Warga Jateng yang Selesai Observasi Corona di Natuna Tak Butuh Perlakuan Khusus Upacara pelepasan WNI asal Wuhan usai obervasi 14 hari di Natuna, Kepri. Sabtu (15/2). Foto: BNPB

Merahputih.com - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memastikan warga yang pulang dari daerah penularan penyakit akibat infeksi virus corona baru (COVID-19) di Provinsi Hubei, China, dan sudah selesai menjalani observasi selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau, dalam keadaan sehat dan tidak membutuhkan perlakuan khusus.

"Tidak ada perlakuan khusus, wong mereka ini sudah dinyatakan sehat kok. Oleh karena itu jangan ada kekhawatiran," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo dikutip Antara, Minggu (16/2).

Baca Juga

Waspada Virus Corona, Vietnam Awasi Ribuan Pekerja Tiongkok

Ia menjelaskan bahwa 10 warga Jateng yang selesai menjalani observasi selama 14 hari di Natuna sudah kembali ke rumah masing-masing.

"Yang turun di sini (Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang) ada lima, dari Semarang ada dua, Kendal, Pati dan Sukoharjo. Sisanya ada yang turun di (Bandara Adi Sucipto) Yogyakarta tiga orang, dua orang lagi naik kendaraan darat," jelas dia.

Sejumlah WNI di tempat karantina virus corona di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/2/2020). . ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras.
Sejumlah WNI di tempat karantina virus corona di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/2/2020). . ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras.

Menurut Yulianto, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi pemulangan mereka dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta ke daerah asal mereka.

"Disiapkan kendaraan untuk pulang ke rumah masing-masing, namun ada juga yang dijemput keluarganya," ucapnya.

Baca Juga

Hampir Seratus Hoaks Disebar Terkait Virus Corona

Ia menjelaskan pula bahwa lima warga Jateng yang telah menjalani observasi di Natuna dan tiba di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang pada Sabtu (15/2) pukul 21.49 WIB tidak bersedia diwawancarai media massa.

"Mohon maaf karena privasi dan atas permintaan pribadi, yang bersangkutan tidak bersedia diliput," tutupnya. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH