Warga Jakarta Masih Buang Air Besar di Kali, Solusi Pemprov Cari Donatur Mandi, cuci dan kakus (MCK) di sepanjang bantaran kali masih menjadi pilihan warga (Foto: MP/Widi)

MerahPutih.com - Masalah sanitasi lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemprov DKI Jakarta. Hingga kini masih ada warga ibu kota yang tidak memiliki septictank, hingga buang air besar langsung ke kali.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria mengatakan, mengatasi masalah ini anak buahnya kini tengah mencari donatur untuk membangun septictank komunal. Pasalnya, limbah kotoran yang dibuang di saluran air bisa merusak lingkungan.

"Nanti akan dicarikan solusinya ya, karena itu tidak baik dan berpotensi menimbulkan penyakit," ujar Riza, sapaan akrabnya, kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (23/11).

Baca Juga:

Warga Grogol Tak Punya MCK, Politisi PDIP: Ini Sangat Memprihatinkan

Mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini juga memerintahkan jajarannya di tingkat wilayah mencarikan donatur untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini. "Pak camat dan lurah setempat akan mencarikan solusi dengan cara menghimpun dana dari donatur, dari warga," papar dia.

Disamping itu, Riza juga meminta, warga saling gotong royong untuk mengatasi masalah sanitasi lingkungan ini. "Warga yang mampu membantu warga yang tidak mampu, saya kira itu baik ya. Warga yang mampu harus berikan bantuan juga kepada yang tidak mampu, di antaranya tadi soal septictank," ungkapnya.

Baca Juga:

Bisa Meledak, Waspada Bahaya Endapan Gas pada 'Septic Tank'

Diketahui, Pemerintah DKI menemukan warga di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur yang tidak memiliki tanki septictank, sehingga masih membuang limbah ke saluran air. Sekretaris Kecamatan Ciracas Abdul Khair mengatakan hingga kini, tercatat 406 kepala keluarga (KK) yang tersebar di lima Kelurahan masih sembarangan membuang limbah "lokal".

Jumlah 406 KK itu terdiri dari warga ekonomi tidak mampu yang tidak memiliki uang membangun septictank, dan warga mampu tapi tidak membangun karena malas dan tidak peduli. "Tinggal 406 keluarga dari sebelumnya 1.200. Pembangunan septic tank masih berlangsung, diprakarsai pak Camat dan bantuan dana kemanusiaan donatur," ujar Abdul di Jakarta Timur, Senin (22/11). (Asp)

Baca Juga:

Dana Septic Tank Warga Grogol Sudah Dianggarkan Dinas Perumahan DKI, tapi...

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penumpang Kereta di KAI Daop 5 Naik 49 Persen Dibanding Tahun Lalu
Indonesia
Penumpang Kereta di KAI Daop 5 Naik 49 Persen Dibanding Tahun Lalu

Menurut dia, jumlah tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 49,42 persen dari volume penumpang pada masa angkutan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yang sebanyak 52.081 orang.

RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual Mutlak Segera Disahkan
Indonesia
RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual Mutlak Segera Disahkan

Rancangan Undang-Undang tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) segera disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Larang Bawahan Main TikTok, Jaksa Agung Dikritik Harusnya Tiru TNI dan Polisi
Indonesia
Larang Bawahan Main TikTok, Jaksa Agung Dikritik Harusnya Tiru TNI dan Polisi

Kejaksaan Agung bisa membuat konten yang menarik terkait dengan capaian kinerjanya. Jadi tergantung pesan apa yang ingin disampaikan ke publik.

[Hoaks atau Fakta]: Virus COVID Bertahan Beberapa Tahun di Tubuh dan Bermutasi Jadi Ganas
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Virus COVID Bertahan Beberapa Tahun di Tubuh dan Bermutasi Jadi Ganas

Penyebaran dalam tingkat tinggi itulah yang kemudian menciptakan mutasi baru virus COVID-19 hingga menjadi varian baru.

27 Warga Positif COVID-19, Tiga RT di Bambu Apus Disemprot Disinfektan
Indonesia
27 Warga Positif COVID-19, Tiga RT di Bambu Apus Disemprot Disinfektan

Sebanyak 27 warga di RW 03 Kelurahan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur terkonfirmasi COVID-19.

Ribut Kopassus dan Brimob Karena Rokok di Mimika Berakhir Damai
Indonesia
Ribut Kopassus dan Brimob Karena Rokok di Mimika Berakhir Damai

Kasus tersebut merupakan kesalahpahaman antara personil Satgas Nanggala Kopassus dengan Satgas Amole.

Nekat Konvoi Kawal Bus Pemain Persis, Puluhan Suporter Diamankan Polisi
Indonesia
Nekat Konvoi Kawal Bus Pemain Persis, Puluhan Suporter Diamankan Polisi

Sebanyak 75 suporter Pasoepati pendukung Persis Solo diamankan Polresta Surakarta, Jawa Tengah lantaran nekat menggelar konvoi sebelum pertandingan Grup C Liga 2 di tengah pandemi.

Kasus Positif COVID-19 Melandai, Pemkot Surabaya Tetap Perkuat Tracing
Indonesia
Kasus Positif COVID-19 Melandai, Pemkot Surabaya Tetap Perkuat Tracing

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 443.2/15424/436.8.4/2021 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 pada saat perayaan Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

Ribuan Konten Pinjaman Online Ilegal Diblokir Karena Langgar Aturan
Indonesia
Ribuan Konten Pinjaman Online Ilegal Diblokir Karena Langgar Aturan

Kemenkominfo tidak komproni terkait pelanggaran-pelanggaran financial

Polisi Ancam Bubarkan Warga yang Ambil Foto Gunung Gede dari Flyover Kemayoran
Indonesia
Polisi Ancam Bubarkan Warga yang Ambil Foto Gunung Gede dari Flyover Kemayoran

Lilik juga memastikan bakal membubarkan orang yang nekat berkerumun dan mengambil foto diatas flyover