Warga Mampang Lega Anies Cabut Banding Perkara Banjir Arsip Foto - Warga melintasi banjir di Pela Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (7/11/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp/aa.

MerahPutih.com - Penggugat yang juga warga Mampang menyambut baik keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mencabut banding di Pangadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terkait kekalahan perkara banjir.

“Walaupun terkesan plin-plan tapi kami lega. Akhirnya Pak Anies tidak memperpanjang lagi proses keluhan warga korban banjir DKI Jakarta ini dengan banding. Dari mengajukan keberatan ke Pak Anies sampai putusan PTUN saja sudah memakan waktu setahun, apalagi kalau ditambah banding," kuasa hukum para penggugat Francine Widjojo di Jakarta, Jumat (11/3).

Pada kasus ini, ucap Francine, warga hanya meminta kerja rutin Gubernur Anies dalam mengendalikan banjir. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban akibat banjir.

Baca Juga:

Pemprov DKI Tegaskan Pengajuan Banding Putusan Banjir Mampang Bukan Pencitraan

Francine pun menyampaikan terima kasih kepada majelis hakim PTUN Jakarta atas putusannya yang bijak dan cermat memenangkan gugatan warga Mampang dengan hukuman pengerukan Kali Mampang.

Dengan dicabutnya upaya hukum banding, ucapnya, pengerukan Kali Mampang semoga tidak hanya karena ada gugatan, tapi dilakukan rutin setiap tahunnya sampai tuntas seperti yang dilakukan oleh gubernur-gubernur DKI sebelumnya. Lalu, diprioritaskan pengerukan pada kali-kali di Jakarta yang mengalami pendangkalan parah.

"Penurapan Kali Mampang agar sesegera mungkin dimulai prosesnya. Anggarannya jangan dipotong, karena salah satu pengakuan tergugat dalam persidangan adalah kurangnya anggaran yang menghambat pelaksanaan pengendalian banjir di DKI Jakarta, sehingga belum terasa pelaksanaannya sampai ke area tempat tinggal para penggugat,” jelas Francine.

Baca Juga:

Banjiri Pasar Dengan Minyak Goreng, DMO CPO Naik Jadi 30 Persen

Ia pun menyampaikan harapan dari para penggugat bahwasannya trauma dan cemas ketika Jakarta diguyur hujan. Semoga dengan putusan PTUN ini dan Anies melakukan pengerukan, banjir di Mampang bisa berkurang.

"Khususnya normalisasi sungai yang merupakan program prioritas nasional dan daerah, termasuk normalisasi Kali Mampang dan Kali Krukut, serta pemulihan kapasitas aliran mantap Kali Cipinang sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta tahun 2030," paparnya.

Ia juga berharap pengendalian banjir tidak hanya dilakukan pada ketiga kali tersebut, tapi pada semua kali dan saluran drainase di Jakarta, agar DKI bisa bebas banjir sehingga maju kotanya dan bahagia warganya. (Asp)

Baca Juga:

Anies Ajukan Banding atas Kekalahan Putusan Banjir Mampang

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satgas COVID-19 Ancam Tindak Tegas Pengelola Pusat Perbelanjaan
Indonesia
Satgas COVID-19 Ancam Tindak Tegas Pengelola Pusat Perbelanjaan

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 bakal menindak tegas pengelola dan pengunjung mal atau pusat perbelanjaan jika melanggar protokol kesehatan (prokes).

Kemarahan Kapolda Irjen Fadil Soal Anggotanya Tolak Laporan Korban Perampokan
Indonesia
Kemarahan Kapolda Irjen Fadil Soal Anggotanya Tolak Laporan Korban Perampokan

Fadil menilai, perlakuan anggota SPKT Polsek Pulogadung tersebut menyakiti hati masyarakat.

Orang Tua Meninggal Akibat COVID-19, Ghifari Jadi Anak Asuh Polres Sukoharjo
Indonesia
Orang Tua Meninggal Akibat COVID-19, Ghifari Jadi Anak Asuh Polres Sukoharjo

Orang nomor satu di jajaran Polres Sukoharjo itu mengambil langkah berani untuk menjadikan Ghifari sebagai anak asuh di Polres Sukoharjo.

Antisipasi Kemacetan dalam Kota Solo, Dishub Siapkan Rute-Rute Alternatif
Indonesia
Antisipasi Kemacetan dalam Kota Solo, Dishub Siapkan Rute-Rute Alternatif

Dinas Perhubungan Kota Solo, Jawa Tengah memasang 126 rambu pendahulu penunjuk jalan (RPPJ) portable jalan alternatif di sejumlah titik.

Pertemuan Kedua HWG, G20 Fokus Hadapi Ancaman Bencana Kesehatan di Masa Depan
Indonesia
Pertemuan Kedua HWG, G20 Fokus Hadapi Ancaman Bencana Kesehatan di Masa Depan

Pada pertemuan kedua ini, Kemenkes akan menginisiasi pembahasan terkait upaya pemimpin G20 dalam membangun sistem kesehatan global yang kuat dan tangguh dari ancaman bencana kesehatan di masa depan.

DKI Targetkan 1 Juta Anak 6-11 Tahun Divaksin COVID-19, Waktunya Tunggu Kemenkes
Indonesia
DKI Targetkan 1 Juta Anak 6-11 Tahun Divaksin COVID-19, Waktunya Tunggu Kemenkes

Dinkes DKI masih melakukan persiapan pendataan anak penerima vaksin.

PPKM Darurat Berlaku di 48 Kabupaten/Kota, Ini Rinciannya
Indonesia
PPKM Darurat Berlaku di 48 Kabupaten/Kota, Ini Rinciannya

PPKM Darurat akan dilaksanakan di 48 kabupaten/kota dengan situasi pandemi level 4 dan 74 kabupaten/kota dengan situasi pandemi level 3 di Pulau Jawa dan Bali.

Tenda Jemaah Haji Indonesia di Arafah Bakal Dilengkapi Kasur Busa
Indonesia
Tenda Jemaah Haji Indonesia di Arafah Bakal Dilengkapi Kasur Busa

Sebelumnya tenda-tenda di Arafah hanya beralaskan karpet.

Respons KPK Soal Telegram Panglima TNI
Indonesia
Respons KPK Soal Telegram Panglima TNI

Panglima TNI menerbitkan surat telegram mengenai prosedur pemanggilan prajurit TNI oleh aparat penegak hukum.

Gejala Berat Pasien Hepatitis Akut Muncul Dalam Rentang Waktu Dua Pekan
Indonesia
Gejala Berat Pasien Hepatitis Akut Muncul Dalam Rentang Waktu Dua Pekan

Kemenkes RI sedang memperkuat peran diagnosa pasien bergejala hepatitis di seluruh Puskesmas di Tanah Air.