Warga Korban Gempa Lombok Belum Dapat Hunian Tetap yang Dijanjikan Pemerintah Warga Lombok korban gempa (Dokumentasi INTI)

MerahPutih.Com - Nasib warga Lombok yang menjadi korban gempa masih belum menentu. Sampai sekarang masih banyak warga yang belum mendapat hunian tetap (huntap) seperti yang dijanjikan pemerintah.

Menurut pengakuan warga hunian tetap yang dijanjikan pemerintah sampai saat ini belum ada realisasinya.

Pernyataan itu muncul dari sejumlah warga yang ditemui dari lokasi yang terkena dampak gempa Lombok, baik dari wilayah Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, maupun Lombok Timur.

Seperti pernyataan dari warga Desa Mambalan, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Apink Alkaff, Minggu (9/12), mengatakan belum ada satu pun terlihat upaya pemerintah dalam membangunan huntap di wilayahnya.

Rumah warga roboh akibat gempa
Kerusakan akibat gempa Lombok . Foto: Mora NTB

"Untuk di wilayah kami, huntap bantuan pemerintah itu belum ada," ujar inisiator komunitas relawan Mata Kali yang mendedikasikan kegiatan kemanusiaannya untuk mendampingi korban gempa di wilayah Lombok Barat bagian Utara tersebut.

Meski demikian, Apink yang telah bergerak bersama kelompok pemuda dari desanya ini membantu korban gempa dengan cara mandiri. Berbagai bantuan para donatur dimanfaatkannya bersama komunitas relawan Mata Kali untuk membangun berbagai fasilitas kebutuhan korban gempa.

"Sekarang kita sedang membangun beberapa masjid di sejumlah titik desa. Jadi tidak hanya di desa kami saja, desa yang ada di sekitaran juga menjadi progres kami menyalurkan bantuan dari donatur," ujarnya.

Sarana belajar mengajar untuk anak-anak sekolah, saluran pipa air bersih, fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK), maupun hunian sementara, jelasnya banyak yang sudah bisa dimanfaatkan korban gempa.

Berbeda lagi dengan kondisi korban gempa dari Lombok Utara yang tinggal dekat dengan gerbang jalur pendakian menuju kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Kerusakan akibat gempa Lombok
Kerusakan akibat gempa Lombok (Foto: Mora NTB)

Nur Saad, warga Dusun Senaru, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, sebagaimana dilansir Antara mengatakan hal yang sama dengan Apink bahwa di desanya belum nampak adanya pembangunan huntap seperti yang dijanjikan pemerintah.

"Belum ada huntap. Bagaimana mau ada, yang jadi syarat pembangunannya saja belum ada, seperti pokmas (kelompok masyarakat) itu belum ada di sini," kata Nur yang berprofesi sebagai pegiat wisata pendakian dari gerbang Senaru.

Padahal sudah ada kontraktor yang menawarkan dirinya untuk membantu korban gempa membangun huntap atau pun fasilitas umum di wilayah setempat.

"Malah kontraktornya siap memberikan sosialisasi huntap yang direncanakan dari pemerintah itu," ujarnya.

Namun kembali lagi, sebutnya aparatur pemerintah desa yang ada di wilayah setempat acuh dengan upaya warganya ini.

"Saya sudah coba sampaikan ini ke kepala dusun, sambungkan dengan pihak desa, tapi tidak ada respon. Jadi bagaimana mau jalan, bagaimana mau ada huntap kalau begini kondisinya," ucap Nur.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Wong Solo Bawa 'Tikus' ke CFD



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH