Warga Datang ke Kantor Ditlantas Polda DIY Wajib Disemprot di Bilik Antiseptik Penyemprotan lewat bilik disintektan di kantor Dirlantas Polda DIY (MP/Teresa Ika)

MerahPutih.Com - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai giat melakukan pencegahan penyebaran COVID-19. Salah satunya dengan cara menyiapkan bilik penyemprotan disinfektan di setiap kantor layanan publik seperti yang dilakukan Dirlantas Polda DIY.

Setiap warga Yogyakarta yang hendak mengurus surat-surat perizinan di Dirlantas Polda DIY wajib masuk bilik antiseptik. Tujuannya agar mensterilkan warga sebelum masuk ke kantor Dirlantas.

Baca Juga:

Satu Pasien Positif Corona Asal Solo di RSUD Dr Moewardi Dinyatakan Sembuh

Kombes Pol I Made Agus Prasetya, perwakilan Ditlantas Polda DIY menjelaskan bilik antiseptik berbentuk balok setinggi 2,5 meter dan panjang serta lebarnya 1,5 meter. Pada atas bilik terdapat sensor untuk mendeteksi jika ada seseorang yang lewat dan nantinya terdapat 14 nozzle yang terpasang di tiang-tiang stainless stell.

Setiap warga yang akan ke kantor Dirlantas Polda DIY akan disteril lebih dulu dalam bilik disinfektan
Setiap warga yang akan ke kantor Dirlantas Polda DIY akan disterilkan dulu dalam bilik disinfektan (MP/Teresa Ika)

"Sensor ini akan menyemprotkan cairan desinfektan jika ada orang di dalamnya," jelas Made di Yogyakarta, Jumat,(27/3).

Sebagai penutup bilik, lanjutnya terdapat plastik tebal dengan dua sisi yang dibuat seperti tirai sehingga seseorang bisa keluar masuk melewatinya. Durasi penyemprotan ini sekitar tiga hingga empat detik.

"Selama waktu itu, seseorang yang melewatinya harus berputar 360 derajat serta mengangkat kedua tangan serta kakinya secara bergiliran agar seluruh bagian tubuhnya dapat terkena cairan sehingga virusnya mati,” tuturnya.

Ia melanjutkan bilik antiseptik ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara FMIPA UGM dan kepolisian untuk mengatasi penyebaran virus Corona di masyarakat.

Bilik disinfektan di Dirlantas Polda DIY adalah sumbangan dari UGM
Bilik antiseptik yang dipajang di Kantor Dirlantas Polda DIY dibuat oleh UGM (MP/Teresa Ika)

“Setiap harinya, kami didatangi sekitar 100-150 orang yang ingin mengurus SIM, STNK, serta BPKB. Sebelum bilik ini hadir, kami hanya melakukan pencegahan dengan memeriksa suhu tubuh serta pengadaan hand sanitizer kepada pengunjung serta personel. Keberadaan ini alat ini, kami harap akan dapat mencegah penyebaran covid-19 di DIY,” pungkasnya.

Baca Juga:

Pasien PDP Asal Sukoharjo yang Meninggal di RSUD Dr Moewardi Solo Positif COVID-19

Ketua tim pembuatan bilik antiseptik dari UGM Mardhani Riasetiawan menjelaskan bilik ini dibuat bersama relawan yang tergabung dalam covid19.gamabox.id untuk mencegah penyebaran covid-19. Dirlantas Polda DIY dipilih karena tempat ini rawan penyebaran virus corona.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta.

Baca Juga:

Kreatif, Warga Yogyakarta Pasang Gapura Disinfektan Otomatis

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dua Tuntutan Kelompok Buruh Terhadap Judicial Review UU Cipta Kerja
Indonesia
Dua Tuntutan Kelompok Buruh Terhadap Judicial Review UU Cipta Kerja

Jika UMSK 2021 tidak naik, hal itu akan menciderai rasa keadilan kaum buruh

Unpad Uji Klinis Vaksin COVID-19 Rekombian Anhui, Sasar Relawan Nonkesehatan
Indonesia
Unpad Uji Klinis Vaksin COVID-19 Rekombian Anhui, Sasar Relawan Nonkesehatan

Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical sebelumnya dikenal produsen vaksin meningitis

Muluskan Reklamasi Ancol, Pemprov DKI Perlu Kembalikan Dua Raperda
Indonesia
Muluskan Reklamasi Ancol, Pemprov DKI Perlu Kembalikan Dua Raperda

Dua rancangan peraturan daerah (raperda) yang sempat ditarik Pemprov yakni raperda tentang zonasi dan Perda tentang tata ruang perlu digodok bareng eksekutif dan legislatif.

Izinkan Salat Tarawih di Masjid, Anies Minta Jemaah Taati Prokes
Indonesia
Izinkan Salat Tarawih di Masjid, Anies Minta Jemaah Taati Prokes

Anies pun meminta kepada seluruh pengurus masjid yang ada di ibu kota untuk disiplin protokol kesehatan. Khususnya, dalam mengutamakan pelayanan ibadah untuk kebutuhan warga sekitar rumah ibadah yang bersangkutan.

Kemenkes: PSBB Total di Jakarta tak Perlu Izin Lagi
Indonesia
Kemenkes: PSBB Total di Jakarta tak Perlu Izin Lagi

"Tidak perlu, apakah sebelumnya gubernur pernah mencabut? Belum kan," ucap Yurianto.

Calon Independen Ini Bisa Batal Hadapi Gibran di Pilwakot Solo
Indonesia
Calon Independen Ini Bisa Batal Hadapi Gibran di Pilwakot Solo

"Kami masih berikaan waktu sampai 27 Juli 2020 bagi pasangan Bajo untuk menyerahkan 14.482 syarat dukungan," kata dia.

[HOAKS atau FAKTA] Wapres Bolehkan Konser di Bulan Ramadan karena Dapat Pahala
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Wapres Bolehkan Konser di Bulan Ramadan karena Dapat Pahala

Gambar tangkapan layar yang diunggah oleh sumber klaim adalah hasil suntingan atau manipulasi.

 Eks Anak Buah Hasto Sebut Uang dari Harun Masiku untuk Lobi Semua Komisioner KPU
Indonesia
Eks Anak Buah Hasto Sebut Uang dari Harun Masiku untuk Lobi Semua Komisioner KPU

"Sejauh sepengetahuan saya, dana-dana lobi Pak Wahyu untuk semua komisioner," kata Saeful melalui video conference.

Menaker Janji Pantau Tenaga Kerja Asal Tiongkok
Indonesia
Menaker Janji Pantau Tenaga Kerja Asal Tiongkok

Pemerintah memperketat penerimaan TKA sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 11 Tahun 2020 tentang pelarangan sementara orang asing masuk wilayah Indonesia untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Dinas LH DKI Kumpulkan 1 Ton Lebih Masker Bekas di Tengah Pandemi
Indonesia
Dinas LH DKI Kumpulkan 1 Ton Lebih Masker Bekas di Tengah Pandemi

Dinas LH DKI bekerjasama dengan pihak pengolah limbah B3 berizin untuk pemusnahannya