berita-singlepost-banner-1
Warga Diminta Peduli terhadap Kelompok Pekerja yang Kesusahan akibat COVID-19 Pengemudi ojek online mengambil pesanan pelanggan di gerai minuman salah satu pusat perbelanjaan di Kota Malang. (ANTARA/Vicki Febrianto)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Anggota Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo mengajak warga untuk peduli terhadap para pekerja informal yang terdampak mata pencahariannya akibat kebijakan penanganan COVID-19. Menurut Benny, beberapa pekerja itu antara lain pengemudi ojek online, pedagang, dan buruh harian lainnya.

"Saat ini dalam situasi seperti ini kita diajak bersama untuk menciptakan solidaritas sosial terhadap mereka yang lemah," kata Benny kepada merahputih.com di Jakarta, Kamis (26/3).

Baca Juga:

Begini Protokol Urus Jenazah Umat Katolik Pasien COVID-19

Benny melanjutkan, untuk mengurangi beban ekonomi berat, warga mesti saling berbagi dengan gerakan perduli terhadap sesama.

"Kepedulian bisa dilakukan dengan gerakan solidaritas sosial menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari," jelas Benny.

Ia menambahkan, solidaritas itu mesti muncul dari kepekaan dan hati masyarakat yang lebih mampu. Solidaritas dan kesetiakawanan tersebut wujud dari gotong royong.

“Pentingnya menyelamatkan ekonomi sektor informal dan komunitas ojek. Gerakan berbagi bisa dilakukan dalam komunitas tingkat RT dan RW dengan menciptakan solidaritas sosial,” tutur Benny.

Seorang pedagang Ikan Cupang keliling menerima paket Bantuan Keberlangsungan Hidup dari Sekolah Relawan, Depok, Jawa Barat, Selasa (24/3/2020) (ANTARA/HO-Sekolah Relawan)
Seorang pedagang Ikan Cupang keliling menerima paket Bantuan Keberlangsungan Hidup dari Sekolah Relawan, Depok, Jawa Barat, Selasa (24/3/2020) (ANTARA/HO-Sekolah Relawan)

Benny melanjutkan, gerakan sosial itu bisa lewat jaringan sosial dengan memberi bantuan kepada komunitas-komunitas ojol dan juga pedagang kecil.

“Dengan berbagi pulsa sehari seribu, bisa menyelamatkan jutaan manusia,” ucapnya.

Menurut rohaniawan Kristiani ini, gerakan-gerakan solidaritas tersebut bisa membangkitkan kesadaran bersama untuk mewujudkan nilai-nilai gotong royong lewat berbagai jaringan komunitas.

“Gerakan menjadi kekuatan komunitas untuk membantu mereka yang kecil,” tutur Benny.

Lebih dari itu, Benny menyarankan agar gerakan solidaritas ini bisa digalang melalui media sosial (medsos) agar lebih luas dan masif.

“Media sosial menjadi kekuatan energi untuk belah rasa,” imbuh Benny.

Benny berharap, para pekerja yang kena dampak efek corona harus optimistis bahwa badai pasti berlalu dan penghasilannya bakal kembali seperti sedia kala.

"Yang penting kita harus optimistis dan menjada sprit gotong royong dalam solidaritas sosial," jelas Benny.

Baca Juga:

Terdampak Corona, Ini Objek Wisata di Yogyakarta yang Ditutup

Seperti diketahui, Gubernur DKI Anies Baswedan meminta seluruh perusahaan di Jakarta untuk menghentikan kegiatan perkantoran demi menekan angka penularan virus corona. Meski begitu, Anies tak menampik keputusan ini berdampak pada pekerja yang memiliki penghasilan harian.

"Ini punya konsekuensi yang tidak sederhana. Sebagian dari masyarakat kita punya pekerjaan mengandalkan penghasilan harian akan berdampak. Kita sudah hitung dan memiliki datanya," ujar Anies .

Anies memastikan akan membantu para pekerja yang terdampak. Saat ini, ia telah mendata angka pekerja termasuk merumuskan besaran subsidinya.

"Para penerima bantuan-bantuan subsidi di DKI ada 1,1 juta orang di Jakarta yang itu semua kita akan secara bertahap berikan bantuan. Sekarang sedang dirumuskan besaran, metode mengikuti perkembangan," ungkapnya.

Saat ini, Anies sudah meningkatkan status Tanggap Darurat COVID-19 untuk DKI Jakarta. Pengumuman ini menyusul bertambahnya angka penderita dan korban meninggal akibat corona di Jakarta, bahkan menjadi wilayah penularan tertinggi. (Knu)

Baca Juga:

Pilkada Serentak Diprediksi Bakal Diundur


berita-singlepost-mobile-banner-3
Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6