar sekitar USD 4 miliar, mengusulkan penggunaan ekuitas USD 40 miliar yang dijamin secara pribadi oleh salah seorang pendiri Oracle sekaligus miliarder, Larry Ellison, ayah dari CEO of Paramount, David Ellison, serta utang sebesar USD 54 miliar untuk membiayai kesepakatan tersebut.

Keputusan itu membuat Warner Bros tetap berada di jalur kesepakatan dengan Netflix, bahkan setelah Paramount merevisi tawarannya pada 22 Desember untuk menanggapi kekhawatiran sebelumnya terkait dengan tidak adanya jaminan pribadi dari Larry Ellison.

Co-CEO of Netflix, Ted Sarandos dan Greg Peters, menyambut keputusan Warner Bros pada Rabu (7/1), dengan mengatakan bahwa hal tersebut mengakui kesepakatan raksasa streaming itu sebagai proposal yang lebih unggul yang akan memberikan nilai terbesar bagi para pemegang saham, serta bagi konsumen, kreator, dan industri hiburan secara lebih luas.

Dewan Warner Bros juga menyatakan rencana pembiayaan Paramount akan semakin melemahkan peringkat kredi mereka, yang oleh S&P Global sudah dinilai berada pada level spekulatif (junk). Selain itu, rencana itu akan menekan arus kas sehingga meningkatkan risiko bahwa kesepakatan tersebut tidak akan terealisasi. Netflix, yang menawarkan USD 27,75 per saham dalam bentuk tunai dan saham, memiliki nilai pasar sekitar USD 400 miliar serta peringkat kredit berstatus layak investasi.

Dengan perkembangan terbaru ini, saham Warner Bros dan Netflix masing-masing naik 0,6 persen, sementara saham Paramount turun 0,6 persen.(dwi)

Baca juga:

Paramount Tantang Netflix, Agresif Tawari Warner Bros Rp 1.240 Triliun untuk Akuisisi

#Warner Bros. #Netflix Beli Warner Bros #Paramount
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Netflix PHK 1.000 Karyawan, Jadi Pemangkasan Terbesar Sejak 2022
Netflix akan memangkas sekitar 1.000 karyawan atau setara dengan enam persen dari total tenaga kerjanya.
Yusuf Abdillah - Kamis, 15 Oktober 2026
Netflix PHK 1.000 Karyawan, Jadi Pemangkasan Terbesar Sejak 2022
ShowBiz
Paramount Ambil Alih Warner Bros dalam Aksi Merger Senilai Rp 1.738 Triliun, Berpotensi Ubah Industri Media Hollywood
Langkah ini akan mengubah layanan streaming bagi jutaan orang, membuka babak baru dalam industri film dan TV.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
   Paramount Ambil Alih Warner Bros dalam Aksi Merger Senilai Rp 1.738 Triliun, Berpotensi Ubah Industri Media Hollywood
ShowBiz
Jadwal Tayang 'Gremlins' Kembali Diundur, Jadi Meluncur 6 Oktober 2028
Warner Bros kembali mengundur jadwal tayang Gremlins. Film itu dijadwalkan meluncur 6 Oktober 2028.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Jadwal Tayang 'Gremlins' Kembali Diundur, Jadi Meluncur 6 Oktober 2028
ShowBiz
Tom Hanks Ambil Bagian di Film 'Theo of Golden', Novel Fenomenal Siap Diangkat ke Layar Lebar
Tom Hanks akan memainkan peran dalam film Theo of Golden. Novel fenomenal itu segera diangkat ke layar lebar.
Soffi Amira - Rabu, 26 Agustus 2026
Tom Hanks Ambil Bagian di Film 'Theo of Golden', Novel Fenomenal Siap Diangkat ke Layar Lebar
ShowBiz
Scarlett Johansson Dirumorkan Gabung 'The Batman Part II', Bakal Perankan Gilda Dent?
Scarlett Johansson dirumorkan gabung The Batman Part II. Ia disebut akan memerankan Gilda Dent.
Soffi Amira - Jumat, 21 Agustus 2026
Scarlett Johansson Dirumorkan Gabung 'The Batman Part II', Bakal Perankan Gilda Dent?
ShowBiz
Horor hingga Fiksi Ilmiah, Warner Bros. Siapkan 7 Film Besar untuk Paruh Kedua 2026
Warner Bros. Pictures menyiapkan 7 film untuk paruh kedua 2026, dari 'The End of Oak Street', 'Clayface' hingga 'Dune: Part Three'.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Horor hingga Fiksi Ilmiah, Warner Bros. Siapkan 7 Film Besar untuk Paruh Kedua 2026
ShowBiz
Warner Bros. Siap Produksi 'Barbie 2', Greta Gerwig dan Noah Baumbach Siapkan Konsep Cerita
Greta Gerwig dan Noah Baumbach dikabarkan telah menyiapkan ide cerita untuk Barbie 2. Warner Bros. kini berpacu menyelesaikan negosiasi sebelum hak film kembali ke Mattel.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Warner Bros. Siap Produksi 'Barbie 2', Greta Gerwig dan Noah Baumbach Siapkan Konsep Cerita
ShowBiz
'The Batman Part II' Rilis Teaser Perdana, Robert Pattinson Kembali Jadi Ksatria Kegelapan Februari 2028
Warner Bros merilis teaser perdana The Batman Part II dan mengumumkan jadwal tayang 18 Februari 2028. Robert Pattinson kembali sebagai Bruce Wayne.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
'The Batman Part II' Rilis Teaser Perdana, Robert Pattinson Kembali Jadi Ksatria Kegelapan Februari 2028
ShowBiz
Paramount Siapkan Film Animasi Horor-Komedi 'Freddy the 13th', Tayang pada 2028
'Freddy the 13th' menggabungkan unsur ketakutan dengan komedi keluarga.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
Paramount Siapkan Film Animasi Horor-Komedi 'Freddy the 13th', Tayang pada 2028
Lifestyle
12 Negara Bagian Ajukan Gugatan untuk Hentikan Merger Raksasa Paramount dan Warner Bros, Bisa Rusak Iklim Usaha
Konsolidasi media terbesar dalam sejarah Hollywood itu akan menghambat persaingan usaha dan menyebabkan kenaikan harga bagi konsumen.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
12 Negara Bagian Ajukan Gugatan untuk Hentikan Merger Raksasa Paramount dan Warner Bros, Bisa Rusak Iklim Usaha
Bagikan