Fenomena Alam
 Warga Solo Digegerkan Kemunculan Ratusan Cacing Tanah, Pertanda Gempa Bumi? Ratusan cacing tanah muncul di di Jalan Urip Sumoharjo kawasan Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, Sabtu (18/4). (MP/Istimewa)

MerahPutih.Com - Ratusan cacing tanah ditemukan di Jalan Urip Sumoharjo kawasan Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, Sabtu (18/4) pukul 05.30 WIB. Kemunculan cacing tanah secara tiba-tiba tersebut membuat warga geger dan mengkaitkan fenomena alam itu sebagai penanda akan terjadinya bencana gempa bumi atau gunung meletus.

"Cacing tersebut muncul dari tanah di taman tengah kota. Kalau semua cacing dijadikan satu bisa mencapai satu ember," ujar seorang pedagang Pasar Gede, Sumarjo, Minggu (19/4).

Baca Juga:

Perawat di Sukoharjo Berstatus PDP Covid-19 Meninggal, Positif Bertambah Satu Orang

Kemunculan ribuan cacing tersebut, kata dia, juga sempat viral di media sosial (medsos). Cacing setelah keluar tanah ada yang kembali ke tanah dan ada yang mati terkena sinar mata hari.

Infornasi dihimpun merahputih.com, kemunculan cacing tanah juga muncul di Dukuh Socowetan, Kelurahan Socokangsi, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (18/4).

Dosen UNS Surakarta bantah fenomena munculnya ratusan cacing tanah berkaitan dengan gempa bumi
Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

"Ya benar, cacing yang muncul di Klaten jumlahnya ribuan lebih banyak dibandingkan yang ada di Solo. Cacing yang keluar tanah masuk pekarangan warga dan ada yang di tengah jalan. Hari ini (Minggu) masih ada, tetapi jumlahnya tidak sebanyak Sabtu kemarin," kata Kades Socakangsi, Kecamatan Jatinom, Wingsang Tranggono.

Pakar Lingkungan Hidup Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, Prabang Setyono, mengatakan munculnya ribuan cacing di Kabupaten Klaten dan Kota Solo menimbulkan banyak persepsi dari masyarakat. Dimana ada warga yang menghubungkan fenomena itu penanda akan terjadinya bencana gempa bumi atau meletusnya Gunung Merapi.

"Saya tidak sepakat dengan dugaan masyarakat tersebut. Lebih tepatnya ini terjadi karena fenomena alam," kata dia.

Menurut dia, kemunculan ribuan cacing tanah tersebut juga tidak ada kaitanya over dosis dalam penggunaan penyemprotan disinfektan selama pandemi Covid-19. Menurutnya, cacing akan keluar dari tanah secara alami jika ada perubahan kondisi tanah secara mendadak. Namun, peristiwa hari ini tidak terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

"Dari segi analisis keilmuan biasanya kalau kelembaban tanah berubah drastis, atau kalau di dalam tanah terjadi hawa panas, maka dia keluar. Tapi tahun ini sepertinya ada anomali," paparnya.

Baca Juga:

Minyak Anjlok, INDEF Pertanyakan Motif Pemerintah Belum Turunkan Harga BBM

Prabang lebih percaya kejadian ini ada kaitanya dengan peristiwa fenomena banyaknya gunung berapi yang aktif secara bersamaan diantaranya Gunung Merapi dan Gunung Anak Krakatau.

"Bisa saja cacing ini memerikan sinyal ada sesuatu pada kerak bumi, tetapi butuh kajian mendalam lagi untuk bisa mengetahui adanya korelasi antara kejadian itu," pungkasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Update COVID-19 Indonesia: Kasus Positif 6575 Meninggal 582

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tagihan Listrik Naik di Pagebluk COVID-19, PLN Ditegur Anak Buah Prabowo
Indonesia
Tagihan Listrik Naik di Pagebluk COVID-19, PLN Ditegur Anak Buah Prabowo

Apalagi, beberapa warga mengaku pemakaian listrik tak sebesar biasanya.

Novel Baswedan Ungkap Kejanggalan Rekonstruksi Kasusnya
Indonesia
Novel Baswedan Ungkap Kejanggalan Rekonstruksi Kasusnya

Ia menyesalkan proses rekonstruksi yang berlangsung dini hari dalam keadaan gelap hingga akhirnya penyidik menggunakan lampu portable

Tetap Waras Bagi Jurnalis: Kelola Youtube Hingga Bisnis Herbal
Indonesia
Tetap Waras Bagi Jurnalis: Kelola Youtube Hingga Bisnis Herbal

merahputih.com berinisiasi mencanangkan kampanye Satgas Waras

Pasien Positif Corona Kabur dari RSUP Persahabatan Sejak Minggu Lalu
Indonesia
Pasien Positif Corona Kabur dari RSUP Persahabatan Sejak Minggu Lalu

RS Persahabatan merupakan salah satu rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah untuk tangani pasien virus Corona.

Luhut Perintahkan Kementerian Bersinergi Atasi Kebutuhan Alat Kesehatan yang Kian Besar
Indonesia
Luhut Perintahkan Kementerian Bersinergi Atasi Kebutuhan Alat Kesehatan yang Kian Besar

Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi mendapatkan dukungan satu unit pesawat hercules milik TNI untuk mengambil alat-alat kesehatan ke Shanghai

Anies Godok Skema Bantuan bagi Terdampak Corona Bersama Pusat
Indonesia
Anies Godok Skema Bantuan bagi Terdampak Corona Bersama Pusat

Anies akan mengumumkan berapa besaran kompensasi yang diberikan kepada warga yang terdampak.

Eks Bos KPK Pimpin Pencarian Calon Anggota Ombudsman 2021-2026
Indonesia
Eks Bos KPK Pimpin Pencarian Calon Anggota Ombudsman 2021-2026

Ombudsman sendiri bergerak dalam ruang lingkup layanan publik berdasarkan UU layanan publik

Pemerintah Waspadai Propaganda Politik Saat HUT OPM
Indonesia
 Seorang Ibu Melahirkan di Tengah Kepungan Banjir Kawasan Daan Mogot
Indonesia
Seorang Ibu Melahirkan di Tengah Kepungan Banjir Kawasan Daan Mogot

Kanit Lantas Polsek Cengkareng, AKP Surya yang mendengar informasi ini kemudian membantu mengevakuasi ibu rumah tangga yang mau melahirkan ini.

KPK Garap Dirut BCA Finance Terkait Korupsi RTH Bandung
Indonesia
KPK Garap Dirut BCA Finance Terkait Korupsi RTH Bandung

Korupsi pengadaan tanah untuk ruang terbuka hijau (RTH) di Pemerintah Kota Bandung.