Warisan Kuliner Tanah Jawa dalam Senampan Nasi Tampah Nasi kuning. (Foto: Taste)

SEPORSI nasi berbentuk bundar muncul di tengah lauk pauk. Warnanya kuning. Siapa pun tahu kalau itu adalah nasi kuning.

Diwarnai dengan perahan kunyit, nasi kuning telah menjadi bagian khasanah kuliner Nusantara. Terutama di Tanah Jawa. Nasi kuning seringkali hadir dalam beragam acara syukuran. Warna kuning pada nasi melambangkan gunung emas. Maknanya, kekayaan, kemakmuran dan keluhuran moral.

Pada sebuah perayaan, kehadiran nasi kuning mengandung harapan agar dapat hidup makmur. Tidak jarang, nasi kuning dicetak dengan bentuk kerucut dan dinamai nasi tumpeng. Nilai filosofisnya pun lebih kuat lagi.

Nasi tumpeng merepresentasikan hubungan antara Tuhan dan manusia serta manusia dengan sesamanya. Bukan hanya nasinya yang sarat filosofi, isiannya pun begitu. Isian tumpeng yang ditaruh secara horizontal menyimbolkan hubungan manusia dengan sesamanya. Bermacam-macam lauk melambangkan kompleksnya kehidupan dunia.

Istilah ‘sangkan paraning dumadi’ dan ‘mulih ing mulan ira’ dalam budaya Jawa turut mewarnai filosofi nasi tumpeng dan isinya. ‘Sangkan paraning dumadi’ berarti tahu dari mana dan akan ke mana segala makhluk, sedangkan ‘mulih ing mulan ira’ bermakna kembali ke asal.

Dari istilah tersebut terdapat pesan agar manusia berbuat baik di dunia agar dapat kembali ke Tuhan dengan baik. Faktanya, penyajikan nasi kuning tidak melulu dalam bentuk tumpeng. Nasi ini juga tidak hanya disajikan saat syukuran, kenduri atau selametan. Tanpa harus ada acara spesial, kamu bisa menyantapnya kapan saja.

Keberadaannya pun bukan hanya di Pulau Jawa. Namun meluas ke berbagai daerah di Tanah Air seperti Banjar dan Manado. Dimasak dengan santan dan rempah, gurihnya nasi kuning pun menjadi favorit banyak orang.

Menyadari banyak orang yang menyukai cita rasa nasi kuning, Jeep Station Indonesia (JSI) Resort pun menawarkannya sebagai menu alternatif pada paket Nasi Tampah. Sesuai namanya, Nasi Tampah adalah nasi lengkap dengan lauk pauk yang ditaruh dalam tampah.

Nasi Tampah
Selama Ramadan, JSI menawarkan paket Nasi Tampah. (Foto: Facebook)

Paket yang diluncurkan untuk menyambut Ramadan ini menggabungkan pula kuliner daerah lain seperti sambal lalap khas Jawa Barat, ayam Betutu dari Bali, dan tumis bunga pepaya ala Manado. Menu lain berupa perkedel, ayam goreng serundeng dan urap merupakan pendamping wajib nasi kuning.

Ayam Betutu Bali menjadikan cita rasa Nasi Tampah ala JSI ini lebih berwarna. Aroma dan rasa rempahnya paling kuat dibandingkan menu pendamping nasi lainnya. Alhasil, cocok apabila disandingkan dengan perkedel dan tumis bunga pepaya yang cita rasanya lebih ringan. Tekstur lembutnya juga bisa bikin lidah bergoyang.

Urap turut disajikan dalam paket Nasi Tampah ini lantaran merupakan menu wajib saat bersantap ala bancakan. Yup, Nasi Tampah di JSI memang dirancang agar dapat dinikmati bersama-sama layaknya tradisi bancakan di Jawa Barat.

Dan urap kerap hadir saat tradisi ini digelar. Tanpa melupakan kearifan lokal, JSI menawarkan paket Nasi Tampah yang menggabungkan kuliner tradisional berbagai daerah di Tanah Air.

Penasaran ingin mencicipi Nasi Tampah ini? Datang saja ke JSI selama Ramadan hingga Juli 2018 mendatang. Cukup dengan Rp85 ribu, kamu sudah bisa menyantap Nasi Tampah bersama keluarga, teman atau kolega. Paket juga sudah telah termasuk takjil dan minuman. Tinggal pilih, mau takjil dengan kolak atau candil.

Selain nasi kuning, kamu juga bisa memilih nasi putih, hijau dan tutug oncom. Mantap, kan, terutama untuk berbuka puasa di bulan Ramadan ini. (rina)

Kredit : rina


Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH