Warga Berkerumun, Laju Pertambahan Pasien COVID-19 Masih Melejit Test massa COVID 19 oleh Mabes Polri. (Foto: Kanugrahana)

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi atau perawatan secara tepat. Sehingga, memperkecil potensi penularan COVID-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 7.742 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 6.391 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 595 positif dan 5.796 negatif. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 50.386. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 48.477.

Baca Juga:

BPOM tak Ingin Gegabah Setujui Kombinasi Obat COVD-19 Unair

Sementara itu, penambahan kasus positif pada hari ini sebanyak 595 kasus. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 8.901 (orang yang masih dirawat / isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 31.757 kasus.

Dari jumlah tersebut, 21.795 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 68,6%, dan 1.061 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 3,3%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 4,4%.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 7,9%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 5,9%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Pada perpanjangan kembali PSBB Transisi Fase 1 ini, Pemprov DKI Jakarta memperketat kegiatan-kegiatan yang berpotensi mendatangkan kerumunan di ruang publik. Seperti, meniadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) dan meniadakan Kawasan Khusus Pesepeda (KKP).

Berdasarkan data yang diterima dari tim Humas BNPB, Kamis (20/8), total kasus Corona di Indonesia hari ini menjadi 147.211 kasus. Dari data yang didapat, ada tambahan 2.017 pasien sembuh hari ini, sehingga totalnya menjadi 100.647.

Pasien meninggal karena Corona bertambah 72 dengan total menjadi 6.418. Selain itu, spesimen yang diperiksa hari ini sebanyak 28.824. Pemerintah juga memantau 79.484 suspek Corona hari ini.

Berikut ini sebaran kasus positif Corona di 34 provinsi per 20 Agustus:

1. Aceh: 5 (1.137) kasus positif2. Bali: 72 (4.292) kasus positif3. Banten: 23 (2.434) kasus positif4. Bangka Belitung: 1 (220) kasus positif5. Bengkulu: 0 (286) kasus positif6. DI Yogyakarta: 48 (1.138) kasus positif7. DKI Jakarta: 594 (31.610) kasus positif8. Jambi: 0 (250) kasus positif9. Jawa Barat: 199 (8.988) kasus positif10. Jawa Tengah: 168 (12.092) kasus positif11. Jawa Timur: 371 (29.257) kasus positif12. Kalimantan Barat: 15 (471) kasus positif13. Kalimantan Timur: 28 (2.697) Kasus positif14. Kalimantan Tengah: 33 (2.291) Kasus positif15. Kalimantan Selatan: 181 (7.544) kasus positif16. Kalimantan Utara: 5 (337) kasus positif17. Kepulauan Riau: 1 (680) kasus positif18. Nusa Tenggara Barat: 21 (2.526) kasus positif19. Sumatera Selatan: 24 (3.988) kasus positif20. Sumatera Barat: 44 (1.483) kasus positif21. Sulawesi Utara: 65 (3.401) kasus positif22. Sumatera Utara: 59 (5.957) kasus positif23. Sulawesi Tenggara: 60 (1.277) kasus positif24. Sulawesi Selatan: 59 (11.278) kasus positif25. Sulawesi Tengah: 0 (233) kasus positif26. Lampung: 6 (352) kasus positif27. Riau: 47 (1.097) kasus positif28. Maluku Utara: 5 (1.761) kasus positif29. Maluku: 58 (1.611) kasus positif30. Papua Barat: 6 (640) kasus positif31. Papua: 67 (3.520) kasus positif32. Sulawesi Barat: 1 (323) kasus positif33. Nusa Tenggara Timur: 0 (165) kasus positif34. Gorontalo: 0 (1.875) kasus positif

Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah, menyatakan jumlah kasus kumulatif tertinggi di Indonesia pada analisis mingguan periode 16 Agustus 2020 didominasi oleh kota-kota besar.

Hal ini menjadi evaluasi dan perhatian khusus bagi masyarakat di kota besar untuk tetap waspada akan persebaran COVID-19 di daerahnya.

