Warga Daan Mogot Khawatir Para Pencari Suaka Ganggu Aktivitas Anak Sekolah Keberadaan para pengungsi di Daan Mogot dikhawatirkan mengganggu aktivitas anak sekolah (MP/Kanu)

MerahPutih.Com - Pengurus Kompleks Daan Mogot Baru mengaku tak bisa berbuat banyak dengan adanya penolakan warga terhadap ribuan pencari suaka yang tengah berada disana.

Ketua RT 005, Jantoni mengatakan, ada 10 spanduk dari warga yang mayoritas menolak keberadaan para pengungsi.

Baca Juga: Pencari Suaka di Trotoar Kebon Sirih Depresi Tunggu Kepastian UNHCR

"Kalau spanduk, benar itu dari warga sendiri yang pasang," kata Jantoni kepada wartawan di kawasan Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (14/7).

Jantoni menilai, gedung eks Kodim yang bersebelahan dengan sekolah Dian Harapan juga menjadi salah satu alasan warga menolak imigran.

Para pengungsi yang juga pencari suaka di Daan Mogot Jakarta Barat
Keberadaan ribuan pengungsi yang dekat sekolah dikhawatirkan mengganggu anak sekolah (MP/Kanu)

Apalagi, Senin (15/7) besok merupakan hari pertama anak-anak masuk sekolah.

"Pasti ganggu, masalahnya waktu hari pertama sudah ada warga yang naik mobil diketuk-ketuk. Katanya cuma di dalem tapi pada keluar. Malah ada yang duduk dan tidur di emperan ruko. Saya bisa ngomong karena kontrol dan lihat sendiri," ujar Jantoni dengan nada kecewa.

Selain spanduk, warga juga tengah membuat petisi.

"Sekarang ini lagi dilaksakan petisi itu dan saya lagi kerjakan sementara 25 persen dari warga saya saja," katanya.

Menurut Jantoni, Pemprov DKI sama sekali tidak berkoordinasi dengan warga dan pengurus RT setempat terkait penempatan imigran pencari suaka di bekas Gedung Kodim.

Jantoni mengatakan, pada Rabu sore 10 Juli 2019, tiba-tiba datang dari petugas pemerintah seperti PPSU, Satpol PP dan perwakilan dan kecamatan serta kelurahan sekitar 15.00 WIB.

Mereka kemudian membersihkan bekas Gedung Kodim Kalideres, Jakarta Barat karena dikira akan ada aktivitas dari Kodim Jakarta Barat.

"Masyarakat kira Kodim Grogol pindah ke sini. Masyarakat sudah senang. Tapi ternyata malam hari baru tahu kalau itu buat pengungsi. Besoknya baru pengungsi pada masuk ke situ," ujar dia.

Baca Juga: Ini Alasan Satpol PP Tak Usir WNA Pencari Suaka dari Jalan Kebon Sirih

Jantoni menerangkan, sampai saat ini Ketua RW sedang mencari solusi dengan camat, Kapolres, Kapolsek, Dandim, dan Perwakilan Sekolah.

"Ini yang kita tunggu. Saya minta dengan pemerintah yang punya wewenang di pengungsi coba cari jalan keluar. Saya nggak bisa membendung kalau sampai warga sudah mau unjuk rasa ke lapangan," ujar dia.

Spanduk-spanduk itu terpasang di pagar-pagar rumah dan pohon dari awal gerbang masuk hingga ke penampungan. Tercatat ada 15 buah spanduk.(Knu)

Baca Juga: Sekda Beri Pesan Wali Kota Jakbar dan Jakpus Soal Pencari Suaka



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH