Warna-warni Kehidupan Si 'Raja Kebun' DL Sitorus Derianus Lunggung (DL) Sitorus. (Foto Ist)

MerahPutih.com - Hari ini, media massa nasional ramai memberitakan seorang pengusaha DL Sitorus yang meninggal dunia di pesawat saat akan take off. DL Sitorus bukan pria biasa, ada banyak julukan untuk pria asal Tobasa, singkatan dari Toba Samosir, nama sebuah kabupaten di Sumatra Utara.

DL Sitorus dikenal sebagai pengusaha perkebunan kelapa sawit, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat Batak, politisi, filantropis sampai mantan terpidana.

Melalui perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Torganda, DL Sitorus menjadi pengusaha sukses. Berdasarkan data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2010-2012, penghasilan DL Sitorus dari perkebunan kelapa sawitnya mencapai Rp 1,3 triliun.

Pria kelahiran Parsambilan, 12 Maret 1938 ini memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan. Melalui Yayasan Abdi Karya (YADIKA) yang berdiri sejak tahun 1976, di mana DL Sitorus menjadi Ketua Yayasan, ia mendirikan TK, SD, SMP, SMU, SMEA, STM, LPK dan BLK. Kemudian ia mendirikan Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta pada 1989.

Pemilik nama lengkap Derianus Lunggung (DL) Sitorus itu juga dikabarkan memiliki beberapa gedung resepsi pernikahan dari suku Batak yang diberi nama "Rumah Gorga" dan tersebar di Jakarta dan Bekasi.

Di dunia politik, DL Sitorus pernah mendirikan Partai Peduli Rakyat Nasional. Namun sayang, partai yang berdiri 20 Januari 2006 itu meredup.

Di kampung halamannya di Tobasa, DL Sitorus dikenal sebagai sosok dermawan. Dia kerap menyumbang ratusan juta rupiah untuk guru-guru honorer, pembangunan sekolah dan aksi sosial. Untuk menghormati kedermawanan DL Sitorus, namanya diabadikan pada sebuah jalan sepanjang 12 km di Kabupaten Toba Samosir yang diberi nama jalan DR Sutan Raja DL Sitorus. Peresmiannya dilakukan oleh Bupati Monang Sitorus.

Nama DL Sitorus pernah terjerat masalah hukum. Salah satu orang terkaya di Indonesia ini pernah merasakan dinginnya sel penjara. Kasus hukum yang menjerat DL Sitorus ini bermula dari perusahaan miliknya, PT Torganda yang mengonversi 47 ribu hektare hutan di Padang Lawas, Sumatra Utara, yang merupakan kawasan hutan lindung milik Negara, menjadi perkebunan sawit.

Pada siang tadi, DL Sitorus menutup buku kisah perjalanan hidupnya di bangku nomor 8H business class, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 188, Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng - Kualanamu, Medan. (*)

Sumber: dari berbagai sumber



Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4