Warga DKI Diminta tak Khawatir Kepulangan WNI dari Natuna Upacara pelepasan WNI asal Wuhan usai obervasi 14 hari di Natuna, Kepri. Sabtu (15/2). Foto: BNPB

MerahPutih.com - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia Handayani meminta masyarakat Jakarta tak perlu khawatir dengan kepulangan sejumlah warga DKI seusai menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau.

Adapun hari ini sebanyak 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjalani karantina di Natuna dipulangkan ke kota asal. Dari data awal ada 16 di antaranya merupakan warga DKI Jakarta.

Baca Juga

Waspada Virus Corona, Vietnam Awasi Ribuan Pekerja Tiongkok

Mereka dipulangkan lantaran masa observasi selama 14 hari sudah dijalaninya. Ratusan WNI itu sebelumnya dijemput pemerintah pusat dari Wuhan, Tiongkok.

"Ga (perlu khawatir) Jadi seperti kita interksi sehari-hari dengan teman, keluarga, tetangga gitu," kata Dwi di Jakarta, Sabtu (15/2).

Sejumlah WNI di tempat karantina virus corona di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/2/2020). . ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras.
Sejumlah WNI di tempat karantina virus corona di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/2/2020). . ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras.

Dwi menuturkan, hingga kini pihaknya masih belum bisa memastikan berapa jumlah warga DKI yang telah dikarantina di sana. Pasalnya ada warga luar Jakarta yang menginap dahulu di rumah saudaranya di ibu kota.

"Dilihat saja nanti. Sebab ada yang asli bukan tinggal di Jakarta, tapi mau tinggal dulu beberapa hari di rumah saudaranya di Jakarta. Kan sudah lama mereka di sana. Begitu ke Jakarta dan punya sudara yang di sini kan mau ketemuan dulu. Kan boleh dan gak masalah," tuturnya.

Baca Juga

Hampir Seratus Hoaks Disebar Terkait Virus Corona

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto menuturkan usai sampai di Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, 238 WNI yang menajalani observasi di Natuna akan dijemput Pemerintah Daerah masing-masing.

"Nanti setelah sampai di Halim, kan langsung kita serahkan di Pemda, nah ada beberapa Pemda yang hari itu juga langsung dibawa ke (Bandara) Soetta melanjutkan penerbangan. Ada yang diantar ke Halim yang penerbangan umum melanjutkan pesawat. Ada juga yang ke Gambir untuk naik kereta," ujarnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemkab Jayawijaya Butuh Pesawat untuk Merujuk Pasien Virus Corona
Indonesia
Pemkab Jayawijaya Butuh Pesawat untuk Merujuk Pasien Virus Corona

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, membutuhkan pesawat khusus untuk merujuk ke Jayapura jika ada pasien virus corona.

 Sudah Terlambat, Rencana Anies Bikin Raperda COVID-19 Dinilai Lucu
Indonesia
Sudah Terlambat, Rencana Anies Bikin Raperda COVID-19 Dinilai Lucu

Penyusunan rancangan peraturan daerah (raperda) penanganan COVID-19 menuai polemik.

 KNPI Minta Kepala BPIP Yudian Wahyudi Mengundurkan Diri
Indonesia
KNPI Minta Kepala BPIP Yudian Wahyudi Mengundurkan Diri

"Kepala BPIP seharusnya melakukan komunikasi publik yang konstruktif. Jika tidak sanggup, lebih baik mengundurkan diri," tegas dia.

Puluhan Tombak dan Senjata Tajam Disita, John Kei Masih Diperiksa Polisi
Indonesia
Puluhan Tombak dan Senjata Tajam Disita, John Kei Masih Diperiksa Polisi

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, perekam video mengatakan banyak orang memakai topeng berkumpul dan memecahkan kaca mobil di kawasan Green Lake City.

Syekh Ali Jaber Ditusuk, Din Syamsuddin: Ini Kejahatan Berencana Terhadap Agama
Indonesia
Syekh Ali Jaber Ditusuk, Din Syamsuddin: Ini Kejahatan Berencana Terhadap Agama

Polri diminta tidak mudah menerima pengakuan dan kesimpulan bahwa pelakunya adalah orang gila

Penusuk Wiranto Dituntut 16 Tahun Penjara
Indonesia
Penusuk Wiranto Dituntut 16 Tahun Penjara

Abu Rara menusuk Wiranto dengan senjata kunai.

Satpol PP DKI Kaji Perlombaan 17 Agustus di Tengah Pandemi, Panjat Pinang Dilarang
Indonesia
Satpol PP DKI Kaji Perlombaan 17 Agustus di Tengah Pandemi, Panjat Pinang Dilarang

Satpol PP bakal membocorkan kegiatan mana saja yang diizinkan dilombakan sebelum hari peringatan HUT RI ke-75.

 Anggota  DPRD DIY Rela Potong Gaji Untuk Bantu Korban Corona
Indonesia
Anggota DPRD DIY Rela Potong Gaji Untuk Bantu Korban Corona

Pemotongan gaji dilakukan mulai bulan April setiap tanggal 5 hingga wabah Corona berakhir.

Perppu COVID-19 Bakal Digugat Lagi Jika Sudah Diundangkan
Indonesia
Perppu COVID-19 Bakal Digugat Lagi Jika Sudah Diundangkan

Objek uji materi sudah tidak ada sejak perppu itu disahkan DPR

Diduga Lalai Atasi Banjir, Anies Layak Digugat ke Pengadilan
Indonesia
Diduga Lalai Atasi Banjir, Anies Layak Digugat ke Pengadilan

Pengamat perkotaan Azas Tigor Nainggolan menilai, perkiraan akan terjadinya banjir Jakarta sudah diperingatkan jauh hari oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).