Berkaitan dengan perkembangan jumlah kasus kumulatif tertinggi COVID-19 di Indonesia, Dewi menyampaikan hasil analisis mingguan pada 10 kota besar di Indonesia, di antaranya adalah Kota Surabaya, Jakarta Pusat, Kota Semarang, Kota Makassar, Kota Medan, Kota Banjarmasin, Kota Palembang, Kota Jayapura, Kota Depok, dan Kota Denpasar.

Terdata Jakarta Pusat menempati posisi pertama, disusul oleh Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Makassar, Kota Medan, Kota Jayapura, Kota Banjarmasin, Kota Depok, Kota Denpasar, dan pada posisi terakhir yaitu Kota Palembang. (Knu)

Baca Juga:

Langgar Protokol Kesehatan, 90 Ribu Warga Jakarta Disanksi Kerja Sosial

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
3 Dokter Meninggal Dunia Diduga Terpapar Virus Corona dari Pasien
Indonesia
3 Dokter Meninggal Dunia Diduga Terpapar Virus Corona dari Pasien

"Untuk datanya saya belum dapat, tapi nanti untuk rinciannya akan disampaikan Bu Dirut," kata Kepala Humas RSUP Persahabatan Eryuni Yanti

Wapres Perintahkan Kapolri Kawal Vaksinasi COVID-19 Sampai Tuntas
Indonesia
Wapres Perintahkan Kapolri Kawal Vaksinasi COVID-19 Sampai Tuntas

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga 15 Februari 2021 cakupan vaksinasi COVID-19 tenaga kesehatan (nakes) tahap pertama sudah mencapai 74,63 persen.

Pengamat: Rapid Test Jangan Dijadikan Lahan Bisnis
Indonesia
Pengamat: Rapid Test Jangan Dijadikan Lahan Bisnis

"Pemeriksaan laboratorium bukan untuk bisnis segala macam jalan jalan, segala macam masuk sekolah," kata Marius

Rahayu Saraswati Sebut Terjadi Ketimpangan Pembangunan di Tangsel
Indonesia
Rahayu Saraswati Sebut Terjadi Ketimpangan Pembangunan di Tangsel

Menurutnya, hal tersebut harusnya menjadi tugas Pemkot untuk memperbaiki semua jalan di Tangerang Selatan agar tidak ada ketimpangan.

205 Titik di 10 Provinsi Bakal Dipasang Tilang Elektronik
Indonesia
205 Titik di 10 Provinsi Bakal Dipasang Tilang Elektronik

Program 100 hari kerja bapak Kapolri ini yang direncanakan nanti launching tahap 1 oleh bapak Kapolri tanggal 17 Maret 2021 di 10 Polda.

82 Titik Pemantauan Hilal Ramadan 144 Hijriah
Indonesia
82 Titik Pemantauan Hilal Ramadan 144 Hijriah

Nantinya, hasil Rukyatul Hilal dan data Hisab Posisi Hilal awal Ramadan akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan kapan ibadah puasa dimulai.

Bantu Pelarian Djoko Tjandra, Aparat Penegak Hukum Dipidana Pasal Berlapis
Indonesia
Bantu Pelarian Djoko Tjandra, Aparat Penegak Hukum Dipidana Pasal Berlapis

Salah satu buktinya adalah dicopotnya tiga jenderal di internal Polri yang dianggap membantu pelarian pria asal Pontianak itu.

KPU-Bawaslu Didorong Bikin Aturan Kampanye Daring
Indonesia
KPU-Bawaslu Didorong Bikin Aturan Kampanye Daring

KPU-Bawaslu Didorong Bikin Aturan Kampanye Daring

Insiden Penembakan di Tol Cikampek, PAN: Ini Masalah Penegakan Hukum
Indonesia
Insiden Penembakan di Tol Cikampek, PAN: Ini Masalah Penegakan Hukum

Harus diyakini bahwa masalah ini akan lebih mudah diselesaikan jika semua pihak menahan diri

Update COVID-19 Indonesia: Kasus Positif 10.843, Meninggal 831
Indonesia
Update COVID-19 Indonesia: Kasus Positif 10.843, Meninggal 831

Jumlah itu didapat berdasarkan hasil pendataan sejak 1 Mei 2020 hingga 2 Mei 2020 pukul 12.00 WIB.