Warga Berkerumun di Alun-Alun Surabaya, Pemkot Dikecam Warga Surabaya berkerumun saat pentas seni berlangsung di Alun-alun Surabaya tadi malam, Kamis (20/08).insta@aslisuroboyo

MerahPutih.com - Usai diresmikan, Alun-Alun Surabaya, di Kompleks Balai Pemuda, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, dikerumuni banyak warga karena adanya gelaran pertunjukan seni, pada Kamis (20/8) malam.

Kendati sebelumnya Pemkot membatasi kunjungan hanya 40 persen dari total kapasitas Alun-alun tersebut, namun massa tak bisa dibendung lantaran sudah lama tak menikmati hiburan selama pembatasan sosial skala besar. (PSBB).

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Surabaya, yang sekaligus Kepala BPB Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto menyampaikan, pihaknya tidak bisa menyalahkan pengunjung yang antusias ingin melihat alun-alun yang baru diresmikan.

Baca Juga:

Pasien COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet Membludak hingga 1.377 Orang

"Ya memang kita tidak menyalahkan warga ya, begitu antusiasnya. Sehingga mereka akhirnya berduyun-duyun mau lihat alun-alun yang baru diresmikan ini. Untuk menertibkan lagi, nantinya kami akan melakukan operasi masif bersama TNI dan Polri" tegas Irvan saat dikonfirmasi Jumat (21/08).

Ia menambahkan, satgas yang akan dibentuk tersebut nanti akan memberikan sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan, selama pandemi Corona di Surabaya, dengan melibatkan Polisi dan Tentara.

"Jadi nanti ada pembentukan satgas-satgas khusus untuk melakukan operasi masif lagi. Langsung sanksi diterapkan, sebab massa sosialisasinya sudah selesai," katanya.

 Warga Surabaya berkerumun saat pentas seni berlangsung di Alun-alun Surabaya tadi malam, Kamis (20/08).insta@aslisuroboyo
Warga Surabaya berkerumun saat pentas seni berlangsung di Alun-alun Surabaya tadi malam, Kamis (20/08).(Foto: insta@aslisuroboyo)

Terkait sanksi, Irvan menyebutkan Pemkot Surabaya akan mengambil langkah tegas, seperti yang diatur dalam Perwali No 28 dan Perwali 33 Tahun 2020 sudah diatur hingga nantinya ada pencabutan izin.

"Yang sudah ada di Perwali ini cukup tegas ya. Di situ juga sampai ada pencabutan izin tempat usaha dan sebagainya," pungkas Irvan.

Akibat berkerumunnya warga di Alun-alun Surabaya, Pemkot Surabaya menuai kecaman dari sejumlah komunitas lewat unggahannya di sosmed. Warga menilai Pemkot Surabaya terkesan aturan yang dibuat layaknya pepesan kosong atau omong kosong.

"Peraturan hanya dibuat untuk dilanggar sendiri. Tirakatan atau tasyakuran hari Kemerdekaan RI saja dilarang, apalagi bagi pelaku usaha yang buka malam seperti warung makan dirazia dan diobraki disuruh buyar kalau lewat jam malam,".

"Tapi kalau yang punya gawe pihak yang berkuasa, seakan peraturan hanya sebuah retorika pepesan kosong. Kami sudah muak, apalagi ditambahi bumbu Drasu (Drama Surabaya) yang berjilid-jilid,"

Hal yang sama juga terungkap di akun Facebook Komunitas Mural Surabaya yang diwakili Xgo juga mengecam habis Pemkot Surabaya.

"Tadi malam ada rame huru-hara di balai pemuda, acaranya Risma dan Pemerintah Kota. Jare Covid, jare Corona, jare jaga jarak, jare hindari kerumunan, jare jam malam, jare berbahaya,".

"Kemudian 17an tanpa lomba-lomba kampung, sampai ditiadakannya tiratakan kampung gara-gara untuk mengurangi penyebaran virus corona. Lalu sebegitu pentingkah pembukaan alun-alun baru untuk Arek Suroboyo di tengah mencekamnya pandemi." (Andika/Jawa Timur)

Baca Juga:

Langgar PSBB, Pemilik Resto dan Cafe bakal Didenda Rp150 Juta

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Puncak Arus Balik Diperkirakan Geser ke Pekan Depan
Indonesia
Puncak Arus Balik Diperkirakan Geser ke Pekan Depan

Puncak arus balik kendaraan yang masuk Jabodetabek usai libur Lebaran 2021 disebut terjadi pada akhir pekan, Minggu (16/5).

THR dan Gaji ke-13 Bakal Dorong Konsumsi Sampai Rp215 Triliun
Indonesia
THR dan Gaji ke-13 Bakal Dorong Konsumsi Sampai Rp215 Triliun

"Saat peniadaan mudik dan pembatasan kegiatan masyarakat, pemerintah menyiapkan program untuk mendorong konsumsi, yang dibarengi dengan berbagai program untuk meningkatkan daya beli," kata Airlangga.

Pakai Mafela Palestina Saat Sidang, Rizieq Shihab Ditegur Hakim
Indonesia
Pakai Mafela Palestina Saat Sidang, Rizieq Shihab Ditegur Hakim

Setelah melepas mafela, Rizieq kembali duduk di kursi pesakitan

Vaksinasi COVID-19 Diperkirakan Butuh Waktu 9 Bulan
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Diperkirakan Butuh Waktu 9 Bulan

"Mengingat beban pemerintah yang berat maka dari itu KPCPEN mengetuk hati bagaimana semua pihak bisa saling bergotong royong terkait vaksinasi COVID-19 ini," ujar Erick.

Mau Divaksin, Ma'ruf Amin Berikan Contoh yang Baik
Indonesia
Mau Divaksin, Ma'ruf Amin Berikan Contoh yang Baik

Wapres juga mengajak masyarakat kelompok lansia dan rentan untuk mau melaksanakan vaksinasi

KRI Nanggala 402 Tenggelam, Menag Minta Rakyat Indonesia Melangitkan Doa
Indonesia
KRI Nanggala 402 Tenggelam, Menag Minta Rakyat Indonesia Melangitkan Doa

Menag mengajak masyarakat untuk "melangitkan doa" bagi seluruh awak KRI Nanggala 402 yang hingga kini masih dalam pencarian setelah dinyatakan subsunk (tenggelam).

Masjid Agung Keraton Surakarta  Tarawih Perdana, Dibagi Klater 11 dan 23 Rakaat
Indonesia
Masjid Agung Keraton Surakarta Tarawih Perdana, Dibagi Klater 11 dan 23 Rakaat

Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar salat tarawih perdana Senin (12/4) malam.

ICW Desak Hakim Vonis Jaksa Pinangki 20 Tahun Penjara
Indonesia
ICW Desak Hakim Vonis Jaksa Pinangki 20 Tahun Penjara

ICW mendesak Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta untuk menjatuhkan hukuman maksimal atau 20 tahun pidana penjara terhadap Pinangki Sirna Malasari.

Bertemu PP Persis, Kapolri Listyo Bicara Soal Keberagaman
Indonesia
Bertemu PP Persis, Kapolri Listyo Bicara Soal Keberagaman

Kapolri Sigit mengatakan, dirinya menyampaikan beragam hal terkait program kepolisian dan juga membahas soal moderasi keberagaman.

Polisi Klaim Kantongi Bukti Pidana Pentolan KAMI
Indonesia
Polisi Klaim Kantongi Bukti Pidana Pentolan KAMI

Mabes Polri meyakini bisa membuktikan keterlibatan 9 aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Medan dan Jakarta.