Warga Natuna Sempat Tolak WNI dari Wuhan, Bupati: Itu Miskoordinasi Suasana di Kota Ranai, Ibu Kota Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (3/2/2020) yang sepi terkait karantina dan isolasi WNI dari Wuhan. (FOTO ANTARA/ Cherman)

MerahPutih.com - Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengungkapkan, warga Natuna meminta para WNI yang baru saja dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok agar diisolasi di rumah sakit yang terdapat di kapal perang.

Kondisi di Natuna sendiri sempat ricuh karena warga sekitar tak terima WNI evakuasi corona dari Wuhan dibawa ke sana.

Baca Juga:

Redam Gejolak Warga Natuna, Mahfud MD Janji Hadiri Istighosah 6 Februari

Abdul berpendapat, telah terjadi miskoordinasi antara pemerintah pusat dengan dirinya selaku pemerintah daerah setempat mengenai penanganan para WNI dari Wuhan.

“Betul, betul, memang itu. Itulah tadi yang pernah disampaikan oleh Pak Menkes (Terawan) dalam keadaan yang begitu mendesak, begitu mendadak, sehingga informasi itu terlambat disampaikan kepada kami, baik itu kepada pemda maupun kepada masyarakat,” ucapnya kepada wartawan, Selasa (4/2).

Miskoordinasi tersebut, jelas Abdul, membuat masyarakat Natuna menerima informasi yang simpang siur dan bias.

“Sehingga secara spontan masyarakat ini mendatangi kami, pemda, dan DPRD. DPRD juga tahunya setelah didatangi masyarakat, ini ada apa, oh ini begini, begini begitu, begini informasinya, itu dia,” kata dia.

WNI yang dipulangkan dari Tiongkok di tempat observasi, Natuna, Kepulauan Riau . (ANTARA/HO-Kementerian Kesehatan)
WNI yang dipulangkan dari Tiongkok di tempat observasi, Natuna, Kepulauan Riau . (ANTARA/HO-Kementerian Kesehatan)

Ia pun berjanji akan mengatasi masalah miskoordinasi ini.

“Jadi sekarang kita akan meluruskan informasi itu kepada masyarakat supaya masyarakat lebih tenang dan tidak bias lagi,” ujarnya.

Abdul mengungkapkan, pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai langkah kompensasi yang akan diterima Natuna.

“Pemerintah pusat melalui Pak Menkes mengatakan akan membantu apa yang diperlukan tentang kesehatan di RS kita,” jelas dia.

Menkes, menurut Abdul, cukup memperhatikan kesehatan masyarakat Natuna dan menyayangi masyarakat Natuna maupun para WNI yang baru dievakuasi dari Wuhan.

Baca Juga:

Menkopolhukam Mahfud MD Jamin Lokasi Karantina Tidak Bahayakan Warga Natuna

“Jadi beliau menyatakan akan diperhatikan ini. Apa yang kurang, tolong disampaikan. Jadi beliau akan perhatikan kesehatan untuk masyarakat Natuna. Saya semua sayang dengan masyarakat kita yang baru pulang, demikian pula dengan masyarakat

Abdul mengaku, pihaknya dan pihak Kemenkes telah bersama-sama menyampaikan kepada masyarakat bahwa pangkalan militer merupakan opsi yang dipilih oleh keduannya,” tuturnya.

Abdul juga berharap, agar RS khusus isolasi dengan peralatan lengkap dan terbaik segera dibangun di Natuna.

“Yang jelas kami minta nanti dibangun rumah sakit yang lebih lengkap. Dan sekarang ini untuk mengatasi permasalahan itu kami minta dibantu peralatan yang kurang di RS kami untuk supaya segera juga diperhatikan oleh Pak Menkes,” pungkasnya. (Knu)

Baca Juga:

Pemerintah Buka Posko yang Manusiawi di Natuna, Mahfud: Tidak Menakutkan


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH