Warga Tangerang Kelola Wisata Hutan Jati Secara Mandiri Wisata Alam Hutan Jati Sindang Panong, Sindangjaya (Foto: pemkabtangerang.go.id)

MerahPutih.Com - Warga di Desa Sindang Panong, Kecamatan Sindangjaya, Kabupaten Tangerang, Banten, mengelola kawasan hutan jati sebagai salah satu destinasi objek wisata alami tanpa dipungut biaya.

"Kawasan itu milik PT Perhutani tapi hanya dibuka pada hari libur untuk menjaga agar pohon tidak rusak," kata Kepala Desa Sindang Panon, Didik Darmadi di Tangerang, Minggu (27/5).

Dia mengatakan meski tidak dipunggut biaya tapi untuk pemeliharaan maka pengunjung dipersilakan memasukkan uang ke dalam kotak yang sudah disediakan secara ikhlas.

Didik mengatakan keberadaan hutan jati tersebut menjadi tempat tujuan wisata bagi remaja dan anak seperti berayun pada udara bebas di bawah pohon rindang.

Wisata Hutan Jati
Warga dapat membangun tenda atau kemah di kawasan hutan jati (Foto: About Tangerang)

Bahkan pengunjung dapat berkemah di bawah pohon dan sebelumnya harus melaporkan ke pengelola mengenai jumlah dan lama berkembah.

Dia mengatakan pengelolaan obyek wisata itu diserahkan sepenuhnya kepada warga setempat, karena mereka yang merawat hutan jati setiap hari.

Pihaknya tidak mematok harga tanda masuk atau ketika berkemah, tapi diharapkan kesadaran untuk mengisi kotak yang tersedia.

Bagi pelancong lokal yang tidak memiliki uang ke lokasi tersebut, dapat dengan gratis tapi bersyarat bahwa ketika pulang harus membersihkan sampah sekitar tempat berkunjung.

suasana fun bike di kawasan hutan jati
Hutan Jatiraya, Sindang Panon, Tangerang (Foto: Ist)

Sebagaimana dilansir Antara, objek wisata tersebut pada hari libur rata-rata dikunjungi mencapai 100 orang hingga 150 orang dan mulai dibuka awal April 2018.

Pengunjung dengan bebas berayun dan tiduran pada ayunan terbuat dari kain aneka warna dan rajutan yang disediakan pengelola.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Ahmad Supriyadi mengatakan pihaknya mengapresiasi upaya warga mengelola hutan jati di Kecamatan Sindangjaya.

Dia mengatakan merupakan langkah positif untuk memajukan daerah melalui pengelolaan wisata agar dapat menjadi destinasi yang baru bagi pengunjung lokal maupun daerah lain.

Ahmad menambahkan, keberadaan lokasi hutan jati itu menambah jumlah destinasi lainnya di Kabupaten Tangerang karena telah ada obyek wisata Cigaru, Kecamatan Cisoka dan beberapa lokasi pantai seperti di Tanjung Kait, Tanjung Pasir, dan Sukadiri.

Disarankan pengelola objek wisata hutan jati itu harus dapat menyediakan sarana lain seperti toilet maupun tempat parkir bagi pengunjung karena belum ada.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Kopi Produksi Petani Pasirwangi Kini Mendunia



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH