Warga Boyolali Bawa Jenazah Ibunya Diikat di Bagian Belakang Sepeda Motor Warga Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali membawa jenazah ibunya dengan cara mengikatnya di belakang sepeda motor, Kamis (29/10). (MP/Istimewa)

MerahPutih.com - Warga Boyolali, Jawa Tengah, digegerkan dengan video viral pengendara sepeda motor membawa jenazah ibunya yang sudah meninggal dunia terbungkus kain jarik di atas bronjong (keranjang), Kamis (29/10).

Dalam video berdurasi 48 detik ini terekam jelas oleh penumpang mobil, saat orang yang membawa jenazah itu berhenti di trafight light perempatan di Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam video terdengar percakapan seorang perempuan yang merekam kejadian itu di dalam mobil. "Iki ngowo opo coba (ini membawa apa ya)? Kok medeni banget lho (ini sangat menakutkan sih). Daerah Simo," ucap perempuan dalam percakapan di video, yang viral di media sosial (medsos)

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA]: Sebarkan Gambar dan Video di WhatsApp Data Pribadi Dicuri

Dimintai konfirmasi, Kapolsek Simo, AKP Sunoto membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pengangkut jenazah itu bernama Sutejo (50). Sedangkan, jenazah yang diangkut bernama Ginem Suharti (80) warga Kecamatan Banyudono, Kecamatan Boyolali.

"Jadi itu kejadian sebenarnya adalah anak (Sutejo) membawa jenazah ibunya (Suharti) untuk dimakamkan sendiri di TPU (Tempat Pemakaman Umum) di desa Wilayah Kecamatan Simo, Boyolali," ujar Sunoto, Jumat (30/10).

Warga Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali membawa jenazah ibunya dengan cara mengikatnya di belakang sepeda motor, Kamis (29/10). (MP/Istimewa)

Ia mengatakan anak yang membawa jenazah ibu kandungnya yang telah meninggal dunia karena menua itu diduga punya riwayat gangguan jiwa. Karena warga curiga kemudian ditolong, disucikan, dan dimakamkan secara layak.

"Jenazah itu diambil dia (Sutejo) di rumah duka Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono untuk dibawa ke Dukuh Selorejo, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo," katanya.

Hasil pengecekan, Suharti meninggal karena menua dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Selanjutnya, jenazah dimandikan serta dimakamkan secara layak di TPU di Dukuh Sucen Timur, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, pukul 13.00 WIB.

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA]: Sekjen Kemenkes Ajak Masyarakat Berdiskusi soal COVID Lewat Grup WA

"Masalah ini telah diselesaikan secara kekeluargaan," tutup dia. (Ismail/Jawa Tengah)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PT KAI Daop 1 Siapkan 13 Kereta Api Tambahan Saat Libur Nataru
Indonesia
PT KAI Daop 1 Siapkan 13 Kereta Api Tambahan Saat Libur Nataru

“Delapan KA keberangkatan Stasiun Gambir dan lima KA keberangkatan Stasiun Pasar Senen,” kata Kepala Daop 1 Jakarta, Dadan Rudiansyah

Kronologi Insiden Helikopter Kepala BNPB Seret Mobil Dinas Lanal Tahuna
Indonesia
Ditanya Target Penangkapan Harun Masiku, Polri: Secepatnya!
Indonesia
Ditanya Target Penangkapan Harun Masiku, Polri: Secepatnya!

"Secepatnya. Karena di tingkat polres sudah diberikan instruksi untuk segera ditangkap," ujar Argo.

 Iuran Memberatkan, Ribuan Warga Ramai-Ramai Ajukan Penurunan Kelas BPJS Kesehatan
Indonesia
Iuran Memberatkan, Ribuan Warga Ramai-Ramai Ajukan Penurunan Kelas BPJS Kesehatan

Lebih lanjut, Yusi menjelaskan dalam satu hari rata-rata sekitar satu sampai dengan empat kartu keluarga dan paling banyak pengajuan adalah penurunan menjadi kelas tiga.

 Cegah Penyebaran COVID-19, Pemerintah Minta Masyarakat Tunda Mudik Lebaran
Indonesia
Cegah Penyebaran COVID-19, Pemerintah Minta Masyarakat Tunda Mudik Lebaran

"Kami menyarankan hati-hati, sebisa-bisanya (mudik) ditunda sampai dengan kondisi ini menjadi jauh lebih baik," kata Yuri

Bamsoet Minta 'New Normal' Tak Bikin Kegaduhan
Indonesia
Bamsoet Minta 'New Normal' Tak Bikin Kegaduhan

Protokol kesehatan new normal telah dipersiapkan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

TPS Ditutup, Biden Unggul Sementara dari Trump
Dunia
TPS Ditutup, Biden Unggul Sementara dari Trump

Pada pemilu kali ini, perhitungan suara diprediksi bakal lebih lama, karena lebih banyak pemilih yang menggunakan hak pilihnya menggunakan pos.

Pedagang Positif COVID-19, Dua Pasar Besar di DIY Ditutup Sementara
Indonesia
Pedagang Positif COVID-19, Dua Pasar Besar di DIY Ditutup Sementara

Kasus ini bermula dari adanya penjaga toilet dalam salah satu blok pasar yang terinfeksi COVID-19

Imbauan Kemendagri Terkait Fenomena Keraton Agung Sejagat
Indonesia
Imbauan Kemendagri Terkait Fenomena Keraton Agung Sejagat

"Hati-hati penipuan, masyarakat harus cermat jika bergabung dalam sebuah perkumpulan maupun Ormas," ujar Bahtiar.

Reklamasi Ancol Tak Punya Dasar Hukum Jelas, Anies Bisa Kena Hukuman 5 Tahun
Indonesia
Reklamasi Ancol Tak Punya Dasar Hukum Jelas, Anies Bisa Kena Hukuman 5 Tahun

Tanah yang akan digunakan dalam proyek reklamasi Ancol merupakan hasil pengerukan sungai dan waduk