Warga Sipil Pasang Rotator di Kendaraan Pribadi Bakal Dipidana Ilustrasi rotator di kendaraan pribadi. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya memastikan bakal menindak pengemudi yang seenaknya menggunakan rotator dan sirene. Apalagi dia merupakan warga sipil dan tak memiliki kepentingan umum.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan, penindakan rotator ini akan dilakukan oleh jajaran Polda Metro Jaya baik di dalam maupun di luar jalan tol.

Baca Juga

Operasi Patuh Jaya Dinilai Timbulkan Citra Negatif Polri di Masyarakat

"Kenapa pelanggaran rotator ini menjadi target juga karena ini yang menjadi komplain masyarakat dan kita akan laksanakan untuk menertibkan pelanggaran ini baik di dalam jalan tol maupun di luar tol, itu akan kita laksanakan," jelas Sambodo di Polda Metro Jaya, Kamis (23/7).

Polisi berjanji akan teguh dengan aturan ini, bahwa hanya kendaraan dinas yang boleh menggunakan rotator atau sirine pada kendaraannya.

"Kalau ada kendaraan non dinas, karena berdasarkan UU LLAJ kan hanya kendaraan-kendaraan tertentu yang mempunyai hak prioritas dan berhak untuk menggunakan sirene, di luar kendaraan itu tidak boleh. Maka kalau ada kendaraan yang menggunakan rotator atau sirene maka pasti akan tindak," tutup Sambodo.

Rotaor
Ilustrasi rotator di mobil pribadi. Foto: Istimewa

Terdapat 15 jenis pelanggaran yang disasar dalam Operasi Patuh Jaya kali ini. Jenis pelanggaran itu antara lain, menggunakan handphone saat berkendara; menggunakan kendaraan bermotor di atas trotoar; mengemudikan kendaraan bermotor secara melawan arus.

Melintas di jalur busway; melintas di bahu jalan; sepeda motor melintas atau masuk jalan tol; sepeda motor melintas di jalan layang non-tol.

Selanjutnya mengemudikan kendaraan bermotor melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL); pengemudi yang tidak memberikan prioritas kepada pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan; mengemudikan kendaraan bermotor melebihi batas kecepatan.

Lalu mengemudikan kendaraan bermotor tidak menggunakan helm SNI; mengemudikan kendaraan bermotor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari; mengemudikan kendaraan bermotor yang membiarkan penumpang tidak menggunakan helm.

Mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan kereta api yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup; serta mengemudikan kendaraan bermotor berbalapan di jalan.

Sementara itu, Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan pihaknya fokus menyasar lima jenis pelanggaran yang seringkali dilakukan oleh pengendara.

Kelima pelanggaran itu antara lain melawan arus lalu lintas, melanggar marka stop line, penumpang dan pengemudi tidak menggunakan helm SNI, pengendara yang melintas di bahu jalan, dan kendaraan yang menggunakan rotator dan sirine tidak sesuai dengan ketentuan.

Menurut Fahri, pihaknya sekaligus menegur masyarakat yang tak melaksanakan protokol kesehatan mencegah penyebaran virus corona. Untuk pemberian sanksi ke pelanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) itu menjadi ranah Satpol PP DKI Jakarta.

Baca Juga

Ini Wajah PNS Arogan yang Buang Surat Tilang Depan Muka Polisi

"Jadi kalau mereka ditemukan oleh Satpol PP, itu ada sanksi sendiri," ujarnya.

Operasi Patuh Jaya 2020 akan berlangsung selama 14 hari, mulai dari 23 Juli hingga 5 Agustus 2020. Operasi berjalan di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya. Polisi menerjunkan sekitar 1.807 personel yang disebar di sejumlah titik. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Umumkan Cuma Sepertiga Warga DKI Terima Bantuan Ekonomi Corona
Indonesia
Jokowi Umumkan Cuma Sepertiga Warga DKI Terima Bantuan Ekonomi Corona

1,1 juta warga akan ditanggung Pemprov DKI dan 2,5 juta warga akan ditanggung pemerintah pusat.

Kata Habiburokhman Soal Menteri Kelautan dan Perikanan Jatah Gerindra
Indonesia
Kata Habiburokhman Soal Menteri Kelautan dan Perikanan Jatah Gerindra

Gerindra membantah anggapan yang menyatakan bahwa jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan merupakan jatah untuk partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

BLK Targetkan Pembuatan 5000 Masker Untuk Pencegahan COVID-19
Foto
BLK Targetkan Pembuatan 5000 Masker Untuk Pencegahan COVID-19

Siswa pelatihan menyelesaikan pembuatan masker di Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten

MUI Minta Warga Tidak Terprovokasi Seruan Boikot Produk Prancis
Indonesia
MUI Minta Warga Tidak Terprovokasi Seruan Boikot Produk Prancis

Presiden Macron tidak hidup secara sendiri, melainkan berdampingan dengan umat Islam sehingga seharusnya bisa lebih bijak dalam bertutur kata.

Tak Ingin Gibran Lawan Kotak Kosong, PKS Rayu Purnomo Maju Pilwakot Solo
Indonesia
Tak Ingin Gibran Lawan Kotak Kosong, PKS Rayu Purnomo Maju Pilwakot Solo

Salah satu cara yang dilakukan PKS adalah berkomunikasi dengan Purnomo untuk maju dengan partai lain.

Direktur RS Wuhan Meninggal akibat Virus Corona
Dunia
Direktur RS Wuhan Meninggal akibat Virus Corona

Liu Zhiming, Direktur Rumah Sakit Wuhan Wuchang, meninggal pada 10.30 waktu setempat.

Kamis (10/12), Penambahan Kasus Corona Ibu Kota Capai 1.180 Orang
Indonesia
Kamis (10/12), Penambahan Kasus Corona Ibu Kota Capai 1.180 Orang

Dengan positivity rate 8,9 persen, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 1.180 jiwa.

Menteri Tidak Loyal, Jokowi Diminta Segera Cari Pengganti
Indonesia
Menteri Tidak Loyal, Jokowi Diminta Segera Cari Pengganti

Presiden Jokowi agar melakukan evaluasi kinerja menteri secara berkala. Evaluasi itu untuk mengidentifikasi kepentingan-kepentingan menteri.

Tiga Eks Direksi PT Asuransi Jiwasraya Divonis Seumur Hidup
Indonesia
Tiga Eks Direksi PT Asuransi Jiwasraya Divonis Seumur Hidup

Tiga eks petinggi PT Asuransi Jiwasraya divonis seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Pimpinan DPRD Kesal Anies Buka Dahulu Panti Pijat Dibandingkan Sekolah
Indonesia
Pimpinan DPRD Kesal Anies Buka Dahulu Panti Pijat Dibandingkan Sekolah

Tempat hiburan malam sangat rentan potensi penularan virus corona