Warga India Positif COVID-19 'Kabur' ke Indonesia, Wagub DKI: Sudah Dikarantina Ilustrasi. (ANTARA FOTO/AMPELSA)

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta menyebut, ratusan warga India yang lolos masuk ke Indonesia dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang sudah dilakukan karantina di ibu kota. Apalagi, sejumlah orang positif COVID-19.

Menurut Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, sudah menjadi protap bila ada warga negara asing yang datang ke Indonesia wajib dikarantina. Hal itu sudah jadi peraturan dan kebijakan selama ini.

"Itu kan harus masuk karantina dan yang bersangkutan sudah dikarantina," ujar Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (23/4).

Baca Juga:

Pemerintah Larang WN India Masuk ke Indonesia

Dengan ditemukannya kasus positif warga India yang datang ke Indonesia, Wagub DKI meminta pengetatan pengawasan di bandara. Terlebih saat ini, kasus harian di India cukup mengkhawatirkan per hari pasien COVID-19 meninggal bisa lebih dari 2.000 jiwa.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/12/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/12/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

"Tentu tugas dari kita, dinas kesehatan dan Kementerian Kesehatan, Angkasa Pura, perhubungan dll, satgas pusat, untuk memastikan warga negara asing yang masuk ke Indonesia harus melalui prosedur, SOP yang sudah ditetapkan dan juga dikarantina," paparnya.

Politikus Gerindra ini menuturkan, Indonesia harus mewaspadai warga India yang masuk Indonesia terlebih kasus COVID-19 di sana melonjak tajam.

Baca Juga:

Tak Ingin Seperti India, Wagub DKI Minta Semua Pihak Bantu Lawan COVID-19

Indonesia juga, kata Riza, perlu melakukan mencegah dan menanggulangi masuknya kasus varian baru.

"Kita khawatir, dari pihak negara asing India karena memang sedang tinggi-tingginya, yang meninggal per harinya luar biasa," ungkapnya. (Asp)

Baca Juga:

Negaranya 'Tsunami COVID', Ratusan WNA India Sewa Pesawat Carter Kabur ke Indonesia

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Buru Pasangan Mesum di Halte Bus Kramat Raya
Indonesia
Polisi Buru Pasangan Mesum di Halte Bus Kramat Raya

Polisi memburu pasangan sejoli yang diduga melakukan aksi mesum di halte bus, Kramat Raya, Jakarta Timur

Gempa 6,9 M Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Gempa 6,9 M Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Berpotensi Tsunami

"Tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG di akun Twitternya, @infoBMKG.

Kecam Aksi Brutal Perusakan Polsek Ciracas, Purn TNI AD Adakan Demo Tunggal
Indonesia
Kecam Aksi Brutal Perusakan Polsek Ciracas, Purn TNI AD Adakan Demo Tunggal

Dua poster yang bertuliskan "Tangkal berita hoax, prajurit TNI-Polri wajib memiliki naluri intelejen" dan "Hukum setimpal perusak aset negara, TNI-Polri tetap solid".

Ini Bukti Baru yang Dibawa Keluarga 6 Laskar FPI ke Komnas HAM
Indonesia
Ini Bukti Baru yang Dibawa Keluarga 6 Laskar FPI ke Komnas HAM

“Kalau dokumen-dokumen itu foto-foto dan video waktu jenazah dari rumah sakit Sukanto (RS Polri) dibawa ke Petamburan,” kata Suhada

Polisi Perlu Periksa Rizieq Shihab Terkait Dugaan Anggota FPI Terlibat Jaringan ISIS
Indonesia
Polisi Perlu Periksa Rizieq Shihab Terkait Dugaan Anggota FPI Terlibat Jaringan ISIS

Petrus menilai, selama 10 tahun terakhir, ceramah pimpinan FPI Rizieq Shihab mengandung narasi ancaman kekerasan, sehingga menimbulkan suasana teror atau rasa takut yang meluas.

Berikut Kronologi Penyerangan Bom Molotov di Kantor DPC PDIP Cianjur
Indonesia
Berikut Kronologi Penyerangan Bom Molotov di Kantor DPC PDIP Cianjur

Pengurus DPC PDIP Cianjur pun mengutuk aksi kekerasan itu dan menilai bentuk paling rendah dari suatu peradaban.

Pengamat: Tim Pemburu Koruptor Belum Perlu Diaktifkan Buru Djoko Tjandra
Indonesia
Pengamat: Tim Pemburu Koruptor Belum Perlu Diaktifkan Buru Djoko Tjandra

Lebih baik merancang hukuman mati bagi koruptor di atas 1 miliar dan 500 juta

YouTuber 'Sampah' Ferdian Paleka Dibebaskan, Ada Apa?
Indonesia
YouTuber 'Sampah' Ferdian Paleka Dibebaskan, Ada Apa?

Selain Ferdian, dua temannya juga Tubagus Fahddinar dan Aidil ikut bebas

Polisi Tangkap Jerry Lawalata Terkait Narkoba
Indonesia
Polisi Tangkap Jerry Lawalata Terkait Narkoba

Jerry Lawalata ditangkap di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (12/6), sekitar pukul 11.00 WIB.

KNKT Butuh Waktu Seminggu Ungkap Penyebab Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182
Indonesia
KNKT Butuh Waktu Seminggu Ungkap Penyebab Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

"Kita akan proses untuk pembacaan yang akan memerlukan waktu kurang lebih antara 3 hari sampai 1 minggu," kata Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono