Warga DKI Pilih Nurmansjah Lubis atau Riza Patria? Muncul Nama Risma dan AHY Diskusi Polemik MNC Trijaya FM, Sabtu (22/2). (Foto: MP/Kanugragan)

MerahPutih.com - Peneliti dari Lembaga Kajian Strategi dan Pembangunan (LKSP) Hafidz Muftisany mengatakan, nama Nurmansjah Lubis lebih dominan ketimbang Ahmad Riza Patria sebagai cawagub DKI.

"61 persen responden mengaku tahu ada pemilihan Wagub DKI. Namun, 18,2 persen tidak tahu siapa kandidat Wagub DKI yang sedang digodok DRPD DKI," kata Hafidz di diskusi Polemik MNC Trijaya FM, Sabtu (22/2).

Baca Juga:

Pekan Depan DPRD Bentuk Panlih Wagub DKI Jakarta

Ia menambahkan, survei dilakukan sejak 9 Februari-16 Februari 2020. Para responden memilih Nurmansjah Lubis yang diusung PKS ketimbang Ahmad Riza Patria yang diusung Gerindra.

"Secara top of mind (pertanyaan terbuka) 55,4 persen lebih mengenal atau memilih Nurmansjah Lubis, sedangkan 16,5 persen responden yang mengenal Riza Patria meskipun tokoh nasional," tuturnya.

Hafid mengatakan, uniknya nama Riza dan Nurmasjah tak begitu "diingini" publik.

 Diskusi Polemik MNC Trijaya FM, Sabtu (22/2). (Foto: MP/Kanugragan)
Diskusi Polemik MNC Trijaya FM, Sabtu (22/2). (Foto: MP/Kanugragan)

"Setelah kami tanyakan secara terbuka, kami tanya siapa wagub yang Anda jagokan, masih muncul nama Bang Sandiaga Uno. Kemudian muncul Tri Rismaharini. Muncul nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Jadi 61 persen itu banyak yang tidak mengikuti secara intens," imbuh Hafid.

Hafid mengatakan, warga khawatir politik transaksional ketika proses pemilihan di DPRD.

"Kita punya trauma masa lalu di Orde Baru tentang pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Jadi keresahan warga dengan kondisi terbuka saat ini semakin menjustifikasi kekhawatiran warga," jelas dia.

"Hanya sekitar 8 persen yang yakin tidak ada politik transaksional di DPRD," terang Hafid

Baca Juga:

LKSP Sayangkan DPRD Tak Ajak Masyarakat dalam Proses Pemilihan Wagub DKI

LKSP melakukan survei dan pendanaan secara mandiri dengan metode modifield probability sampling atau kombinasi antara probability dan non-probability sampling.

Survei ini melibatkan 400 orang responden dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of eror sebesar 4,9 persen.

Total responden terdiri dari 47 persen laki-laki dan 53 persen wanita yang memiliki usia antara 17 tahun hingga di atas 55 tahun yang tersebar di seluruh kota administrasi DKI Jakarta termasuk Kepulauan Seribu. (Knu)

Baca Juga:

Belum Tentukan Sosok Cawagub DKI, Ini Alasan Fraksi PDIP



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH