Warga di Negara ini Paling Sering Mabuk Frekuensi mabuk tertinggi mencapai 51 kali dalam setahun. (foto: pixabay/jarmoluk)

UNTUK urusan paling sering mabuk, warga negara Inggris juaranya. Demikian terungkap dalam Global Drug Survey 2019. Jika dibandingkan warga di negara lain, dalam setahun, warga Inggris mabuk paling sering.

Pskiater kecanduan yang juga pendiri Global Drug Survey Adam Winstock mengatakan responden asal Inggris minum terlalu banyak, terlalu sering, karena merasa mabuk menjadi inti dari jalan malam. Menurutnya, orang Inggris tidak pernah benar-benar memikirkan moderasi. Alasannya, itu bukan bagian dari budaya ataupun pembicaraan sehari-hari.

Meskipun demikian, Winstock menyarankan para pemium mulai memperhatikan asupan alkohol. "Kita semua harus belajar bahwa ada lebih banyak kesenangan dan dompet yang tebal dengan sedikit mengurangi minum beralkohol," kata Winstock, seperti dilansir CNN.

Ia juga mengingatkan bahwa angka kematian akibat akibat penyakit hati karena kecanduan alkohol meningkat. "Demikian juga dengan kematian karena penyakit kankder yang timbul dari konsumsi berlebih alkohol. Selain itu, obesitas dan kesehatan mental yang buruk juga meningkat. Minum alkohol memperburuk hal-hal tersebut," imbuhnya.

Peneliti dalam survei itu mewawancarai 123.814 orang dari 30 negara di dunia. Hasilnya, secara rata-rata, orang mabuk 33 kali dalam setahun terakhir. Angka itu mencerminkan frekuensi mabuk, bukan jumlah alkohol yang mereka konsumsi.

glasses
Jumlah peminum dewasa alkohol bertambah. (foto: pixabay/pen_ash)



Temuan lainnya, mereka yang berasal dari negara berbhasa Inggris mabuk lebih sering. Sementara itu, partisipan dari negara-negara Amerika Selatan punya angka mabuk terendah. Responden yang merupakan warga Inggris mengatakan mereka mabuk 51 kali dalam setahun terakhir. Bandingkan dengan warga Amerika Serikat yang mabuk sebanyak 50 kali dalam setahun terakhir. Adapun warga Kanada mabuk 48 kali, sedangkan warga Australia mabuk 47 kali dalam setahun terakhir.

Frekunesi mabuk terendah didapati pada warga Chile yang hanya mabuk 16 kali dalam setahun terakhir. Kemudian ada warga Kolumbia yang mabuk 22 kali dalam setahun terakhir.

Secara global, konsumsi alkohol meningkat. Hal itu diketahui dari riset yang dipublikasikan jurnal Lancet. Disebutkan, antara 1990 dan 2017, konsumsi alkohol orang dewasa per kapita meningkat hampir 0,7 liter menjadi 6,5 liter per tahun. Angka itu diprediksi meningkat menjadi 7,6 liter pada 2030 mendatang.

Pada tahun itu juga, separuh orang dewasa di dunia menjadi peminum alkohol. Sebanyak 23% orang dewasa akan jadi peminum alkohol untuk bersenang-senang, setidaknya sekali dalam sebulan.(dwi)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH